JANGAN LUPA BUAT TlANDAIN SETIAP PARAGRAF 🗨 DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE!
[CHAPTER 29 : Pasar Malam]
"gue pamit pulang dulu, masa mau pergi gak wangi" ucap aiden sambil menuju keluar markas.
"eh gue juga"
Akhirnya mereka inti geng lion memutuskan untuk pulang lebih awal.
"kalian kalau ingin pergi silahkan, kita pulang dulu ada pasar malam jadi kalau kalian ke sana ke sana aja" teriak aiden kepada semua anggotanya.
"baik bos" jawab mereka serempak.
Mereka langsung keluar menuju motor mereka yang terparkir di depan.
"nanti kita ketemuan di pintu masuk nya" ucap aiden dan temannya menganggukkan kepala.
Aiden melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya. Sekitar 15 menit, aiden sampai di pekarangan rumahnya. Memarkirkan motornya dan masuk ke dalam.
"tumben pulang sore kamu, biasanya malam malam" ucap bela.
"iya mah, mau ke pasar malam nanti" jawab aiden dan langsung pergi menuju kamarnya. Setelah sampai di kamarnya aiden membuka ponsel untuk mengirimkan pesan ke gadis nya.
Sayang
(online)
Yang nanti aku jemput kamu
jam 7 lebih 15 di rumah kamu
Kemana?
Ke pasar malam, bisa gak yang
Kebiasaan kalau mau ajak
keluar mendadak!
Jadi bisa hem?
Iya dong, kan ama ayang al
Aiden langsung meletakan ponsel nya di meja belajar dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya aiden keluar dari kamar mandi yang sudah memakai pakaian rapi. Hodie berwarna hitam, celana jeans berwarna putih tak lupa dengan rambut yang tertata rapi.
Berjalan menuruni anak tangga, aiden berjalan mengarah ke ruang tamu yang terdapat bela. Duduk di samping ibu nya aiden langsung mengeluarkan ponsel dari saku celana.
"wangi gini pasti sama tasya ya?" tanya bela.
"iya mah"
"jadi kapan mama sama papa ketemu sama tasya"
"belum tahu mah, nanti aiden pikirkan kapan hari ini"
"lama tahu al"
"sabar aja lah mah, gak sabaran"
"kan gan sabar sama calon menantu mama"
Aiden hanya menganggukkan kepala nya dan melihat ponsel nya dan melihat pesan dari grub geng nya. Sekarang sudah jam 7 malam, aiden pamit ke mama nya untuk pergi. Berjalan mengarah ke garasi, aiden mengambil mobil sport nya.
Menyalakan mesin mobil nya, aiden langsung ke luar dari perkarangan dan menuju ke rumah tasya. Selama di perjalan, aiden hanya berfokus dengan berkendaraan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIDEN ALEXANDER
Novela Juvenil|| 𝕊𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚 Aiden Alexander, pemimpin "Lion", dikenal dengan tatapan tajam dan aura yang mengintimidasi. Jalanan adalah dunianya, dan tawuran adalah kebiasaan . Namun, di balik topeng tajamnya, Ia jatuh cinta pada seorang gadis, seorang yang i...
