49. Nikah?

881 15 0
                                        

JANGAN LUPA BUAT TlANDAIN SETIAP PARAGRAF ☆ DAN JANGAN LUPA KOMEN  🗨 !

[CHAPTER 49 : Nikah?]

Di ruang tamu mereka mengobrol dan menikmati hidangan camilan. Sedangkan aiden sedari tadi mengelus elus tangan tasya yang berada di atas pahanya.

"Nak sya, kamu udah lulus sekolah?" tanya levi.

"Udah om, wisudanya besok" jawab tasya.

"Beneran?" ucap bela.

"Iya tan" sahut tasya lagi.

"Wih bentar lagi nikah sama al dong? Bener kan da?"

"Aku sih terserah sama anak aku bel"

"Gimana nak sya kamu langsung nikah kan?"

"Nunggu 3 atau 5 bulannan aja gimana tan? Masak tutup buku buka pelaminan"

"Gak! Gak! Nanti keburu ada yang ngambil kamu be"

"Aduh bel, anak kamu posesif amat ya kayak bapaknya dulu"

"Kayaknya nurun bapaknya deh"

"Ekhem, dari tadi aku diam loh. Kalian malah bawa bawa aku"

"Iya suami ku tersayang"

Mereka langsung tertawa melihat levi yang salting karena bela memanggilnya suamiku tersayang. Mereka asik bercanda gurau dari tadi sampai sampai sekarang sudah pukul 12 siang dan waktunya sholat dhuhur.

Nida dan bela tidak memilih untuk pulang karena tidak di perbolehkan pulang dan bela mengajak untuk sholat dhuhur berjama'ah.

Mereka semua mengambil air wudhu di tempat yang di tersediakan. Setelah selesai wudhu, mereka semua menghadap kiblat yang di imami oleh aiden.

Emang sih udah paham agama, pintar, genius, ketua geng, itulah yang di idam idamkan oleh kaum hawa terlebih nya para emak emak.

Selesai sholat dhuhur, mereka pergi ke ruang makan untuk makan siang bersama lagi dengan menu spesial untuk tasya dan aiden yakni tasya yang suka dengan seblak dan aiden yang lebih suka nasi goreng.

"Bel aku pamit pulang dulu ya, soalnya mau kerja" pamit nida setelah selesai makan.

"Kok cepat si da. Baru kita kumpul sebentar" rajuk bela.

"Udah lama bel"

"Yaudah kalau mau pulang, tapi biar nak tasya disini sebentar lagi. Nanti biar aku antar pulangnya"

"Yasudah kalau gitu" pasrah nida "nak mama pulang dulu ya" lanjutnya sambil berpamitan ke tasya.

"Iya mah, hati hati" sahut tasya dan nida langsung keluar rumah aiden perlahan lahan.

Mereka langsung berjalan ke arah ruang keluarga ingin mengobrol lagi. Tapi tiba tiba levi datang dengan pakaian formalnya seperti ingin ke kantor.

"Loh pah mau kemana?" tanya bela kepada levi.

"Ke perusahaan mah, mama ganti baju nggih ikut papa" jawab nya.

"Tapi nak tasya?"

"Udah gak papa tan, disini juga ada aiden kok" ucap tasya.

"Ya sudah tante tinggal bentar ya"

"Iya tan"

Bela langsung bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan turun lagi dengan pakaian yang sudah rapi.

"Ayo pah" ucap bela sambil menggandeng tangan levi.

Akhirnya mereka berdua, sepasang suami istri itu pergi untuk ke perusahaan Alexander Group.

"Bee~" pangil aiden manja.

"Apa al?" jawab tasya.

"Kangen aku, ingin peluk"

"Gak mau ah, al bau" ucap tasya. Tasya sebenarnya sudah menyadari jika sekarang aiden sedang manja dengan nya. Tapi dengan usilnya tasya menjahilinya.

"Engak kok, aku gak bau"

"Ih jangan dekat dekat al bau" ucap tasya lagi ketika aiden mendekat ke tasya.

"Ish pelit" sahut aiden merajuk.

"Sini sini gitu aja ngambek" tak tega dengan aiden, akhirnya tasya memeluk aiden dan seketika aiden memeluknya erat dan kepala nya berada di ceruk leher tasya.

Aiden mencium harum farfum dari tubuh tasya, seperti harus lavender berpaduan dengan vanila. Ia menghirupnya dengan rakus.

"Bee nikahnya besok lusa ya" ucap aiden dan membuat tasya kaget.

"Kok cepat sih?" sahut tasya.

"Lebih cepat lebih baik by"

"Ya udah lah terserah kamu aja"

Aiden tersenyum gembira dengan jawaban Tasya baru saja. Akhirnya rencana untuk menikah dengannya terwujud juga. Aiden berdiri untuk mengambilkan camilan dan minuman kesukaan Tasya.

Kini mereka berdua menikmati kebersamaan mereka meskipun hanya menonton televisi dan makan camilan saja tapi justru hal sederhana itu membuat mereka senang dan menambah kedekatan mereka satu sama lain.

AIDEN ALEXANDER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang