53. Sakra?

973 14 0
                                        

JANGAN LUPA BUAT TANDAIN SETIAP PARAGRAF 💬 DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE ☆!

[CHAPTER 53 : Sakra? ]

"Ini den kopernya, kalau gitu saya permisi" ucap pak anta sambil menaruhkan di pintu apartemen.

"Iya pak, makasih" sahut tasya karena aiden hanya menganguk saja.

Aiden mengambil kunci di dalam saku celanannya dan membuka pintu untuk mereka masuk. Aiden mengambil koper itu dan membawa nya masuk ke dalam ruangan apartemen bersama tasya.

"Ini apartemen kita?" tanya tasya yang melihat apartemen aiden cukup megah.

"Iya bee" jawab aiden sambil mencubit hidung tasya.

Aiden meletakan koper itu di depan lemari. Tasya menghampiri aiden dan membantu membereskan pakaian sendiri dan pakaian aiden.

Selesainya membereskan pakaian, mereka asik menonton televisi dan bermain ponselnya.

"Elus" ucap Aiden singkat sambil merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha tasya menjadi bantal.

"Elucin, ih suami aku manja banget sih" sahut tasya sambil mengelus gelus kepala aiden.

Tak terasa, aiden malah tertidur di pangkuan tasya karena elusan yang hangat itu dan nyaman. Tasya yang melihat aiden tertidur pun masih dengan kegiatannya dan bermain ponselnya.

Ide melintas di otak tasya, ia langsung membuka aplikasi kamera dan memotret wajah aiden yang tertidur pulas. Selesai memotretnya, tasya melihat hasil jepretan yang lumayan bagus baginya.

Jika dilihat lihat kalau aiden tidur sangat mengemaskan dari pada dengan wajah dingin dan kejam itu. Memang kalau punya suami ketua geng seperti ini ya? Uhh rasanya tasya sangat beruntung mempunyai suami seperti aiden.

Ia juga sangat mengantuk, tapi ia tak bisa bergerak karena aiden tertidur di atas pahanya. Ia meletakan ponselnya dan ingin tidur dengan posisi duduk saja.

Belum juga tidur, tasya di gangu oleh suara panggilan dari ponselnya. Ia langsung meraih ponselnya dan menampilkan inti geng lion yang vidio call dengannya secara bersamaan. Ia langsung mengeser tombol hijau ke atas untuk memulai panggilan.

"Hai bu bos"  sapa alga.

"Hai semuanya, lagi ngumpul?" tanya tasya yang mendengar suara orang banyak.

"Iya, nih pada makan bersama hasil traktiran suami lo" ucap alex sambil menunjukan anggota geng lion, sedangkan tasya menganguk saja.

"Eh bu bos, bos mana kok gak kelihatan?"

"Tidur, nih" ucap tasya sambil melihatkan aiden yang tertidur.

"Widih pulas banget tu al"

"Emang ya kalau punya istri boleh semanja itu? Hahah"

"Kehabisan tenaga tuh habis ninuninu tadi malam, hahah"

"Eh sya, nanti kalau al udah bangun tanyain bisa ke markas gak?"

"Iya. Ada masalah lagi?"

"Enggak sih cuma mau ajak dia dan btw lo harus ikut"

"Ada apa deh, kok kepo gue"

"Rahasia dong, kalau bisa datang malam malam ke markasnya"

"Oke deh, siap"

"Yaudah itu aja yang mau gue bicarain, gue matiin"

"Bay bu bos"

"Iya dadah kalian semua"

Tut

AIDEN ALEXANDER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang