JANGAN LUPA BUAT TANDAIN SETIAP PARAGRAF 💬 DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE ☆!
[CHAPTER 52 : Jawaban Dari Semuanya]
Sebelum ke bacaan, kira kira kalian lebih suka cover sebelumnya atau baru? Yang suka cover sebelumnya vote! Yang suka cover baru komen!
"Puncak!" ucap tasya sedikit berteriak sambil menepuk punggung alex.
"Puncak apa sya?" sahut alex karena tidak mengerti maksud tasya.
Sedangkan tasya langsung naik ke motor dan alex juga mengusul untuk membonceng motornya. Di sepanjang jalan, tasya menceritakan ucapan yang dimaksud tadi.
Seketika alex juga baru mengingat bahwa aiden lebih memilih ke puncak untuk meredakan pikirannya. Untuk menempuh ke puncak butuh sekitar 1 jam baru sampai. Dan ini masih separuh jalan menuju puncak.
1 jam berlalu, akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan mencari keberadaan aiden. Mereka berdua melihat motor aiden terpakir disana namun tak ada seorangpun.
Tasya mendekat ke motor suaminya dan ternyata aiden bersandar di pohon besar sebelah motornya terparkir.
"Al?" pangil tasya dan langsung duduk, sedangkan alex ia malah duduk di atas motor aiden sambil mendengarkan pembicaraan mereka.
Kedatangan tasya tiba tiba membuat aiden kaget, bagaimana tasya sampai ke sini?
"Di antar alex sambil nyari kamu" lanjut tasya yang seakan mengerti tatapan aiden.
"Oh" sahut aiden dan menatap alex.
"Ada masalah ya?" tanya tasya dengan baik baik.
"Enggak bee" jawabnya.
"Terus kenapa kesini?"
"Refresing aja"
Tasya hanya diam, mungkin belum saatnya aiden memberitahukan semuanya padanya. Tasya teringat tujuan pertamanya mencari aiden, ia mengambil kertas di dalam tasnya dan memberikan ke aiden.
"Baca aja" ucap tasya karena aiden menyatukan alisnya binggung.
Aiden menuruti ucapan tasya, ia langsung membuka kertas itu dan membacanya dengan seksama dan teliti. Hatinya hancur, ingatan masa kecilnya mulai teringat dimana ia dengan Sakra masih berteman tidak seperti sekarang.
"Al, lo seharusnya gak pendam sendiri" ucap alex yang sudah berada di sampingnya dan membaca isi kertas tersebut.
Aiden masih terdiam, apakah surat ini benar benar bahwa sakra sudah berubah atau hanya membalas dendam kepadanya? Entahlah, sekarang di pikiran aiden masih teringat masa kecilnya dulu.
FLASHBACK
Di taman sekolah dasar, dua anak laki laki sedang bermain bersama layaknya seorang adik dan kaka atau sahabat.
"Al, al ngomong dong. Jangan pelit ngomong" ucap anak laki laki itu yang tak lain bernama sakra.
"Hem" hanya deheman yang keluar dari mulut anak laki laki bernama aiden.
"Kamu tuh kenapa sih? Kok gak mau ngomong"
"Gak papa"
"Ishh bete banget tahu, nanti kalau udah sama tuh anak comberan baru banyak ngomong"
"Siapa?"
"Tuh, alex. Itu sahabat kamu dari kecil kan? Aku iri tahu"
"Kenapa"
KAMU SEDANG MEMBACA
AIDEN ALEXANDER
Teen Fiction|| 𝕊𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚 Aiden Alexander, pemimpin "Lion", dikenal dengan tatapan tajam dan aura yang mengintimidasi. Jalanan adalah dunianya, dan tawuran adalah kebiasaan . Namun, di balik topeng tajamnya, Ia jatuh cinta pada seorang gadis, seorang yang i...
