Bermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja.
Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
Arkhan menghampiri Hesa lalu menunujukan gambaran yang ia bawa ditanganya. "Loe liat ini,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Si setan Lavender?" ucap Hesa.
"Ya, gue buat ulang, rambutnya gue pakein warna biru sama abu," ucap Arkha.
"Kenapa loe buat ulang?" tanya Hesa.
"Yang kemarin terlalu serem, gue gak maksud ngejek tu setan tapi emang dia keliatan creepy," ucap Arkha.
"Susah dijelasin, dia tu punya visual yang manis tapi horor, persis boneka setan," Hesa mengambil kertas ditangan Arkha.
"Ini bagus meskipun emang lebih baik yang asli, menurut gue," ucap Hesa.
"Loe mau itu, ambil aja," ucap Arkha.
~~~~~~
Hesa dan Arkha menghampiri teman temanya yang sudah berkumpul di ruang tengah.
"Main yo guys," ajak Jio.
"Main apaan Ji," tanya Satya.
"Gue gak tau ini nama game nya apa tapi untuk sementara sebut aja clap. Cara mainya, satu orang matanya ditutup dan bakal dikelilingin sama yang lain, orang yang matanya ditutup harus nangkep orang berdasarkan suara tepukan tangan." jelas Jio.
"Kayanya seru," ucap Setta.
"Ayolah langsung coba," ucap Niki.
"Siapa yang mau jaga duluan," ucap Satya.
"Gue aja," Joan mengajukan diri. "Kebetulan gue punya kain buat dijadiin penutup mata,"
Joan mengeluarkan sebuah kain berwarna merah dari saku nya, hal itu membuat Hesa sedikit tertegun.
Ia berdiri di samping sebuah kolam renang besar yang tak terisi air. Ia memperhatikan ke dalam kolam berdebu yang kotor, penuh daun berserakan. Matanya tak sengaja menangkap kain merah aneh. Kala turun ke dalam kolam untuk mengambil kain tersebut.
"Kain ini bersih..." ia memperhatikan kain berwarna merah di tangannya, lalu menempelkannya ke wajah, berharap mendapat suatu vision dari sana.
"Sakala..."
Krekkk.
"Kak,"
Tepat waktu, Arkha berhasil menangkap tubuh Hesa sebelum jatuh kelantai.