Vision?

9 0 0
                                        

Kringgggg.

Bunyi alarm membangunkan Hesa pagi ini.

Ia bangkit dari kasur nya dengan lemas, semalaman ia terbangun terus dari tidurnya, tak merasa tenang. Isi kepalanya masih dipenuhi oleh kejadian kejadian tak terjelaskan saat di villa kemarin.

Tapi bunyi diperutnya memaksa Hesa bangkit dan melupakan masalah itu sejenak.

Hesa keluar dari kamar namun saat sampai di depan pintu kosan dan akan membukanya ia melihat kertas terselip di bawah pintu.

- Malam itu gue liat temen loe dikejar terus ketangkep sama sisi gelapnya, gue minta maaf karna gak bisa nolong dia. -

"Sticky note dari siapa?"

Meskipun bingung, Hesa tak mau terlalu ambil pusing. Ia cukup menyimpan sticky note tersebut diatas meja lalu keluar dari kosan nya untuk mencari makan.

Tiba di blok lain kosan, ia melihat beberapa pekerja disana, Hesa ingat bila blok ini kondisi bangunan nya kurang baik, ia tahu karna Jaehyuk yang tinggal di daerah sini, si teman sering mengeluhkan kamarnya yang mengalami bocor saat hujan turun.

Brukkk.

"Sorry," ucap pemuda itu sembari memunguti barangnya yang jatuh.

"E-eh kebalik, gue yang berdiri di tengah jalan," ucap Hesa sembari reflek membantu.

Memang benar, terlalu sibuk memperhatikan tukang sampai ia tak sadar menghalangi jalan orang.

"Sorry, barang loe gak sengaja gue jatohin," ucap Hesa.

"Hehe, gak kok," ucap pemuda manis itu sembari tersenyum.

Hesa memperhatikan si pemuda yang masih mengenakan seragam, tangannya reflek bergerak membenarkan nametag yang tampak miring. Hal ini sekilas membuat si pemuda menjadi kikuk.

"M-makasih kak," ucapnya.

"Anak baru ya," ucap Hesa.

"I-iya, gue baru pindahan. Ibu kos nyuruh gue naro sebagian barang dulu sementara kamar gue di renov," ucap nya.

"Kamar loe nomor berapa?" ucap Hesa.

"N-nomor 4," ucap.

"Saran gue, loe hati2 sama kamar sebelah loe, kamar nomor 3," ucap Hesa.

"K-kenapa sama kamar itu?" ucapnya.

"Penghuni nya anomali," ucap Hesa sembari berlalu. Ia melanjutkan langkah ke depan gerbang kosan, tak jauh dari sana terlihat banyak stan makanan yang tentunya dari jauh saja sudah tercium aroma lezat menggugah selera.

"HESA,"

Panggil Jaehyuk seraya melambaikan tangan, Hesa menghampiri si teman yang duduk dibungkus sedang menunggu pesanan nasi gorengnya.

"Apa gue pesen ini juga?" ucap Hesa.

"Pesen lah, biar sekalian nunggu disini," ucap Jaehyuk.

"Yaudah lah," ucap Hesa yang lalu pergi memesan namun tak lama kemudian ia kembali.

"Tungguin gue loe," ucap Hesa.

"Santai, punya gue juga kayanya belum dibuat," ucap Jaehyuk.

Hesa menoleh ke area sekitarnya, tempat ini memang sedang ramai pengunjung.

"Jae, kamar loe lagi renof ya," ucap Hesa.

"Kok loe tau duluan, baru aja mau gue bilang," ucap Jaehyuk.

"Tau lah, tadi gue gak sengaja lewat blok loe," ucap Hesa.

"Emang ngeselin sih bu kos, pas ada anak baru aja di renov, bahkan gue denger tu anak baru tadi nya nyari tempat di blok loe tapi penuh," ucap Jaehyuk.

UndercoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang