Hesa berjalan ke area taman belakang yang sebelumnya sempat di sebut Joan. Namun beberapa menit berlalu, ia tak kunjung menemukan keberadaan Arkha, saat hampir lelah itu Hesa memutuskan duduk di tepian kolam kering. Ia menundukan kepala melihat kolam kotor yang di penuh daun dan sampah.
Tapi diantara semua itu, matanya tak sengaja melirik kain berwarna merah dibawah sana. Hesa merasa aneh dan memperhatikan kain itu sejenak, sampai sebuah suara memanggilanya dari belakang.
"Kak Hesa?"
Hesa menolehkan kepala pada sosok yang sudah duduk di sebelahnya itu.
"Khan, loe darimana?" ucap Hesa.
"Gue abis keliling, pada nyari gue ya?" ucap Arkha.
"Iya, anak2 udah pada mau makan," ucap Hesa.
"Oh gitu ya, loe duluan aja kak. Gue masih pengen disini," ucap Arkha.
"Loe gak laper emang?" ucap Hesa.
"Belum sih, tadi gue banyak ngemil ciki," ucap Arkha.
"Terus loe gak akan kedalem," ucap Hesa.
"Ntaran, gue gak bakal keliling lagi, jadi gak perlu loe cari," ucap Arkha.
"Yaudah deh gue tungguin aja disini," ucap Hesa.
"Kenapa?" ucap Arkha.
"Biar loe gak sendirian," ucap Hesa.
Arkha hanya menoleh sekilas ke arah si kakak kelas lalu kepalanya menunduk, Hesa juga ikutan menunduk namun ia terkejut karna kain merah yang sempat ia lihat sudah menghilang. Apakah tertiup angin?
Hanya suara deru udara yang mengisi kesunyian diantara mereka, di sela itu Hesa masih agak kepikiran dengan kain merah, kain itu tampak bersih jadinya akan Hesa ambil namun malah hilang secara ajaib.
Hesa menggoyangkan kaki di atas kolam kering tersebut sampai akhirnya Arkha duluan bicara untuk memecah keheningan.
"Kak, apa loe percaya reinkarnasi?" ucap Arkha.
"Tiba2, ada apa sama isi pikiran loe sekarang?" tanya Hesa balik.
"Gue kaya pernah mimpi tinggal di panti bareng kalian semua, kita di bully anak lain di panti itu, kita mecahin misteri panti dan berakhir mati kebakar disana," ucap Arkha.
Hesa menggelengkan kepala tak percaya mendengar perkataan Arkha.
"Gue tadi keliling villa ini dan gue ngerasa mungkin ini bekas panti kita di masa lalu," lanjut Arkhan.
"Wow gue gak nyangka banget, seorang Arkhanael Vintara yang selalu rank satu dikelas nya bisa ngehalu juga," ucap Hesa.
"Ck. Loe sama aja kaya kakak gue, nganggap nya gue halu, ngapain coba gue jadi cerita sama loe," ucap Arkha.
"Sorry Khan, gue gak maksud nyinggung loe tapi rasanya itu agak gak masuk akal, bahasnya lainya loe kaya ngerasa de javu gitu kan," ucap Hesa.
"Semacam itu, rasanya kaya nyata banget," ucap Arkha.
"Loe punya sixth sense gak sih, kemarin aja loe bisa ngerasain ada sesuatu yang aneh dan gak lama kemudian beneran kejadian lift jatoh," ucap Hesa.
"Itu cuma kebetulan, tapi kok loe kaya gak liat diri loe sendiri ya," ucap Arkha.
Hesa menunjuk dirinya sendiri bingung. "Gue?"
"Pas lift jatoh itu loe kaya bukan kebetulan ketemu Satya di depan lift, Joan bilang loe mau ke toilet jadi gue ngerasa loe kaya emang mau pergi aja nyamperin Satya," ucap Arkha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover || Enhypen
Mystery / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
