Hesa mengangkat panggilan masuk itu.
"Halo,"
"Akhirnya gue bisa telfon seseorang," jawab Satya bernafas lega.
"Emang loe kenapa? Hp loe rusak?"
"Bukan kak, gue sama Jio kekunci di ruang radio dan dari tadi tefon gue gak nyambung ke siapapun,"
"Kekunci? Kok bisa?"
"Kita juga gak paham, tapi loe bisa tolong kita kan kak?"
"I-iya, gue kesana sekarang,"
Hesa menutup panggilan itu lalu menoleh ke arah Jihan yang masih berada di sebelahnya, terlihat tampak bingung atau mungkin sedang memikirkan sesuatu.
"Hasta Alkana," ucapnya perlahan, masih dengan pandangan lurus.
Hesa menepuk bahu gadis itu yang membuatnya reflek menoleh.
"Loe baik2 aja?" ucap Hesa.
Jihan mengagguk. "Gue cuma tiba2 keingetan temen kak Aganta yang keliatan sering bareng sama dia. Namanya kak Asta,"
"Oh. Jadi loe keliatan ngelamun karna inget itu, gue kita kerasukan," Hesa bernafas lega.
"E-enggak kok," ucap Jihan.
"Yaudah, gue balik duluan ya," pamit Hesa.
"Iya kak,"
Jihan menatap kepergian Hesa dengan sendu, ia sadar bila tak akan pernah melihat pemuda itu lagi.
******
Hesa berjalan secara terburu di lorong sekolah, seingatnya Joan dan Arkha yang keadaanya cukup menghawatirkan karna teror ini. Ia berhenti sejenak, menentukan akan pergi ke toilet atau ke ruang tari.
Brukk.
Hesa oleng ketika seseorang menabraknya dari belakang, itu adalah Niki.
"Ki," nadanya terdengar khawatir dengan teman yang pucat serta ekspresi ketakutan.
"Kak Hesa," ucap Niki, terlihat ekspresi nya berubah jadi sedikit lega. "Sorry gue nabrak loe, soalnya jalan sambil noleh kebelakang mulu,"
"Loe dikejar siapa?" ucap Hesa.
Niki menggeleng. "Tadi gue lagi latihan dance sendiri karna Arkha gak dateng2. Waktu lagi asik, kedengeran suara ketokan di jendela, gue liat tangan yang ngetok jendela, tangan itu beneran cuma sepotong tangan aja, gak ada wujud orang pemilik tangan itu,"
"Loe gak halu kan," ucap Hesa.
"Enggak! Gue mau kabur tapi kekunci sampe akhirnya ada murid cewek yang bukain pintu dari luar." ucap Niki.
Sepertinya Niki tidak berbohong, dia bukan tipe anak yang pemberani dan tak mudah takut, berbeda dengan yang di lihat Hesa sekarang.
"Kalian,"
Hesa dan Niki reflek menoleh ke arah Setta yang menghampiri mereka terburu buru.
"Ayo ke uks," ucapnya kemudian.
"Ada apa?" ucap Hesa.
"Joan pingsan di toilet," ucap Setta.
Satu sudah terlihat, berati Hesa hanya perlu pergi tempat satunya lagi.
"Gue ada sesuatu yang perlu di urus dulu. Oh ya, Satya sama Jio kekunci di ruang radio, kalian bisa salah satu dulu kesana nolong mereka." ucap Hesa.
"Emang loe mau kemana kak?" ucap Niki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
Misteri / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
