"Jo, ayo ke kelas,"
Joan, Setta dan Niki masih berdiri di koridor sekolah. Tadinya mereka berjalan bersama menuju kelas namun Joan tiba2 terdiam. Membuat keduanya menatap heran.
"Loe liatin kak Hesa sama yang lainya," berbeda dengan Niki, Setta langsung saja mengikuti arah pandang si teman.
Memang benar, tak jauh darisana ada Hesa, Arkha, Jio serta Satya yang juga sedang berjalan bersama menuju kelas mereka.
"Kenapa sih?" tanya Niki.
"Gak ada. Btw kalian mau ke kelas kan," sangkal Joan.
"Yoi, loe mau kemana emang?" ucap Setta.
"Gue mau beli minum, kalian duluan aja," ucap Joan sembari berlalu meninggalkan kedua temanya.
~~~~~~
Arkha berdiri di sebelah mesin vending sehabis membeli minuman darisana, ia meneguk minuman kalengnya sembari bersandar ke dinding.
"Khan, sehat?"
Pertanyaan itu membuat Arkha menoleh ke arah Joan yang baru selesai mengambil minuman kaleng dari mesin vending.
"Tiba2 Jo?" tanya Arkha balik.
"Gak, gue liat Jio dorong loe tadi, loe megangin bahu loe kaya kesakitan," ucap Joan.
"Gue cuma ngerasa ngilu," ucap Arkha lalu lanjut menenggak minumnya.
"Ngilu? Leher loe diplester bukan karna luka? Kalo luka biasanya kerasa perih atau sakit," ucap Joan.
Arkha langsung meraba lehernya sendiri terasa gugup, "Maksud gue sakit, tadi gue salah ngomong,"
"Oh," Joan hanya menatap Arkha sekilas lalu mengalihkan pandangan pada kaleng ditangannya.
"Semoga aja loe gak jadi aneh kaya kak Hesa,"
Arkha reflek mengernyitkan dahi mendengar perkataan Joan.
"Kak Hesa, aneh kenapa?" ucap Arkha.
"Loe sadar gak sih sikap dia aneh ditambah lagi belakangan ini dia kaya tau kalo ada salah satu dari kita yang bakal celaka, contohnya pas kejadian lift jatoh di mall," ucap Joan.
"Loe curiga dia indigo?" ucap Arkha.
"Percaya gak percaya," ucap Joan.
Arkha hanya terkekeh mendengar perkataan Joan. Namun ia jadi kepikiran.
Sikap Hesa menang aneh seperti seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu. Ntah apa yang di sembunyi kan namun mendengar perkataan Joan sepertinya Hesa seperti bisa mengetahui hal yang akan terjadi dimasa depan. Mungkinkah ini berhubungan dengan waktu.
"Khan?"
Joan menatap ngeri pada teman dihadapanya yang tiba2 tersenyum.
"Jo, gue duluan balik," ucap Arkha kemudian.
"Yoi," Joan melambaikan tangan sekilas pada Arkha yang sudah berlalu.
"Dia ikutan aneh, kayanya salah gue ngomongin kak Hesa sama dia,"
~~~~~~
Saat jam istirahat genk tiga belas ini sudah berkumpul bersama dikantin dengan makanan di atas meja mereka yang sudah habis.
"Loe mau bahas apa, tadi chat gitu kan di grup," ucap Jio pada Setta.
"Kalian pada belum liat sosmed ya," tanya Setta.
"Ada apa emang di sosmed?" ucap Niki.
"Lagi rame banget pada ngomongin vlog kita yang kemarin, di screentime kak Hesa ada sosok yang ngikut dan sosok itu mirip kak Hesa," ucap Setta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
Misteri / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
