Brukkk.
Terdengar suara benturan yang sangat keras, yang membuat semua orang di restoran itu reflek saling menoleh bahkan beberapa dari mereka langsung berlari keluar resto untuk menegcek.
"Ada apa ya, kalian tadi pada denger suara itu kan," tanya Jio pada yang lain.
"Suara nya keras banget," ucap Setta.
"Ayo kita coba cek juga," ucap Niki.
"Jangan bjir, tetep disini kumpul, cari aman aja," ucap Arkha.
Mereka pun tetap diam di tempat, sampai beberapa waktu berlalu ada pengunjung yang tiba disana untuk makan juga. Mereka membicarakan peristiwa yang baru saja terjadi.
Dari pembicaraan selesai itu terungkap bila suara yang mereka dengar sebelumnya adalah suara benturan lift yang terjatuh diakibatkan ada sistem error.
Semua terdiam mendengarkan hal itu.
Joan menoleh ke arah Arkha yang diam dengan wajah shok nya, Arkha sepertinya masih benar-benar kaget mengingat sebelum nya ia naik lift dan lift itu sempat macet.
"Khan, untung aja loe udah disini," ucap Joan lega.
"Macet tadi tanda-tanda mau jatoh kan," ucap Arkha merinding.
"Ehm mungkin," balas Jio.
Niki celingukan melirik yang lain. "Guys... Kak Hesa sama Satya gak naik lift juga kan,"
Wajah mereka semua seketika memucat, dengan reflek mengambil ponsel untuk mengirim pesan.
~~~~~~~
Satya diam di depan lift menunggu pintu lift tersebut terbuka. Ia sedang menunduk bermain hp saat ujung matanya melirik pengunjung lain yang berjalan, ia reflek melangkahkan kaki untuk masuk juga namun tangan nya di tarik seseorang dari belakang.
Teng!!!
Belum sempat Satya menoleh, pintu lift sudah tertutup kembali.
"Fokus hp muluuu, gak liat lift nya udah penuh."
Satya berbalik dan mendapati si kakak kelas menatap nya datar dengan tangan yang masih memegang tangan Satya.
"Kak," pemuda berkulit pucat itu balik menatap si kakak kelas datar mengisyaratkan untuk melepaskan tangannya.
"Hehe, sorry," ucap Hesa cengesan sembari melepaskan tangan si teman.
"Baru dateng juga loe," ucap Satya.
"E-enggak sih, tadi gue bareng Joan," ucap Hesa.
"Oh," balas Satya singkat.
"Kita diem disini ngapain?" ucap Hesa.
"Ya nunggu lift lah, kan restonya ada di lantai 4," ucap Satya.
"Naik eskalator aja yuk," ucap Hesa.
"Mager," balas Satya.
"Makan pager mulu loe. Ayo," ajak Hesa sembari langsung menarik tangan si teman.
Mereka pun mulai menaiki satu persatu eskalator untuk sampai ke lantai yang di tuju, namun baru saja sampai di lantai tiga dan akan menaiki eskalator menuju lantai empat, terdengar suara keras yang memecah keheningan.
"Itu suara apa?"
Satya yang hampir menaiki eskalator itu reflek berbalik akan menghampiri satpam untuk menanyakan apa yang terjadi.
"Loe mau kemana?" ucap Hesa.
"Loe gak denger suara itu kak?" tanya Satya bingung. Ia melihat ke arah pengunjung lain, mereka terlihat kebingungan seperti mendengar suara itu juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover || Enhypen
Misteri / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
