"Aku terlahir tanpa adanya perasaan." Min Suga
Hidupku? Tidak ada yang istimewa dalam cerita hidupku. Semua hanya tentang tahta, uang, dendam dan kematian.
Awalnya tidak ada yang berani merubah alur ceritaku. Namun, dia datang merubah segalanya.
-23...
Suga melihat adegan yang sangat tidak ia sukai. Ia memandang dari luar toko. Melihat Lelaki tua yang mencoba menggoda seorang gadis. Dan parahnya gadis itu adalah orangnya.
Setelah melihat gadis itu pergi dari hadapan lelaki tua itu, Suga mengintruksikan kepada teamnya untuk membawa paksa lelaki tua itu ketempat kosong. Merekapun segera mengerti arahan Suga.
Suga berjalan mengikuti mereka. Ia melihat benda di meja, lalu ia mengambil sumpit merah yang tersimpan di dalam wadah sendok.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dasar lelaki tua. Aku tidak akan membiarkanmu hidup."Kutuk Suga dan berlari menaiki anak tangga.
Tanpa di sadari Suga, Mira mengikutinya di belakang. Dibelakang Mira juga ada seseorang yang mengikutinya. Seorang pria berbucket hat dan jaket berwarna beigi.
Setelah Suga sampai di lokasi, ia melihat lelaki tua itu sedang berdiri menatapnya. 3 orang teamnya berdiri di sekitar Suga. Bersiap.
"Apa yang kalian lakukan? Beraninya kalian berlaku tidak sopan kepadaku." Lelaki itu berucap dengan suaranya yang menggema di ruangan.
"Tidak usah banyak bicara." Suga berlari ke arahnya meloncat ketubuh lelaki tua itu hingga lelaki itu terjatuh, tubuh Suga menindih dan mengunci lelaki tua itu. Tangannya yang memegang sumpit terangkat bersiap menghajarkan sumpit itu ke mata lelaki tersebut. Namun sesaat kemudian di tahan tangan seseorang.
"Apa kau gila? Ahh, Shibal, Kau memang Gila." Gerutu Jay pelan kepada Suga. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Suga. "Ck. Lepaskan dia. Kau akan membuatnya takut, ini hari pertama kau bertemu dengannya. Jangan membuat memori buruk untuknya." Suga terdiam dan melirik kearah belakang, disana Mira tengah berdiri diam dengan tatapan yang terkejut. Suga melepaskan lelaki tua itu, lelaki tua itu pun segera lari menuruni anak tangga.
"Hufftt hampir saja." Jay membuang nafas nya lega.
Mira berjalan mendekat ke arah Suga dan Jay. "Apa yang kau lakukan Yoongi oppa? Kau membuatku takut." Suga yang mendengar ucapan itu hanya menatap Jay bingung. "Sejak kapan kau ada disini? Bukankah kau sedang ada project di seoul? Kenapa tiba-tiba pulang dan tidak ada kabar?" Ucapan Mira membuat Suga dan Jay tambah bingung.
Suga tidak ingin banyak berpikir, ia segera menarik tangan Mira menuruni anak tangga meninggalkan Jay yang tengah mematung kebingungan.
"Apa yang kau lakukan? Kau belum menjawab pertanyaanku." Gerutu Mira sambil melepaskan tangan yang ada di genggaman Suga. Suga dan Mira saling bertatapan.
"Kau terlalu banyak omong." Jawab Suga yang langsung menarik Mira keluar dari toko. "Ikut aku sekarang." Perintah Suga.
"Aku belum menutup toko." Ucap Mira sambil berusaha menghentikan langkah Suga, namun tetap tidak bisa langkah dan genggamannya begitu kuat, mau tak mau Mira harus mengikutinya.
"Mereka akan mengurusnya." Jawab Suga.
Mereka sudah sampai di depan mobil Mercedes-Benz AMG G65 milik Suga. Suga membukakan pintu untuk Mira. Mira terkejut melihat mobil mewah di depan matanya.