3

334 38 3
                                        

" disini seketika gue jadi nyamuk diantara kalian. " Ucapan kesal milik Sam. Sementara Kyle dan Justin hanya terkekeh pelan melihat wajah kesal Sam.

Karena Sam yang merasa bosan pun mengerjakan skripsi nya sendirian. Sedangkan Justin dan Kyle sedang memakan makanan mereka pesan.

Sam yang terlalu fokus dengan laptop nya  pun kaget ketika bahu nya di tepuk oleh seseorang. Membuat Sam anjlok kaget

" Astaga.. " kaget Sam dengan nafas memburu. Sementara yang menepuk bahu tersebut terkekeh pelan melihat reaksi lucu milik Sam.

" Kenapa disini sendirian? " Tanya Travis sambil duduk di samping Sam. Sam hanya bisa menghela nafasnya kasar lalu menunjuk ke sepasang teman yang sedang makan disana.

" Mereka ternyata mengerjai ku. Katanya mau mengerjakan skripsi eh ternyata mereka ingin ketemuan. " Jawab Sam kembali fokus ke skripsi yang ia buat.

Travis hanya bisa tersenyum dan mengacak-acak rambut milik Sam. Sementara Sam menatap tajam ke Travis.

Tetapi semua reaksi Sam hanya di tanggapi tawa oleh Travis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tetapi semua reaksi Sam hanya di tanggapi tawa oleh Travis. menurut Travis Sam itu imut meski ekspresi wajah nya terlihat menyeramkan.

" Ish kenapa di berantain? " Kesal Sam dengan menepis tangan milik Travis yang selalu mengusak-usak rambut nya.

" Kenapa kau disini? " Tanya Sam balik ketika skripsi nya tinggal beberapa lagi. Karena Sam yang sudah lelah mengetik pun memulai istirahat dengan memesan minuman.

" Di rumah aku bosan, David sedang di kampus bersama John. " Jawaban milik Travis membuat Sam menganggukan kepalanya paham.

" Oh oke.. " singkat Sam sambil meminum minuman nya dan sesekali mengecek skripsi di laptop nya. Travis hanya diam dan memperhatikan gerak gerik milik Sam.

Hari pun semakin sore, sekarang sudah mulai pukul 14.00, Sam yang masih betah di berhadapan dengan laptop nya. Sementara Travis sibuk bermain hp sesekali Travis memesan makanan.

" Kenapa kau tidak pulang? Merasa bosen melihat ku mengerjakan skripsi? " Tanya Sam sekilas melirik Travis yang masih setia dengan handphone nya.

Travis yang sedang di ajak bicara pun mengalihkan pandangan nya ke Sam. Tetapi Sam sudah melirik kembali ke laptop nya.

" Di rumah tidak ada siapa-siapa, aku bosen sam.... Ohya kenapa makin lama kau semakin imut? " Jawaban milik Travis membuat pipi sam memerah.

Travis pun mencubit pipi gembul tersebut. Siapa sih yang engga salting di bilang gitu sama crushnya sendiri? Sam hanya berdehem dan kembali fokus ke skripsi.

Satu jam kemudian, Sam sudah lelah dan mulai istirahat melanjutkan skripsi nanti malam di rumahnya. Sedangkan disini Sam dan Travis sedang mengobrol-ngobrol santai.




















































































































David menatap kedua orang tua nya dengan raut wajah tidak bersahabat. David benci ketika papah dan mamah nya menanyai tentang adiknya sedang berada dimana.

Orang tua mereka terlalu mengekang sang adik karena adiknya ini akan di jodohkan ke Kyle. Sementara David hanya meremat gelas yang berisi wine.

Junkyu terlihat cemas ketika raut wajah putra sulungnya yang terlihat menahan emosi apa lagi Junkyu melihat tangan nya meremat gelas.

" Pah.. bisa jangan bahas perjodohan di depan Travis? Biarkan dia kuliah dan bekerja terlebih dahulu. " Ucapan David membuat Haruto bungkam.

Pasalnya David lah nanti yang akan mewarisi perusahaan dan David lah yang mengurus semua itu, tetapi David malah mengambil jurusan kedokteran.

Haruto sempat marah saat itu, tetapi berkat Travis yang membujuk Haruto untuk tidak memarahi kakaknya. Travis memutuskan untuk berpindah jurusan tetapi sesekali Travis berusaha untuk tetap patuh dengan ayahnya.

Semua orang tau jika Watanabe Travis memilih jurusan hukum. Tetapi di balik itu Travis sudah berpindah jurusan. Jurusan tersebut merupakan manajemen.

Travis sudah berbuat banyak demi David, sekarang giliran David lah yang membela sang adik dan meyakinkan sang ayah supaya tidak melangsungkan perjodohan secara dadakan. Biarkan Travis lulus kuliah dan memimpin perusahaan ayah nya terlebih dahulu.

" Travis punya orang yang disukai nya, sesekali jangan mengekang adikku. Dia sudah dewasa sudah tau mana yang benar maupun yang buruk. " Jawaban milik David membuat mulut Haruto bungkam.

David pun mulai meminum wine nya sampai habis dan memecahkan kelas nya di bawah nya. David pun mengambil pecahan gelas itu dengan kekehan kecil.

" Hati-hati, hati Travis memang baik dan tidak pernah menyakiti hati kalian. Tetapi ingat kesabaran Travis juga ada batasan nya. Ketika ia sudah muak dengan semua ini ia akan pergi dari diri kalian. Turunkan ego kalian dulu, sebelum keluarga kita hancur seperti gelas ini. " Ujar David sambil menyuruh pelayan untuk membersihkan pecahan gelas.

David pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari rumah. David menatap tajam kedua orang tuanya dan mulai berlalu dari sana dengan memegang sebuah pecahan kaca di tangan nya.



























































































Sekarang sedang menunjukan pukul 4 sore, disini Kyle dan Justin dengan cepat mengerjakan skripsi nya meski begitu terburu-buru.

" Ah, Vis bisa antarkan Sam pulang ke rumah? Aku seperti nya mengerjakan ini sampai malam. " Ringkis Justin ketika melirik jam handphone nya hampir jam lima sore.

" Bisa-bisa. " Jawaban milik Travis membuat Justin ikut lega. Sam hanya bisa menurut dan mulai meninggalkan cafe tersebut.

Sementara Kyle dan Justin kembali mengerjakan skripsi nya meski hanya dapat setengah, setidaknya ibu nya tidak curiga dengan semua ini.

































































































" Badanku pegal sekali. " Helaan nafas milik Sam sambil memejamkan matanya erat. Memang benar badan nya serasa berat.

Apa lagi masalah yang menimpa nya tadi pagi membuat beban milik Sam juga ikut bertambah. Travis melihat ke arah Sam yang sedang memejamkan matanya.

" Lelah banget ya? " Tanya Travis sambil menatap ke depan untuk menyetir. Sam hanya bisa diam dan menikmati udara segar yang masuk ke dalam mobil.

Tiba-tiba ponsel milik Sam berdering membuat Sam tersadar. Sam pun dengan segera mengangkat telpon tersebut dimana itu telpon dari kembarannya.

Seum menelpon agar Sam segera pulang. Sam hanya mengiyakan dan menutup telpon nya. Travis hanya diam dan fokus menyetir mobilnya.

Sesampainya disana Sam mulai turun dan menawarkan Travis untuk mampir, tetapi Travis menolak, ia ingin pulang saja karena ia juga sudah kelelahan. Sam tersenyum manis dan mulai masuk ke dalam rumah dengan raut wajah bahagia.





TBC.

TMIB S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang