3

4.7K 168 0
                                        

"aduhh dek,kamu ini kenapa bisa kayak gini sih"Ujar Mark,Mark pulang pulang terkejut melihat adiknya yaa tida baik baik saja.

"Sssh"keluh renjun

"Coba bilang siapa yang ngelakuin ini ke kamu"kata Mark dengan nada dingin

"E-ee ini a-aku j-jatuh dari tangga-a kok b-bang"ucap renjun terbata bata

"Hadeh makanya kalo mau naik atau turun tangga hati hati ya dek"ucap chenle tiba tiba,agar susanan tidak canggung

Flashback

Wonyoung dan temanya duanya itu sudah sampai di gudang tempat wonyoung untuk bully.

"Kalian ber-2,cepetan bangunin dia lama banget kalo pingsan dia"ucap wonyoung kepada Hanni dan Yuna

Hanni dan Yuna Segeran membangunkan renjun dengan cara kasar menendang badan renjun.

"He jalang,bangun lu jangan sampe gw tendang perut lu itu"ucap Hanni

"Sshh"keluh renjun

"Akhirnya bangun juga lu"ucap Yuna

Wonyoung pun berjongkok agar tingginya sama dengan renjun.

"Gimana enak gak tidurnya"ucap wonyoung sambil tersenyum

"Lepass,gw gak ada salah apa apa sama kalian"ucap renjun tegas

"Yaa emang lu gak ada salah apa apa,tapi lu berani ngelawan ketua kita wony"ucap Yuna sambil menarik rambut renjun

"Ahkk,s-akit le-pas-"

Belum selesai bicara wonyoung langsung menendang perut renjun sampai terpental di tembok

"Sakit iyaa,hmm ini belum seberapa ya renjun.ini belum sesakit waktu itu,tali sekarang gw cuman pengen hias lu aja pake ini"ucap wonyoung yang sedang memegang catter

Renjun yang melihat itu pun memberontak,tetapi langsung di pegang Hanni dan Yuna.

Renjun menggeleng ribut yang berarti tidak mau,tapi wonyoung tetap mendekati renjun.

"Okeh,gw mau hias yang mana dulu ya.hmm,nah gw pengen hias di tangan lu ini ya"ucap wonyoung sambil memegang tangan renjun dan-

Krett

"AKKH SAKITTT WONYY"

"Hahaha lanjut aja wony,biar dia kesakitan kayak dulu"ucap Hanni

"Nahh sekarang gw pengen di kaki yaa,tapi gw maunya di Yuna aja soalnya dia paling ganas kalo soal ini hahah"ucap wonyoung sambil memberikan catternya ke Yuna dan langsung di terima oleh Yuna.

"Nahh siap siap yah renjun"ucap Yuna

Krett
Krett
Krett

"AKKH,HIKS S-kit u-dah hiks s-sakit"renjun sambil nangis

"Wahhh bagus banget nih karya gw"ucap Yuna

Dah kelanjutannya bisa khayal aja

Of flashback

Setelah mengobati renjun,chenle mengajak renjun ke kamarnya untuk menonton film.

"Adek tunggu sini dulu ya,abng pengen ambil cemilan buat nanti nonton"ucap chenle

Renjun hanya mengangguk saja, setalah kepergian chenle renjun langsung merebahkan badannya di kasur chenle.

"Haaaa,sakit juga pukulan si wony pas dia nendang perut aku"guman renjun,tetapi bisa terdengar orang lain,dan ternyata ada seseorang yang mendengar guman renjun

Dan orang itu pun pergi setelah chenle ingin masuk kamarnya.

"Dekk,nih cemilanya"ucap chenle riang gembira.

Dan mereka pun menonton bersama tanpa ada gangguan.

Setelah menonton film,chenle menggendong renjun ala koala ke kasurnya.dan chenle membersihkan makanan yang tadi ia bawa.

Setelah membersihkan semua chenle masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Selesai membersihkan diri,dengan handuk di pinggangnya.dan mencari baju di lemari.

Setelah memakai baju chenle langsung duduk di bangku belajar dan membuka laptop untuk mengerjakan pr nya.

"Eung"keluh renjun saat tidur

Chenle yang melihat renjun hampir terbangun dan di tenangkan kembali ia hanya tersenyum saja.


Keesokan paginya,renjun mengejapkan matanya yang terkena sinar matahari.

Ia terbangun dari tidurnya dengan tangan besar melingkar di pinggangnya,ia pun menyingkir ya tangan besar itu pun dan segara membersihkan dirinya.

Selesai membersihkan diri,renjun langsung turun kebawah meski jalanya letoy letoy,yaa karna kakinya masih belum sepenuhnya sembuh.

Renjun mendengar ada seseorang yang sedang masak,dan ternyata itu adalah Jeno dan jaemin.biasanya Mark yang selalu masak tetapi Mark sejak kemarin Mark lembur di kantornya,jadi Jeno dan jamejn mengajukan diri untuk memasak di pagi hari.

"Hyung"ucap renjun yang sedang berusaha agar bisa turun dari tangga, padahal tinggal selangkah lagi tapi tiba tiba kakinya seperti tidak bisa bergerak.

Jeno dan jaemin menengok dan kaget melihat adik kecil manisnya ini tiba tiba ada di sana.

"Ya ampun dek,kenapa kamu berdiri sih kenapa gak ada yang jaga kamu.kalo kamu jatuh gimana coba"ucap jaemin sambil menggendong renjun ala koala

"Aaaa injun gak mau di gendong hyungg"teriak renjun dan bisa bikin semua hyungnya keluar dari kamar mereka.

"Hey kenapa tadi,ada yang teriak teriak"ucap Mark yang muka bantalnya itu ( tapi tetep ganteng hehe)

"Inih loh Hyung kan injun belum boleh jalan sendiri,musti di tuntun trs jaemin gendong tapi dia malah gak mau"adu Jeno

"Aaaaaa injun gak mau di gendong pokoknya gak mauu"rengek renjun

"Hey bner loh yang di bilang Jeno,kamu emang gak boleh jalan sendiri musti di gendong"ucap Mark

"Hiks hiks gak mauuu hiks hiks"renjun tiba tiba nangis.

"Eh eh sayang kenapa nangis sini sini"ucap chenle yang langsung menggendong renjun yang berapa di gendongan jaemin.

"Cup cup cup,kenapa hmm"ucap chenle lembut.

Tidak ada jawaban dari adik kecil manisnya ini,dan chenle melihat renjun tertidur di pundak kiri chenle.dan yang ada di sana mereka semua terkekeh ternyata adik manisnya ini nangis karna masih ngantuk,tetapi keken ingin bangun.

"Ehh malah tidur anaknya, yaudah kayak gitu aja dulu le.tar dia nangis lagi"ucap Jeno.

"Iyee bang"

Dan mereka semua duduk dan langsung sarapan bersama kecuali renjun.

Keluarga yang sangat Cemara bukan,akur juga tapi kadang" gak akur sih hehehe...



Okeh gays jdi di sini aku pen bilang kalo dalam cerita ini renjun itu sering bilang Hyung/Abang jangan di tanya kenapa panggilannya beda" yaa,kan sama aja tuhh.

Klo baca jangan lupa vote sama follow yaa,besok aing lanjut lagi kalo punya ide hehehe.okee Got here first gays byee

Huang Renjun HAREM Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang