십팔

1.6K 131 0
                                        


Saat doyoung sibuk dengan rambutnya, junghwan malah sibuk menatap lekat wajah imut kekasihnya itu. Ia tak habis pikir, bisa - bisanya ia tertarik pada laki - laki lain padahal dia sudah memiliki sosok sesempurna doyoung. Ia juga teringat pada cerita jaehyuk yang mengatakan kalau jeongwoo pernah hampir ingin merebut doyoung darinya. Hampir saja ia kehilangan sosok terbaik dalam hidupnya itu. Junghwan pun melingkarkan tangan kirinya di pinggang doyoung untuk menariknya lebih mendekat pada tubuhnya, dan tangan kanannya ia gunakan untuk mengelus lembut pipi kekasihnya tersebut.

"Hyung..." panggil junghwan dengan wajah serius.

"Hm...?"

"Mau cuddle..."

"Astaga babyy... aku kirain kenapa.. Nanti ya.. "

"Maunya sekarang..." rengek junghwan.

"Babyy.. ini kan hari pertama kamu kuliah.. masa mau bolos?" doyoung menangkup pipi junghwan dengan kedua tangan mungilnya.

"Emangnya gak boleh?"

"Ya gak boleh dong sayang.. kamu harus masuk hari ini. Nanti malem kita cuddle yaa.. kamu tidur di sini aja malem ini.. okay?" Ujar doyoung sembari mengusap kedua pipi junghwan dengan kedua ibu jarinya. Akhirnya junghwan pun mengangguk.

"Kamu naik motor hari ini?" tanya doyoung.

"Iya hyung.. takut telat. Kenapa emangnya?"

"Bawaan aku banyak hari ini. Kamu berangkat sendiri ya? Aku mau nebeng mobil jeongwoo aja.. males bawa mobil"

"Eh.. Gak! Gak! Gak! Gak ada nebeng - nebeng jeongwoo hyung! Aku bawa mobil aja.. hyung sama aku!" sifat protektif junghwan pun keluar.

"Kenapa sih? Katanya kamu takut telat? Biar aku nebeng aja.."

"Pokoknya gak boleh hyunggg!! Sama aku!"

"Yaudah iya iyaa.. protektif banget kamu... ayo siap - siap" doyoung pun akhirnya mengalah. Ia tidak ingin bayi besarnya ini merajuk.


Setelah beberapa menit bersiap, akhirnya doyoung dan junghwan pun menuju ke mobil junghwan yang sudah terparkir di depan teras -junghwan sudah memanaskan mobilnya dan memindahkannya ke depan teras agar doyoung lebih mudah naiknya-. Junghwan membukakan pintu untuk doyoung dan menaruh barang - barangnya dan barang - barang doyoung di kursi belakang. Setelah itu ia masuk ke mobil dan duduk di kursi pengemudi. Ia melihat kalau doyoung sibuk dengan ponselnya dan belum memasang seatbelt. Akhirnya junghwan memajukan tubuhnya ke arah doyoung untuk memasangkannya seatbelt sembari mencuri kecupan di pipi kekasihnya itu.

"Jangan lupa pasang seatbeltnya hyung.. asik banget sama hapenya.." Ujar junghwan setelah membuat doyoung terkejut dengan kecupan di pipinya. Doyoung pun hanya terkekeh kecil.

"Maaf baby.. aku lagi ngabarin temen aku soal tugas yang harus di kumpul hari ini.." junghwan hanya tersenyum dan mengusak pelan kepala kekasih manisnya itu. Setelah itu, ia memasang seatbeltnya, dan melajukan mobilnya menuju kampus.


"Hyung.. sini" junghwan mengulurkan tangannya pada doyoung saat mobil mereka berhenti di lampu merah.

"Apa?" tanya doyoung bingung sambil menatap tangan junghwan yang seperti meminta sesuatu.

"Tangan hyungg..." Akhirnya junghwan mengambil sendiri tangan doyoung, mengecup punggung tangannya, dan menggenggamnya erat. Bahkan saat ia melajukan mobilnya kembali pun, ia tidak pernah sedetik pun melepaskan tangan kekasihnya tersebut.

"Kamu kenapa sih? Kok tiba - tiba jadi gini?" tanya doyoung yang heran akan sikap junghwan. Iya, biasanya doyoung lah yang selalu melakukan hal romantis atau manja atau pun menggombal. Tapi entah mengapa hari ini junghwan yang melakukannya.

"Gak boleh emangnya, hyung?" junghwan yang fokus pada jalanan pun malah menjawabnya dengan pertanyaan balik.

"Ya.. bukannya gak boleh. Aku seneng malah. Tapi kenapa gak dari dulu?"

"Hhhh.... abisnya aku di ceritain hyung.."

"Di ceritain? Di ceritain apa?"

"Aku di ceritain kalo jeongwoo hyung pernah suka sama hyung. Trus dia pernah pengen ngejar hyung dan pengen dapetin hyung. Hyung pokoknya punya junghwan..! Gak boleh ada yang ambil!" doyoung terkekeh gemas dengan pacarnya satu ini. Junghwan memang berbadan besar dan kekar, tetapi ia tetaplah yang paling muda di antara mereka. Junghwan terkadang bersifat sangat dewasa, tapi ia juga sering bertingkah seperti anak - anak. 

"Iyaaa babyy.. siapa juga yang berani ambil aku dari kamu, hm? Pasti mereka bonyok duluan.. liat otot - otot kamu tuh.." kekeh doyoung.

"Pokoknya hyung harus janji gak boleh kepincut sama yang lain. Janji?"

"Iya janjiiii.. hati hyung juga udah gak ada... kan ada di kamu semua" 

Begitulah kira - kira percakapan mereka selama di perjalanan. Hingga akhirnya mereka sampai di kampus. Junghwan sempat mengantarkan doyoung ke kelas pertamanya terlebih dahulu sebelum pergi mencari kelas pertamanya. 




💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎





Malam harinya.

Setelah selesai makan malam, doyoung langsung bergegas mandi karena ia ingin segera istirahat setelah lelah seharian dengan aktivitas di kampus yang cukup berat. Namun, betapa terkejutnya doyoung saat ia membuka pintu kamar mandinya, ranjangnya yang tadinya rapi dan tidak ada seorang pun di sana,  kini menjadi berantakan dan ada seseorang yang sudah tertidur telungkup di ranjang empuk miliknya itu. Dan sudah pasti pelakunya adalah junghwan.


"Baby.. udah tidur?" Doyoung yang masih mengenakan bathrobe pun menghampiri junghwan dan menepuk - nepuk pelan punggung kekasihnya itu.

"Hng.. hyung? Udah selesai mandinya? Lama banget.. ayo cuddle.." ujar junghwan dengan suara agak serak dan mata yang masih setengah tertutup. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan menarik tubuh mungil doyoung ke pelukannya.

"Baby.. aku masih pake bathrobe.. aku pake baju dulu yaa.." doyoung berusaha melepaskan pelukan junghwan dan bangun, akan tetapi junghwan kembali menariknya ke dalam pelukan eratnya, dan bahkan menjadikan doyoung sebagai gulingnya.





"Gak usah. Kelamaan" ujar junghwan, lalu dengan santainya, ia mengecup sekilas bibir doyoung sebelum ia kembali tertidur pulas.





TBC




Don't forget to vote, comment, and follow. Thank u^^














Tiktok: @Sinballalagattaa 

Love Obstacles {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang