*Jangan lupa kalau ini mpreg. Jadi ada penyebutan pil*.
Jeonghan tidak bisa berhenti menatap jam diatas meja kerjanya. Jarum jam seolah berjalan terlalu lambat, dan Soonyoung serta Seungkwan menggodanya dengan berbagai macam kalimat godaan yang bisa mereka ucapkan.
Hari ini jam kerjanya hanya berlangsung selama lima jam, dan setelahnya ia mendapat waktu untuk bersantai di rumah hingga dua hari kedepan.
Ia menuju bandara tempat Seungcheol bekerja dengan menumpang taksi yang telah dipesan melalui aplikasi di dalam ponsel pintarnya dan tiba di bandara tepat dua puluh menit kemudian.
Seungcheol menunggu di tempat yang telah dia sebutkan saat keduanya berbincang melalui telpon tadi pagi. Dia terlihat tampan seperti biasa, dengan wajah tegas dan bokong indah di balik seragam birunya.
"Hai..." Seungcheol tersenyum lalu mengulurkan lengannya dan Jeonghan menyambutnya penuh sukacita. "Siap melakukan tur hari ini bersamaku?"
Seungcheol membawanya masuk ke salah satu ruangan dengan tulisan mezanin, dan Jeonghan tahu dengan pasti apa kegunaan ruangan di hadapannya ini.
Saat pintu dibuka, semua sosok yang berada dalam ruangan menatap ke arah mereka berdua. Petugas wanita yang menyapa saat Jeonghan tiba di West Coast pertama kali membuka mulutnya lebar-lebar hingga terlihat membulat seperti huruf O, dan Jeonghan tidak tahan untuk tidak menyeringai ke arahnya.
"Hei, Capt!" Seorang pria berambut pirang menyapa Seungcheol.
"Dimana yang lain?" Seungcheol menarik lengan dan Jeonghan mengikutinya. Keduanya duduk diatas sofa yang menghadap jendela, dan pria pirang menatap Jeonghan tanpa berkedip.
"Err..." Belum sempat si pria pirang menjawab, pintu ruang mezanin terbuka dari luar dan muncul dua sosok lainnya.
Salah satu dari mereka bersurai hitam dengan tubuh sangat, sangat tinggi, menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Jeonghan.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Dia menyuarakan pertanyaan bersamaan dengan Seungcheol. Keduanya terdiam dan menutup mulut mereka rapat-rapat kemudian.
"Ini ruang mezanin. Siapapun berhak berada disini." Si rambut hitam menjawab dengan gaya acuh tak acuh, kembali melangkah memasuki ruangan seolah Seungcheol hanya pahatan adonis tampan dengan balutan seragam seksi.
"Siapa dia?" Rambut hitam kembali bertanya pada Seungcheol dan kali ini mengedikkan dagunya ke arah Jeonghan dengan gaya tidak sopan.
"Jeonghan..." Seungcheol menjawabnya dengan tak kalah acuh lalu mengangkat kedua bahunya dan menarik Jeonghan berdiri kemudian. "Aku yakin kau ingin melanjutkan tur kita. Bagaimana?"
Jeonghan mengangguk. Tidak, lebih tepatnya, ia mengangguk sangat bersemangat dan mengikuti langkah Seungcheol dengan satu lengan Seungcheol menarik lengannya.
"Terima kasih untuk hari ini."
"Kembali," Seungcheol tersenyum dan menahan daun pintu depan rumah Jeonghan agar tidak tertutup. "Kau tidak memintaku untuk masuk dan mampir sebentar?"
"Kau mau masuk?" Jeonghan tahu ia terdengar kurangajar karena tidak menawari Seungcheol masuk, tapi Seungcheol tetap tersenyum lalu mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
WORLD | JEONGCHEOL COUPHAN
FanfictionDisclaimer : © BG Seventeen, Pledis Ent. Hybe Ent Written and published : Adoringharuno Rate : M (for some reasons) Pair : Yoon Jeonghan x Choi Seungcheol Language : Indonesian 🔞 NSFW, bxb, Mpreg di bagian akhir. (Silahkan mundur jika dirasa tidak...
