17. Lie Again

456 29 0
                                        

*This chapter's inspired by one of my fave scene in Twilight Eclipse.. Happy Reading!













Sore hari sebelum memulai pekerjaan, Seungcheol mengirimkan pesan bernada jorok dan Jeonghan senang mendapatkan pesan-pesan jorok darinya. Jeonghan merasa seperti seorang penyihir jahat yang tega meracuni anak Mrs dan Mr Choi yang suci dengan pikiran dan perilakunya yang penuh dosa.

Aku akan pergi minum nanti setelah pulang bekerja. Kau mau ikut? - Seungcheol.

Dengan cepat jemari Jeonghan menari di layar ponsel untuk membalas pesannya.

Aku mau ikut, tapi kau yakin mau mengajakku? Kau mau aku membuka pakaian teman-temanmu yang lainnya karena mabuk? Atau kau lupa kalau sekarang aku hanya memiliki satu ginjal? - Jeonghan.

Ibu jari Jeonghan menempel di mesin absen dengan teknologi fingerprint dan sesaat kemudian terdengar kata 'terima kasih'. Selama ini Jeonghan selalu membatin penasaran, siapa sosok wanita di balik suara menyebalkan khas operator itu. Apakah dia salah seorang pegawai yang bekerja di sana?!

Jeonghan menunggu lift bergerak perlahan ke atas dan dengan langkah ringan menuju ruangan tempatnya bekerja. Kening Jeonghan berkerut saat melihat sekumpulan orang sedang berdiri saling berkerumun di tengah-tengah kubikel Bumzu, kapten timnya. Jeonghan penasaran dan cepat-cepat menghampiri mereka. Semoga tidak ada kabar penembakan yang lainnya.

"Jeonghan!"  Seokmin berseru dan menarik lengannya.

"Ada apa?"  Jeonghan bertanya pada Seokmin dan Soonyoung yang menjawab pertanyaannya.

"Kau tidak akan percaya. Kami baru saja menyelesaikan kasus pencucian uang di bank pemerintah dan peretasan situs milik Kementrian Pertahanan. Benar-benar kasus besar."

"Oh, yeah. Itu benar-benar kasus besar daripada kasus pembunuhan aktris cantik bermarga Park."  Celetukan Jeonghan membuat semua orang tertawa.

"Jadi, kau mau ikut?"

"Apa maksudnya aku mau ikut?"

"Merayakannya. Bersenang-senang. Satu atau dua slot kurasa tak masalah."

Jeonghan memandang Johnny yang sedang bersandar di kubikelnya dengan lengan terlipat dan kepala mengangguk-angguk. Dia mengingatkan Jeonghan kepada burung gereja yang sedang mematuki beras-beras yang ditabur oleh neneknya.

"Tidak ada pekerjaan?"

"Tidak!"

"Hanya untuk hari ini?"

"Ya!"

"Wooohoooo!"  Jeonghan meninju udara dan mereka semua berteriak senang.

Mereka mengunjungi kedai alkohol terbaik dan terluas yang ada di West Coast. Semua orang mulai memesan minuman dan Jeonghan hanya menatap iri pada teman-temannya yang mulai menuangkan cairan nikmat itu ke dalam mulut mereka.

"Apa kau benar-benar tidak akan minum?"  Seungkwan bertanya dan Jeonghan memikirkan apa konsekuensinya.

"Err.. kurasa, ya. Aku tidak mau menyakiti ginjalku yang satu lagi. Kurasa, dia sedang mendelik marah padaku sekarang karena kalian memaksaku ikut ke sini."

"Oh? Yang benar? Kalau begitu apa yang diucapkan oleh ginjalmu saat ini?"  Soonyoung yang mulai berada dibawah pengaruh alkohol mulai meracau dan terkekeh.

"Hey, Mr Sucking-P! Dengarkan aku! Kau sialan karena ikut teman-temanmu pergi ke kedai minuman, dan sekarang aku merasa ketakutan karena pekerjaanku akan bertambah semakin berat! Kalau kau sampai menyiksaku, maka aku akan memutilasi penis Seungcheol kesayanganmu!"

WORLD | JEONGCHEOL COUPHANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang