"Aku datang, aku dataaaang!" Teriakan Jeonghan terdengar di seluruh penjuru rumah dan ia mengumpat keras saat kakinya membentur pilar depan tangga.
"Language, Jeonghan! Language!" Suara Mr. Yoon terdengar dari luar dan Jeonghan hanya bisa melanjutkan umpatannya dengan suara rendah.
Tatapannya terpaku ke lantai di dekat sofa, ke tempat ia dan Seungcheol saling mengoyak pakaian masing-masing. Kemeja Seungcheol masih teronggok diatas lantai, bersatu dengan celana dalam serta pakaian Jeonghan yang lain. "Sial!" Ia kembali mengumpat dan ketukan di pintu berubah menjadi gedoran tidak sabar, dengan cepat ia memasukkan bukti percintaan mereka yang gagal ke bawah kolong sofa.
"Aku datang, Dad!" Jeonghan kembali berteriak dan berlari membuka pintu.
Mr. Yoon menaikkan satu alis melihat penampilan Jeonghan saat ini.
"Lama sekali, Nak."
Jeonghan tertawa canggung. Mr. Yoon mengacungkan plastik besar berisi ikan-ikan hasil tangkapannya. "Persediaan untuk tujuh hari kedepan?" Jeonghan bergurau meskipun itu tidak lucu, tapi Mr. Yoon tertawa keras.
Mr. Yoon masuk ke dalam rumah setelah memberikan plastik berisi ikan-ikannya dan menggantung topi koboinya di gantungan baju. "Kau sudah memasak, Kid?"
"Belum. Aku pikir Dad pulang beberapa hari lagi."
Mr. Yoon kembali tertawa lebar dan mengambil cola dari dalam kulkas. "Perubahan rencana. Aku mau menonton pertandingan baseball dengan teman dan anaknya di rumah. Kau keberatan?"
Jeonghan tersenyum, meletakkan plastik ikan diatas meja dapur. "Tidak... mau kubuatkan sesuatu?"
"Tak perlu. Aku akan memasak untuk diriku sendiri kalau lapar." Jeonghan ikut duduk di sofa di sebelah Mr. Yoon dan dia memainkan ponselnya. "Kurasa temanku akan tiba sebentar lagi."
"Teman? Teman satu kantor?"
"Ya. Dia sahabat baikku di markas."
Suara klakson dan juga decitan roda yang beradu dengan aspal terdengar, dan Mr. Yoon bicara dengan suara keras. "Hah! Itu dia datang! Hati-hati, Hannie. Anak sahabat Ayah benar-benar tampan dan dia seorang player."
Jeonghan mengerutkan kening tertawa kaku mendengarnya. Mr. Yoon orang yang kolot, berkumis tebal, yang selalu berucap seenaknya, kini bicara tentang seorang pria tampan berusia muda?!
Mr. Yoon keluar lebih dulu dan Jeonghan menyusulnya. Sebuah SUV berwarna moka terparkir di sebelah mobil Seungcheol. Mr. Yoon menaikkan satu alis. "Aku baru sadar kalau disitu ada mobil. Aku tidak melihatnya tadi. Mobil siapa itu, Hannie?"
Ugh!
Jeonghan kembali tertawa hambar. Ia diselamatkan oleh suara pintu mobil yang dibanting. "Maaf kami datang terlambat," sosok pria yang mungkin usianya hampir sama dengan Mr. Yoon, berambut jabrik berwarna hitam kusam, berwajah datar, menyapa Mr. Yoon dan Mr. Yoon kembali tertawa keras-keras.
Jeonghan tersenyum menyapa pria itu. Suara pintu lainnya yang dibanting membuatnya kembali melihat SUV tersebut. Sosok pria tampan dengan rambut hitam.
"Jeonghan?!" Dia mengucap namanya, terlihat sangat terkejut. Dan seolah hal itu belum cukup buruk, dia mengalihkan pandangannya dari Jeonghan ke arah mobil Seungcheol yang terparkir di sebelah SUVnya.
Brengsek!
"Oh, hai... ummm... Minhyuk.." Mr. Yoon melirik Jeonghan dan juga Minhyuk bergantian. Bahkan Mr. Lee juga melirik keduanya bergantian.
"Kalian sudah saling mengenal?"
"Tidak,-"
"Ya,-"
Mereka menjawab serempak dan alis Mr. Yoon semakin terangkat naik. "Sudahlah, Yoon. Jangan suka menggoda anakku!" Mr. Lee melotot membuat Mr. Yoon berdecak sebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
WORLD | JEONGCHEOL COUPHAN
Fiksi PenggemarDisclaimer : © BG Seventeen, Pledis Ent. Hybe Ent Written and published : Adoringharuno Rate : M (for some reasons) Pair : Yoon Jeonghan x Choi Seungcheol Language : Indonesian 🔞 NSFW, bxb, Mpreg di bagian akhir. (Silahkan mundur jika dirasa tidak...
