14. Shoot

466 34 0
                                        

Ini hari ke lima Jeonghan tidak saling bertegur sapa dengan Seungcheol, tidak saling menghubungi, tidak saling bertemu. Mereka sama-sama mendiamkan satu sama lain, dan tidak ada keinginan untuk meminta maaf dari kedua belah pihak. Di hari yang samaa saat mereka bertemu dengan dr. Jang, Seungcheol masih duduk dengan posisi seperti berlutut di hadapan Jeonghan, dan Jeonghan terlalu terkejut mendengar ucapannya. Seungcheol terlihat sangat frustasi saat itu membuat Jeonghan tidak punya nyali lagi untuk berada di ruang depan apartemennya. Jadi dia berlari keluar dari apartemen Seungcheol, dan Seungcheol sama sekali tidak berusaha mengejarnya.

Seungkwan dan Seokmin memaksa Jeonghan untuk meminta maaf lebih dulu, karena menurut mereka ini semua salah kakak kandung Jang Woonyoung, teman sekantor mereka. Jeonghan bahkan baru tahu kalau Woonyoung dan Doyoon bersaudara, betapa bodohnya dia melupakan bahwa nama belakang mereka sama dan penampilan mereka pun bak pinang dibelah dua.

Jeonghan dan rekan satu timnya mendapat kasus baru, menyelidiki kematian seorang pemain FTV bernama Park. Aktris cantik itu pernah terlibat skandal dengan produsernya sendiri, dan semua orang mencurigai produsernya sebagai dalang di balik kematian Park.

Jeonghan mengendap-endap di sebuah rumah mewah milik Kim---produser Park. Dia seorang pria dengan wajah datar dan terbengis yang pernah  Jeonghan lihat, dan memiliki beberapa tindikan di bagian wajahnya. Kim juga irit bicara di depan kamera. Siapa sangka, pria yang terkenal pendiam itu memiliki banyak wanita simpanan di luar sana? Termasuk Park.

Jeonghan sudah memata-matai rumah mewah di hadapannya ini selama dua hari, dan sepertinya keadaan di dalam cukup normal. Ia tidak melihat ada aktivitas yang mencurigakan jadi ia memutuskan untuk kembali ke dalam mobilnya yang terparkir agak jauh dari rumah Kim, berniat kembali keesokan harinya.

Siapa sangka di depannya berdiri dua pria bertubuh tambun memakai pakaian serba hitam, kacamata hitam, dan di telinganya terpasang kabel yang sepertinya tersambung dengan seseorang dari jarak yang sangat jauh.

"Kami melihatmu sejak kemarin. Mengendap-endap dan mencari berita murahan, eh?!"  Oh! Dia sepertinya anak buah Kim.

"Apa yang kau dapatkan?"  Dia kembali bertanya dan Jeonghan menggeleng panik.

"Lihat tanda pengenalnya,"  pria di sebelahnya melipat tangan di depan dada dan menyeringai. "Seorang detektif untuk kantor pemerintah, eh?"

Jeonghan ingin menggeram dan mengatakan bahwa yang benar itu penulis jurnal, bukan detektif! Dan ia sama sekali tidak memiliki kepentingan apapun dengan dua orang di hadapannya saat ini.

"West Coast Bureau Intelligence,"  pria yang tadi bicara lebih dulu segera menarik lepas tanda pengenal yang terkait di saku blazer Jeonghan dan mengamati foto serta profilnya. "Yoon Jeonghan, eh? Apa kau memiliki hubungan darah dengan Chief Yoon?"

Jeonghan ingin menggeleng karena tidak ingin Ayahnya ikut terbawa dalam kasus ini. Tapi lagi-lagi tubuhnya terlalu mati rasa. Dan pria lainnya menyisipkan tangannya ke dalam jas hitam yang ia kenakan, mengeluarkan pistol kecil berwarna abu-abu dan Jeonghan terlalu terkejut saat dia tiba-tiba saja menarik pelatuknya. Begitu cepat, Jeonghan bisa mendengar bunyi memekakkan telinga sebanyak empat kali. Ia bisa merasakan tubuhnya seperti dilempar ke belakang, dan pria pertama maju lalu berlutut di sebelahnya.

"Kami tidak ingin membunuhmu karena kami dilarang melakukan itu. Kami hanya ingin memberimu pelajaran, dan sekaligus peringatan untuk BI serta Chief Yoon agar berhenti memata-matai bos kami. Tuan Kim tidak terlibat dalam kasus kematian Park."  Mereka berdua tersenyum meremehkan dan pria kedua mendaratkan kakinya di atas lengan Jeonghan.

Jeonghan tidak bisa mendengar atau melihat apapun lagi setelahnya.

Gelap. Semuanya gelap, Jeonghan hanya bisa mendengar mereka berdua mengucapkan kalimat "ayo pergi. Biarkan mereka menemukannya disini sebagai bentuk peringatan dari kita" sebelum ia kehilangan kesadaran.


WORLD | JEONGCHEOL COUPHANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang