PROLOG

114K 2.1K 84
                                        

Selamat membaca dan tetaplah tersenyum

~ RETROUVAILLES ~

~ RETROUVAILLES ~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Uhuk! Uhuk!

Dengan mata yang dipenuhi air mata, Jean terus menatap bundanya yang terbatuk-batuk lemah di atas ranjang rumah sakit. Wajah wanita tua itu tampak pucat, napasnya tersengal, namun tangannya masih berusaha menggenggam tangan Jean.

"Jean, jika Bunda sudah tidak ada, Bunda titip 1 pesan, ya, sama kamu?" ujar wanita berwajah pucat tersebut sembari terus memegangi tangan sang putri yang sedang berdiri di sampingnya.

Jean menunduk, berusaha menahan tangisnya yang terasa menyesakkan dada. Namun, air matanya tetap saja jatuh tanpa permisi hingga membasahi pipinya. Jemarinya balas menggenggam tangan sang bunda lebih erat, seolah dengan begitu ia bisa menahan waktu agar tidak berjalan lebih cepat. "Pesan apa, Bunda?"

"Bunda minta agar tanah di samping rumah kita jangan dijual, ya?"

"K-kenapa, Bunda?"

"Itu bukan tanah kita. Itu tanah punya tetangga."

Jean yang sedang menangis sesenggukan lantas langsung menatap sang bunda dengan pandangan datar.

"Dan satu hal lagi. Mulai sekarang, marga Atmaja akan berada di belakang nama kamu."

Gadis berusia 17 tahun tersebut mengerjap berulang kali, tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh bundanya barusan.

"Kenapa, Bunda?"

"Karena papa kamu adalah Nathaniel Atmaja," jawab sang bunda sambil mengusap kepala Jean dengan lembut. Ia tersenyum tipis melihat wajah kebingungan putrinya.

Jean yang tak mengerti dan masih merasa sangat kebingungan lantas mengusap kembali air matanya. "Tapi, Bunda, bukannya aku nggak punya pa-"

Tiiit ... tiiit!

Seketika iris coklat milik gadis berambut panjang tersebut langsung melotot kaget ketika melihat bundanya yang tiba-tiba sesak nafas.

Beberapa dokter dan perawat mulai masuk ke dalam ruang inap sambil membawa alat-alat medis di tangan mereka.

Sementara Jean, gadis itu terduduk di lantai karena tak kuasa melihat keadaan sang bunda. Tubuhnya bergetar hebat dengan kaki yang sangat lemas sampai tak mampu menopang tubuhnya sendiri.

~ RETROUVAILLES ~

Jean Willona

Halo, aku mau bilang untuk tidak membawa cerita lain ke cerita ini, dan jangan membawa cerita ini ke cerita lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halo, aku mau bilang untuk tidak membawa cerita lain ke cerita ini, dan jangan membawa cerita ini ke cerita lain.

Untuk yang sebelumnya sudah membaca cerita Retrouvailles, tolong jangan memberikan spoiler agar para pembaca baru bisa menikmati cerita ini.

Terimakasih atas perhatiannya. Lupyu

RETROUVAILLESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang