Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh? Zidan? Kamu sudah pulang?"
Zidan yang tengah berjalan masuk ke rumah dengan seragam amburadul sontak menoleh, menatap sang mama yang terlihat kaget dengan kehadirannya.
"Sudah, Ma," jawab Zidan singkat.
Saat Zidan hendak kembali melangkah menaiki tangga, lagi-lagi terdengar suara Rosa yang membuat remaja laki-laki itu menghentikan langkahnya.
"Mama tidak melihat, Jean pulang bersama kamu. Jean di mana?" tanya Rosa karena tidak melihat adanya sosok Jean di belakang Zidan.
Zidan menghela nafas kasar. "Nggak tahu, aku lupa."
"APA?! KAMU LUPA SAMA JEAN?!"
Zidan mengacak-acak rambut ikalnya saat melihat tatapan Rosa yang begitu marah. "Ma, aku lupa kalau sudah ada Jean yang sekarang ikut sama aku. Lagipula kenapa anak pungut itu malah harus ikut sama aku? Nyusahin banget."
Rosa mendengus pelan. Ia tidak habis pikir dengan kelalaian putra bungsunya itu. Bagaimana bisa Zidan sampai lupa menunggu Jean di sekolah, padahal jam pulang mereka sudah lewat dua jam yang lalu?
"Kenapa, Ma?" tanya Yohan yang juga baru saja tiba di rumah setelah pulang dari kampus.
Rosa menoleh ke arah putra keduanya. "Zidan malah lupa menunggu Jean di sekolah. Padahal mereka seharusnya pulang bersama karena Jean belum tahu jelas alamat rumah ini dan belum menyimpan kontak kita."
Mendengar itu, Yohan langsung terkejut. Ia melirik jam tangannya-sudah menunjukkan pukul empat sore. Seharusnya Jean dan Zidan sudah berada di rumah sejak dua jam yang lalu.
"Zidan, lo gila, ya?!" seru Yohan, ikut marah.
Zidan yang sudah malas dimarahi malah menyelonong begitu saja memasuki kamarnya di lantai dua, tepat di sebelah kiri kamar Jean. Di sebelah kanan kamar Jean adalah kamar Zehan, dan sebelah kamar Zehan adalah kamar milik Yohan.
"Dasar anak gila. Bisa-bisanya dia malah ninggalin Jean sendirian di sekolah." Yohan tampak masih mengoceh di bawah sambil berkacak pinggang.
"Sudah, Yohan," ucap Rosa menenangkan. "Sekarang kamu coba telepon Zehan dan minta dia menjemput Jean di sekolah."
°°°°°
Jean menepuk nyamuk yang menggigit lengannya.
Sudah hampir tiga jam gadis cantik berambut panjang itu berjongkok di samping pos security sekolah sambil menunggu jemputan. Berharap Zidan akan kembali dan menjemputnya.