BAB 3

46.3K 1.7K 17
                                        

BAB 3
SHOPPING

"Impian kamu apa?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Impian kamu apa?"

"Jean mau jadi putri yang tinggal di kerajaan, Bunda. Jadi putri orang kaya yang punya rumah besar banget biar bisa beliin apa aja yang Jean mau."

"Ya sudah, nanti Bunda usahakan biar harapan kamu itu terkabulkan, ya?"

Jean tersenyum mengingat kenangan itu saat usianya masih 8 tahun.

Dulu ia pernah meminta dan berharap agar menjadi seorang putri dari keluarga kaya raya. Sekarang impiannya itu benar-benar sudah terkabulkan.

Di Minggu pagi yang cerah, Jean tampak tersenyum sambil memandangi Nathaniel, Zehan, Yohan, dan Zidan yang sedang bermain biliar di lantai tiga.
Ruangan tersebut memiliki dinding kaca yang mengelilingi hampir seluruh sisinya, sehingga Jean yang sedang berada di halaman rumah dapat melihat mereka dengan jelas dari bawah.

Setelah tiga hari tinggal di rumah keluarga Atmaja, Jean semakin dibuat kagum oleh ketiga kakaknya. Selain memiliki wajah yang tampan, mereka juga dianugerahi postur tubuh yang tinggi dan tegap. Ke mana pun mereka pergi, rasanya sulit untuk tidak menarik perhatian orang-orang di sekitar.

Tak jarang Jean bertanya-tanya dalam hati bagaimana satu keluarga bisa memiliki gen yang begitu sempurna?

"Jean," panggil seseorang yang membuat Jean menoleh ke arah pintu.

Jean menatap Rosa yang kini tersenyum kepadanya dengan penampilan wanita itu yang sudah rapi dan elegan.

"Iya, Ma? Ada apa?"

"Ayo, kamu sudah siap untuk pergi beli seragam sekolah, kan?" ajak Rosa seraya mengulurkan tangannya.

"Aku sudah siap, Ma." Jean tersenyum. Ia menatap penampilannya dari atas sampai bawah yang memang sudah rapi dengan menggunakan crop top hitam dan celana jeans panjang. Tas berwarna biru yang senada dengan celananya, dan juga sepatu kets berwarna putih. Jangan lupakan juga rambut panjangnya yang terurai agar lebih simpel.

Jean cukup tahu tentang fashion dan bergaya. Kehidupannya sebelum tinggal di rumah ini memang bisa dibilang tidak kekurangan maupun tidak kelebihan. Ia hidup berkecukupan karena bundanya yang bekerja.

Saat Jean hendak meraih tangan Rosa, tiba-tiba saja terdengar suara dari lantai 3 yang sangat keras memanggil mereka berdua.

"MAMA! MAMA MAU KE MANA?!" tanya Nathaniel dengan berteriak kepada Rosa.

RETROUVAILLESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang