BAB 16

30.7K 1.2K 48
                                        

BAB 16
AJARAN ZIDAN

Hari ini adalah tanggal merah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini adalah tanggal merah. Semua orang menghentikan aktifitasnya dan tinggal di rumah untuk beristirahat.

Sementara itu, Jean yang sudah rapi turun melewati anak tangga satu persatu. Ketika tiba di depan pintu, iris cokelatnya menyaksikan keluarga Atmaja yang sudah berkumpul di halaman rumah sambil menikmati teh di pagi hari.

Jean menghampiri mereka, lalu duduk di antara Yohan dan Zidan. Ia memainkan ujung bajunya dengan raut wajah yang tampak ragu seolah ingin mengatakan sesuatu.

Rosa yang menyadari perubahan sikap putrinya langsung tersenyum lembut. "Ada apa, Jean? Dari tadi Mama lihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu."

"Aku mau ngomong, Ma," ujar Jean pelan, sangat pelan.

Nathaniel meletakkan cangkir tehnya di atas meja. "Kamu mau ngomong apa?"

Jean menarik napas sebelum akhirnya memberanikan diri. "Aku mau belajar bawa kendaraan. Selama ini aku ngerasa sering ngerepotin. Berangkat sekolah harus diantar, pulangnya dijemput. Kalau nanti aku sudah bisa bawa kendaraan sendiri, Kakak-kakak juga nggak perlu repot lagi."

Nathaniel dan Rosa saling berpandangan sebelum tersenyum tipis.

"Boleh, kamu mau belajar apa dulu? Motor atau mobil?" tanya Nathaniel.

Jean tampak berpikir sejenak, mempertimbangkan kendaraan yang menurutnya lebih gampang ia gunakan. "Motor aja, Pa"

"Kenapa motor?" tanya Nathaniel.

"Karena motor lebih gampang dibawa ke mana-mana."

Nathaniel mengangguk pelan. "Kalau begitu, di antara Zehan, Yohan, dan Zidan, siapa yang mau mengajari Jean?" tanyanya sambil menatap ketiga putranya.

Belum sempat ada yang menjawab, Jean sudah lebih dulu menoleh ke samping. Pandangannya tertuju pada Zidan yang sejak tadi sibuk menyeruput teh tanpa terlihat tertarik ikut berbicara.

"Kak Zidan aja."

Zidan hampir tersedak mendengar namanya disebut. Ia langsung menoleh dengan wajah datar. "Gue?"

Jean mengangguk cepat. "Iya, karena Kak Zidan paling sering naik motor."

"Nggak mau." Zidan menjawab dengan begitu cepat hingga membuat senyum Jean langsung menghilang.

"Loh, kenapa?"

"Ribet."

"Cuma ngajarin bentar aja kok, Kak."

RETROUVAILLESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang