Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di malam yang sunyi dan hening ini, Jean terlihat sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton film. Sesekali gadis itu menghela napas karena merasa bosan.
Zidan entah pergi ke mana, Yohan masih belum pulang dari kampusnya, dan orang tuanya masih berada di Singapura. Hanya Zehan saja yang berada di rumah bersamanya.
Saat mendengar suara langkah kaki, Jean pun menoleh ke arah tangga. Di sana, Zehan terlihat menuruni satu per satu anak tangga dengan rambut yang basah seperti baru selesai mandi. Jangan lupakan juga handuk berwarna putih yang melilit pinggangnya.
"Waww, it's amazing," gumam Jean terpesona melihat roti sobek di badan sang kakak. Tinggi, tegap, putih, dan atletis. Sungguh, Jean merasa bahwa Zehan adalah yang tersempurna di antara yang lainnya.
Jika dibandingkan dengan Zidan, mungkin Jean dapat mengatakan bahwa Zehan adalah idaman para wanita, sementara Zidan adalah idaman Polsek.
"Ayla," panggil Zehan seraya menghampiri Ayla di dapur yang sedang menyiapkan makan malam. Jean pun menyempatkan untuk mengintip ke belakang sofa dan melihat mereka.
"Iya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?"
"Tolong setrika kemeja gue yang warna hitam. Kemejanya sudah gue simpan di atas ranjang," ujar Zehan yang segera dilaksanakan oleh Ayla.
Namun sebelum pergi, Ayla terlihat mengatakan sesuatu dengan suara yang sangat pelan. Jean tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi ia sempat melihat ekspresi Ayla yang tampak sedih dan memelas. Yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah ketika Zehan mengangkat tangannya lalu mengusap lembut rambut Ayla.
Seketika mata Jean membulat sempurna. Ia hampir mengira dirinya sedang berhalusinasi. Zehan yang galak itu ternyata bisa bersikap selembut itu kepada seseorang.
Saat Ayla sudah naik ke lantai dua, Jean langsung mengalihkan perhatiannya kepada Zehan yang masih berdiri di dapur. Lelaki itu tampak santai sambil membuka kulkas dan mencari sesuatu di dalamnya.
"Kak Zehan mau pergi, ya?" tanya Jean penasaran.
Zehan hanya melirik sekilas tanpa memberikan jawaban. Sikap dinginnya itu membuat Jean mendengus kesal. Gadis itu lalu bangkit dari sofa dan menghampiri Zehan.
"Kak Zehan mau pergi ke mana? Ikut, dong. Aku bosan di rumah terus," pinta Jean dengan ekspresi melas, berharap Zehan akan berbelas kasih dan membawanya juga ke mana pun dia pergi.
"Acara nikahan," jawab Zehan. Tangannya bergerak mengambil sebuah minuman kaleng di dalam kulkas.
Mendengar jawaban itu, wajah Jean yang semula lesu seketika berubah berbinar. "Nikahan?" ulangnya antusias. Daripada menghabiskan malam di rumah tanpa melakukan apa-apa, tentu datang ke pesta pernikahan terdengar jauh lebih menyenangkan.