BAB 13

29.7K 1.3K 17
                                        

BAB 13
RUMAH SAKIT

Setelah mengambil obat-obatan untuk Zidan di apotek rumah sakit, Jean berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang dipenuhi aroma obat-obatan dan cairan disinfektan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah mengambil obat-obatan untuk Zidan di apotek rumah sakit, Jean berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang dipenuhi aroma obat-obatan dan cairan disinfektan. Langkahnya terlihat sedikit sempoyongan setelah semalaman hampir tidak memejamkan mata.

Saat melewati deretan ruang rawat inap VIP, Jean menyipitkan matanya ketika melihat sosok yang sangat ia kenal berjalan mendekat ke arahnya.

"Gimana kondisi Zidan?" tanya Zehan begitu sampai di hadapan Jean.

Jean menggeleng pelan. "Dia masih belum sadar, Kak."

Zehan menganggukkan kepalanya. Ia melirik pintu rawat inap adiknya yang semalam dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan di arena balap.

"Mama, Papa, dan Kak Yohan nggak datang, Kak?" tanya Jean, masih dengan pakaiannya semalam tanpa menggunakan alas kaki, sementara Zehan terlihat sangat rapi dengan menggunakan kemeja dark grey dan celana kain hitam.

"Yohan ke kampus dulu, habis itu baru nyusul ke sini. Mama sama Papa masih di jalan." Zehan lalu menatap Jean dari ujung kepala hingga kaki. Melihat penampilan adiknya yang berantakan, ia langsung tahu bahwa Jean belum sempat membersihkan diri sedikit pun. "Nanti kalau Yohan sudah datang, lo ikut pulang aja sama dia. Biar Mama sama Papa yang gantian jagain Zidan."

Jean mengangguk pelan. Sejujurnya tubuhnya sudah sangat lelah karena belum beristirahat sejak semalam. Yang diinginkannya saat ini hanyalah mandi air hangat lalu merebahkan diri di atas kasur yang empuk.

Zehan kemudian membuka pintu kamar VIP tempat Zidan dirawat. Ia melangkah masuk terlebih dahulu, disusul Jean yang berjalan pelan di belakangnya.

Iris kelabu milik Zehan menatap sosok sang adik yang masih terbaring di atas ranjang dengan mata terpejam.

"Bersih-bersih dulu sana," suruh Zehan.

Alis tebal Jean hampir menyatu saat lelaki berambut blonde itu menyodorkan sebuah paper bag kepadanya. Jean pun menerima paper bag tersebut dengan perasaan bingung. Kebingungan Jean semakin bertambah ketika melihat pakaiannya yang berada di dalam sana.

Termasuk pakaian dalamnya.

"Kak, ini... "

"Itu Ayla yang siapin," jelas Zehan, membuat Jean akhirnya paham.

Hampir saja Jean berburuk sangka kepada kakak pertamanya. Lagipula mustahil seorang Zehan Grafik Atmaja yang dikenal sebagai sosok yang acuh, tegas, dan berwibawa malah menyiapkan pakaiannya terutama pakaian dalam? Tidak masuk akal.

RETROUVAILLESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang