Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit, akhirnya Zidan diperbolehkan pulang.
Bukan karena kondisinya sudah benar-benar pulih, melainkan karena lelaki itu terus-menerus memaksa dokter agar mengizinkannya pulang. Meski dokter masih menyarankan rawat inap beberapa hari lagi, Zidan tetap bersikeras. Pada akhirnya, dokter menyerah dan mengizinkan kepulangannya dengan syarat ia tetap menjalani perawatan di rumah, mengonsumsi obat secara teratur, dan tidak melakukan aktivitas berat.
Sayangnya, keputusan itu justru menjadi awal penderitaan bagi Jean.
"JEAN! CEPETAN, GOBLOK! AMBILIN GUE MINUMAN!"
Suara teriakan Zidan menggema dari lantai dua hingga ke seluruh rumah.
Jean yang sejak tadi duduk di sofa kamar Zidan sambil menemani lelaki itu hanya bisa mengembuskan napas panjang. Sejak Zidan pulang beberapa jam yang lalu, hampir tidak ada satu menit pun dirinya bisa duduk tenang. Baru saja diminta mengambil bantal, kemudian mengambil obat, setelah itu mengambil ponsel, kini disuruh mengambil minuman.
Apa lelaki itu pikir dirinya tidak lelah?
Lagipula, kenapa harus dirinya yang terus disuruh? Bukankah di rumah ini masih ada Mama, Ayla, bahkan pelayan lainnya?
Dengan wajah ditekuk kesal, Jean akhirnya bangkit dari sofa. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia keluar dari kamar Zidan dan menuruni tangga menuju dapur.
Sesampainya di dapur, Jean langsung mengambil segelas air hangat lalu kembali menaiki tangga dan masuk ke kamar Zidan.
"Ini, Kak," ujar Jean menyodorkan segelas air hangat itu kepada Zidan.
Zidan mendengus kesal. "Gue bilang minuman, Jean budek! Gue nggak bilang air hangat." Zidan menatap gelas itu dengan wajah tidak suka. "Ambilin gue soda. Di kulkas ada."
"Kak Zidan nggak boleh minum soda. Nggak dibolehin sama dokter." Jean mencoba bersabar menghadapi kakaknya yang menyebalkan itu.
Zidan menatap tajam wajah Jean. "Bodo amat. Nyawa gue, badan gue. Kenapa dokter yang ngatur? Pokoknya gue mau soda. Sekarang."
"Kak Zidan, ihh. Nggak boleh minum soda," tolak Jean.
"Jean, gue bilang soda, goblok!"
"Nggak mau, nggak boleh!"
"Jean, gue maunya soda!"
"Nggak boleh, Kak Zidan. Kakak nggak boleh minum itu."
"Anak haram lo, anjing! Sok ngatur!"
Jean terdiam. Mulutnya terkunci saat mendengar perkataan Zidan barusan.