Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi aku anak di luar nikah, ya?"
Malam ini, Jean terlihat sedang berdiri di balkon kamarnya.
Pandangannya yang kosong seolah tidak memiliki semangat hidup sama sekali. Ia masih memikirkan percakapan Nathaniel dan Rosa yang tidak sengaja dirinya dengar kemarin malam.
Jean masih tidak menyangka bahwa dirinya adalah anak dari sebuah perselingkuhan.
Rasanya sangat berat menerima fakta itu. Berat sekali menerima fakta bahwa wanita yang selama ini ia hormati dan kagumi ternyata pernah menjadi selingkuhan di hubungan rumah tangga orang lain dan dirinya adalah bukti nyata dari perselingkuhan itu.
"Sial banget hidup aku," gumam Jean lesu.
Jean merasa bersalah kepada Rosa. Wanita itu sudah menerimanya dengan baik. Tidak pernah bersikap kasar, tidak pernah meninggikan suara, bahkan selalu memastikan kebutuhannya terpenuhi. Rosa memperlakukannya dengan lembut, seolah ia benar-benar bagian dari keluarga Atmaja.
Namun justru karena kebaikan itu, Jean merasa semakin tidak pantas berada di rumah tersebut.
"Apa aku pergi saja, ya, dari rumah ini?" gumam Jean lirih sembari menatap kosong ke arah langit.
BRUM!
Mendengar suara mesin motor sport yang dinyalakan, Jean pun sontak melirik ke bawah. Iris coklat gadis itu dapat melihat sebuah motor sport milik Zidan yang tengah dipanaskan di halaman rumah.
Malam minggu seperti ini, Zidan terlihat sudah rapi dengan menggunakan kaos hitam, celana jeans hitam yang robek di bagian lutut, jaket kulit hitam, dan sepatu kets putih. Jangan lupakan juga kalung rantai di leher lelaki itu.
"KAK ZIDAN!" teriak Jean dari balkon lantai dua, membuat Zidan yang sedang memanaskan mesin motornya langsung mendongakkan kepala.
"Tunggu aku, Kak!" teriak gadis itu sekali lagi yang kemudian buru-buru berlari ke bawah.
Jean sama sekali tidak menghiraukan Yohan yang hampir saja ia tabrak saat menuruni tangga.
"Kamu mau ke mana, Jean?" teriak Yohan dari belakang, suaranya terdengar panik ketika melihat Jean berlari tergesa-gesa hingga hampir kehilangan keseimbangan.
"Aku mau nyusul Kak Zidan," jawab Jean singkat sambil terus berlari.
Jean berhenti tepat di depan Zidan dengan napas yang masih terengah-engah. Rambut panjangnya sedikit berantakan akibat berlari menuruni tangga dan melewati koridor rumah tanpa berhenti.