Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini, Zidan masih belum bisa masuk sekolah.
Sudah dua hari terakhir Jean rela bolos hanya untuk mengurus kakak ketiganya itu. Mulai dari menyiapkan makan, membantu mengganti perban, sampai meladeni semua ocehan dan perintah Zidan yang seolah tak ada habisnya. Meski pagi tadi Zidan kembali mengamuk dan memaksanya tetap tinggal di rumah, Jean kali ini memilih untuk tidak menuruti keinginannya.
Ia sudah menyerah menjadi 'babu pribadi' Zidan.
Dengan seragam sekolah yang sudah rapi, Jean berdiri di teras depan rumah sambil memperhatikan Ayla yang sedang membersihkan kolam air mancur.
"Ayla, Mama sama Papa ada di mana?" tanya Jean.
Ayla menghentikan pekerjaannya sejenak. "Nyonya sedang pergi arisan sama sopir, sementara Tuan Nathaniel sudah berangkat ke kantornya."
Jean mengernyit. "Mama perginya sama sopir?" Ayla mengangguk, membuat Jean menghela napas.
Lantas, Jean akan pergi ke sekolah menggunakan apa? Mengingat jika Zidan sedang sakit dan sopir rumah tidak bisa mengantarnya.
"Tadi, Nyonya Rosa titip pesan. Katanya, kalau kamu mau pergi ke sekolah, kamu bisa minta Tuan Zehan untuk antarin kamu."
"Memangnya nggak boleh sama Kak Yohan aja?" tanya Jean. Entah kenapa, ia merasa jauh lebih nyaman berada di dekat Yohan daripada Zehan yang selalu memasang wajah datar.
Ayla menggelengkan kepalanya. "Tuan Yohan sudah berangkat ke kampusnya."
Dalam hati, Jean mencoba menghibur dirinya sendiri. Zehan memang tidak menyebalkan seperti Zidan yang hobi memerintah dan memakinya. Hanya saja, lelaki itu jauh lebih menyeramkan. Tatapannya yang dingin sering kali membuat Jean merasa kikuk.
Sesampainya di depan pintu kamar Zehan, Jean segera mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut. Seperti biasa, tak ada jawaban karena penghuninya masih tertidur pulas.
"Kak Zehan, aku masuk ya," sahut Jean seraya menerobos masuk ke dalam kamar sang kakak pertama.
Jean kemudian berjalan menghampiri Zehan yang sedang tertidur pulas di bawah selimut, lalu mengguncang pelan lengannya. "Kak, bangun, tolong antarin aku ke sekolah."