Tiba-tiba punya 3 kakak ganteng?
°°°°
Jean Willona. Gadis yang dibesarkan oleh seorang singel mother tanpa sosok ayah. Namun, saat bundanya meninggal, ia diberi tahu bahwa ternyata dirinya memiliki seorang ayah yang bernama Nathaniel Atmaja.
Jean pu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi hari menyapa kediaman keluarga Atmaja dengan sinar matahari yang hangat.
Para pelayan sudah mulai menjalankan pekerjaan masing-masing, sementara penghuni rumah bersiap memulai aktivitas mereka. Di tengah suasana yang seharusnya tenang itu, Yohan justru berjalan mondar-mandir di lantai dua dengan wajah kebingungan.
Sejak beberapa menit terakhir, ia mencari Jean ke berbagai sudut rumah, tetapi gadis itu sama sekali tidak ditemukan.
"Bagaimana, Yohan? Jean sudah ketemu?" tanya Rosa melihat Yohan sedang memeriksa kamar tamu.
Yohan menggeleng pelan sambil mengembuskan napas panjang. "Belum, Ma. Dia juga nggak ada di kamar tamu.
Rosa ikut menghela napas. Sejak tadi pagi ia juga sudah ikut mencari ke berbagai tempat, tetapi hasilnya tetap nihil. "Kalau begitu dia di mana? Mama sudah cari ke dapur, kamar mandi, rooftop, balkon, halaman, kolam, sampai garasi. Nggak ada sama sekali."
Yohan ikut berpikir. Tidak biasanya Jean menghilang tanpa memberi tahu siapa pun. Gadis itu bahkan selalu berpamitan jika hanya ingin turun ke dapur sekalipun.
"Ya sudah, Yohan. Kamu lanjut cari Jean, ya. Mama harus ikut Papa ke perusahaan," ujar Rosa sambil merapikan tas di tangannya.
Yohan mengangguk. "Iya, Ma. Hati-hati," ucapnya.
Rosa membalas anggukan itu sebelum berjalan meninggalkan kamar Jean. Kini hanya tersisa Yohan yang masih berdiri sambil memikirkan kemungkinan tempat lain yang belum ia periksa.
Setelah beberapa saat berpikir, Yohan memutuskan menuju kamar Zehan. Barangkali saja Jean sedang berada di sana.
Klek!
Pintu kamar Zehan terbuka perlahan. Begitu masuk, pandangan Yohan langsung tertuju pada Zehan yang baru selesai mandi. Lelaki itu berdiri di balkon kamar dengan handuk putih yang melilit pinggangnya.
"Apa?" tanya Zehan tanpa menoleh ke belakang.
"Jean ada di sini? Gue udah cari dia ke mana-mana, tapi nggak ketemu."
Zehan mengernyit begitu mendengar nama Jean. Ia akhirnya berbalik ke belakang dan melihat Yohan yang sedang berdiri di ambang pun kamarnya. "Jean nggak ada? Dia juga nggak ada di sini," jawabnya yang sontak membuat Yohan menghela nafas kasar.
"Ya udah, gue mau lanjut cari Jean dulu."
Baru saja Yohan hendak menutup pintu, suara Zehan kembali menghentikannya.