BAB 1

68.7K 2K 36
                                        

BAB 1
KELUARGA ATMAJA

BAB 1KELUARGA ATMAJA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Makassar, 21.15 WITA

Seorang gadis berambut panjang tampak duduk diam di kursi belakang sebuah mobil mewah yang melaju perlahan, dikemudikan oleh seorang sopir.

Gadis itu menoleh, menatap datar ke luar jendela. Di luar sana, jalanan kota Makassar tampak ramai-deretan motor dan mobil berlalu-lalang tanpa henti, seolah dunia terus berjalan seperti biasanya.

Namun, bagi Jean yang baru saja merasakan kehilangan seorang ibu, semuanya terasa berbeda.

"Bumi seramai ini, tapi kalau Bunda sudah nggak ada, rasanya tetap kosong," gumam Jean. Iris cokelatnya menatap nanar orang-orang di luar sana.

Mau seramai apa pun bumi, ketika satu-satunya tempat pulang telah hilang, maka yang tersisa hanyalah sepi yang menetap.

Jean kemudian menghela napas panjang sambil memejamkan mata. "Kenapa Bunda perginya cepat banget, sih? Minimal sempatin ninggalin warisan yang banyak kalau memang mau pergi... ini malah ngasih tahu kalau aku punya Papa."

Narnia, atau Bunda dari Jean, baru saja berpulang kemarin malam. Kini, gadis berambut panjang itu harus memulai kehidupan barunya bersama seseorang yang sempat disebutkan oleh almarhumah bundanya sebelum mengembuskan napas terakhir.

Jean tidak tahu apa-apa. Semuanya terjadi begitu cepat sejak kemarin. Selama ini, ia percaya bahwa dirinya tidak memiliki seorang ayah. Namun, sebelum mengembuskan napas terakhir, bundanya justru mengatakan bahwa ayahnya masih hidup-seorang pria bernama Nathaniel Atmaja.

Dan hari ini tanpa banyak penjelasan, seorang sopir yang mengaku sebagai utusan Tuan Nathaniel datang menjemputnya di rumah.

Jean adalah anak tunggal yang sejak lahir dibesarkan oleh bundanya seorang diri, tanpa kehadiran kerabat di sekitarnya. Wajar jika ia merasa bingung saat tiba-tiba diberi tahu bahwa dirinya memiliki seorang ayah.

"Nona Jean, kita sudah sampai di kediaman keluarga Atmaja," ujar Pak sopir memberitahu.

Jean yang semula melamun lantas menoleh, menatap sebuah rumah mewah yang menjulang tinggi di hadapannya. Rumah dengan desain klasik yang dikelilingi oleh pagar tinggi dan halaman yang begitu luas.

Bangunan itu tampak megah seperti istana dengan ukiran detail yang terlihat mahal dan berkelas. Taman di sekelilingnya tertata rapi, dipenuhi tanaman hias dan pepohonan yang terawat sempurna. Bahkan dari luar, rumah itu sudah memancarkan aura kemewahan yang terasa begitu jauh dari kehidupan yang selama ini Jean jalani.

RETROUVAILLESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang