Belajar Ikhlas

441 15 0
                                        

Semua akan berjalan sesuai alur yang sudah Allah buat. Kesedihan dan kebahagiaan itu sudah termasuk takdir hidup yang setiap hari manusia jalani.”
-Keikhlasan Cinta

Awas baperr!!!

----------------

Tidak ada manusia yang sempurna, hanya manusia satu-satunya yang memiliki kesempurnaan yaitu Nabi Muhammad Saw. Sebab, manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Tidak bisa dikatakan sempurna sedangkan ia memiliki banyak kekurangan. Sama halnya dengan pasangan hidup, mereka sama-sama memiliki kekurangan masing-masing, namun mereka disatukan agar melengkapi kekurangan tersebut. Pernah mendengar seseorang berkata, bahwa jangan pernah mengatakan bahwa pasanganmu itu banyak kurangnya, tapi katakanlah kepadanya bahwa ia memang ditakdirkan untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Bersyukur karena Allah telah memberikan pasangan yang sama-sama menerima dengan baik. Baik itu keluarga, dan pasangan kita sendiri.

Seperti kata Ning Imaz, “Bisa jadi jodoh itu cobaan. Kamu bersyukur dapet dia, dia bersabar dapet kamu.” Iya, entah kamu yang bersabar dapet dia, atau sebaliknya. Sama halnya dengan Gus Abhi, ia bersyukur dapet Saffa. Tapi bukan berarti Gus Abhi menyalahkan orang tuanya yang telah menjodohkannya. Justru karena itu ia jadi lebih banyak bersyukur.

Saat ini, Gus Abhi tengah membaca kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariq at-Ta’allum karya  Imam al-Zarnuji.

“Assalamualaikum” yang tadinya fokus dengan kitab, kini Gus Abhi mengalihkan pandangannya ke arah perempuan cantik yang sekarang sudah ada di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Saffa.

“Waalaikumussalam, udah selesai ngajinya?” tanya Gus Abhi lembut pada istrinya. Ya, Saffa memutuskan untuk ikut pengajian di Masjid bersama dengan uminya. Setiap malam Jum'at, memang Umi Farah mengadakan pengajian sekaligus yasinan para santri putri. Jika pengajian santri putra ba'da isya, berbeda dengan santriwati mengadakan pengajian di waktu sesudah sholat Dhuha. Setelah semuanya selesai sholat Dhuha, mereka diiring untuk mengikuti pengajian dan yasinan sekaligus. Dilanjutkan nanti malam acara Muhadoroh para santri, baik santri putra maupun putri.

“Alhamdulillah, udah mas. Ternyata, Saffa banyak gak taunya,” keluh Saffa pada suaminya. Ia duduk di samping Gus Abhi.

“Gapapa toh, nanti bisa belajar sama Mas, kalau kamu ada yang nggak paham bisa tanya sama Mas yah, sayang,” kata Gus Abhi membuat pipi Saffa memerah.

“Mas lagi baca kitab apa?” tanya Saffa menatap kitab yang dipegang suaminya itu.

Gus Abhi langsung menunjukkan kitab tersebut, “Ini namanya kitab Ta'lim al-Muta'allim, kitab yang harus ada di semua pesantren,” jawabnya.

Saffa mengangguk, “Oh, membahas tentang apa Mas?” tanyanya. Gus Abhi membenarkan posisinya menghadap Saffa, ia mulai menjelaskan kitab tersebut.

“Jadi kitab ini tuh membahas tentang adab-adab penuntut ilmu atau bisa dibilang murid sebagai kunci sukses dalam belajar.”

Saffa fokus menatap wajah suaminya, sedangkan Gus Abhi fokus menjelaskan. “Bukannya Mas sudah selesai pesantren, kenapa masih baca kitab ini?”

Pertanyaan istrinya membuat Gus Abhi gemas, lalu mencubit pipinya yang memerah.

“Sayangku, Mas juga seorang pelajar, sama kayak santri-santri lainnya, bedanya Mas itu kan anak Abi, jadi mas juga harus belajar lagi. Mau dengar cerita mas nggak?” tanya Gus Abhi lalu Saffa mengangguk dengan antusias.

Keikhlasan Cinta {Slow Update}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang