Surat Izin Menikah (SIM)

277 11 3
                                        

“Jika suatu saat, kamu tak lagi mencintaiku. Maka tolong, jangan biarkan aku bertahan dengan segala keadaan yang seperti ini.”

—Saffana Nasha Fawzia

••••

Perasaan yang sebelumnya menggebu-gebu, kini mulai pudar. Benar. Allah maha membolak-balikkan hati seseorang. Maka, jangan pernah menaruh seseorang dalam hati. Tapi, simpanlah ia dalam doa. Karena doa adalah sebuah ikhtiar yang mustahil Allah tidak kabulkan. Pasti Allah kabulkan, jika memang ia takdirmu.

Seperti halnya dalam rumah tangga, jika di dalam rumah tangga sudah tidak ada rasa cinta, bukan berarti rumah tangga yang sudah di bangun dihancurkan begitu saja. Tidak. Kita hanya perlu memupuk rasa cinta kita kepada Allah dan rasul-nya. Cintai Allah melebihi dari apapun. Dan cintai makhluk sewajarnya saja, jangan sampai melebihi cintamu kepada sang pencipta.

Jika kita melibatkan Allah dalam segala hal, apapun masalahnya akan terasa ringan dipikul. Beban yang terasa berat, akan terasa ringan jika kita melibatkan Allah dalam segala hal.

Saffa baru saja menyelesaikan sholat isya, perempuan itu membereskan mukenanya. Setelahnya duduk di pinggir kasur miliknya, perasaan yang entah mengapa akhir-akhir ini berubah. Perasaan kepada suaminya berubah menjadi hambar. Mungkin karena masalah yang ada di dalam rumah tangga mereka. Saffa akan berusaha untuk memupuk rasa cinta kepada suaminya meskipun perlahan rasa itu mulai pudar.

Sampai saat ini, sang suami belum pernah bertemu dengannya. Sudah hampir dua Minggu, suaminya tak pernah menjemputnya. Saffa mengira bahwa suaminya itu akan mengunjungi rumah Papanya dan menjemputnya untuk kembali ke pondok pesantren, namun kenyataannya. Suaminya tak pernah ada kabar lagi, ia berusaha menahan sesak dalam dadanya.

Air mata yang sedari tadi ia tahan, kini luruh membasahi kedua pipinya. Isak tangis yang mulai terdengar, begitu menyesakkan dada. Saffa hanya ingin kepastian dalam rumah tangga ini. Kalau memang Gus Abhizar sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangga mereka, kenapa Gus Abhizar tidak bicara saja langsung kepada Saffa. Kenapa harus melalui surat yang beberapa hari lalu ia dapati melalui kurir.

To : Saffana Nasha Fawzia

Maaf, kalau selama ini tak pernah kasih kabar ke kamu.
Maaf, karena sudah membuat kamu pergi untuk menenangkan diri.

Saffa, sebenarnya aku tidak ingin mengirim surat ini ke kamu, namun keadaan memaksaku untuk benar-benar mengirim surat ini.

Sebelumnya, aku meminta maaf dengan sebesar-besarnya kepada kamu. Maaf kalau aku sudah menyakiti hatimu. Maaf sudah menyakiti hati kedua orang tuamu dan kedua adikmu.

Dari awal aku memintamu, aku sudah berjanji untuk tidak menyakitimu. Namun, aku justru melanggar janji itu. Aku menyakitimu. Aku terima jika kedua orang tuamu marah atau melampiaskan amarahnya kepadaku, aku akan terima.

Saffana ...

Maaf beribu maaf telah aku ucapkan. Saat ini, aku nggak punya pilihan lagi. Awalnya memang aku tidak ingin berpoligami, aku juga sudah berjanji kepadamu, ‘kan? Bahwa aku tidak ingin berpoligami. Itu janjiku dulu.

Sayang ... Hari ini, aku meminta izin kepada kamu sebagai istri pertamaku. Untuk mengikhlaskan suamimu ini menikah lagi. Boleh kan aku menikahi Sakilah? Kamu juga yang menyuruhku untuk menikah dengan gadis itu? Apakah sekarang masih berlaku? Tapi kalaupun kamu tidak setuju, aku akan tetap terpaksa menikah dengan gadis itu ...

Panjang ceritanya, nanti kalau kamu sudah kembali ke pondok, aku akan menceritakan semuanya. Aku mohon ridho dan keikhlasan hatimu untuk aku menikah lagi ...

Aku mencintaimu wahai istriku ❤️

Ttd
Muhammad Abhizar Al Birru

Tetes demi tetes air mata membasahi pipinya, hidungnya yang mancung sudah memerah. Sakit sekali saat membaca surat dari suaminya. Harusnya Saffa bahagia karena suaminya akan menikah lagi, sebab dia juga yang menyuruhnya untuk menikah lagi, bukan?

Tapi, hatinya justru sakit. Apalagi setelah baca surat itu. Dadanya semakin sesak. Tangannya mengepal, meremas kuat surat tersebut.

“Mas, ternyata ikhlas itu nggak mudah. Aku dengan mudahnya menyuruh kamu untuk menikah lagi, tapi setelah aku baca surat kamu, justru aku sakit, sakit banget, mas ... Hiks .., aku menyesal telah menyuruhmu menikah lagi. Karena pada kenyataannya, aku nggak benar-benar bisa lihat kamu bersama perempuan lain.”

Benar apa kata Zaara dan Qia, Saffa tidak benar-benar bisa ikhlas untuk menjadi istri pertama. Ia rapuh. Belum melihat suaminya mengucapkan ijab qobul bersama perempuan lain saja hatinya sakit begitu, apalagi kalau melihat langsung? Apakah Saffa akan kuat?

***

Para santri tengah menyiapkan pernikahan dari Gus pemilik pondok pesantren ini. Pernikahan yang akan dilaksanakan seminggu lagi itu membuat santri bergotong royong dalam menyiapkan pesta pernikahan itu. Mulai dari mendirikan tenda yang sedang dirangkai bersama tim WO, santri putra membantu mengangkat tenda tersebut, ada yang membantu mendekorasi rumah kyai mereka, bahkan sampai menghias kamar pengantinnya. Sedang, santriwati tengah sibuk di dapur untuk memasak, ada yang membantu membeli perlengkapan seserahan pernikahan, ada juga yang membantu mendekorasi ruangan ndalem.

Hari ini dan beberapa hari ke depan, pondok pesantren mereka akan di sulap menjadi sebuah kerajaan yang terdapat singgasana didalamnya. Mereka disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Berbeda dengan keluarga kyai. Mereka tengah berkumpul di ruang keluarga tanpa adanya calon pengantin pria. Disana sudah terlihat ada kyai pemilik pondok pesantren, ada juga calon besan yang beberapa hari lagi akan menjadi besan sungguhan. Perempuan cantik dengan jilbab pashmina nya juga terlihat sangat bahagia, senyum perempuan itu tak pernah luntur.

“Bagaimana, nak? Apakah kamu senang?” pertanyaan keluar dari bibir kyai.

“Alhamdulillah, Abi. Saya senang sekali,” jawabnya penuh keyakinan.

“Alhamdulillah, kalau begitu. Seminggu lagi pernikahan kalian akan terlaksana, Abi berharap acara ini berjalan dengan lancar dan baik,”

***

Tangerang, 26 April 2025

Hallo, Assalamualaikum? Gimana kabarnya? Sehat kan??

Gimana pada nungguin aku update nggak nih? Hehe , kayaknya nggak deh.

Maaf yaa updatenya lamaaa, karena aku update sesuai mood. Makanya kalian kasih aku semangat terus buat update dong😩😩 maaf agak maksa yaa😁🙏 tapi beneran deh vote sama komen kalian itu bikin aku semangat lagi nulisnya hehe. Makasih yah udah setia sama aku, eh maksudnya cerita aku yang ngga jelas ini ....

Tandai kalo ada typo!

Keikhlasan Cinta {Slow Update}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang