Menenangkan diri

298 15 2
                                        

"Jangan pernah menyerah untuk terus berbuat baik, karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan Allah balas."

•Keikhlasan Cinta•

Siapin tissue sebelum baca ya gaes, karena part ini mengandung bawang.



Seseorang tengah duduk diatas kursi ruang kerjanya itu sembari menyesap kopi. Laptop di depannya baru saja ia matikan. Tangan kekarnya memijit kepala yang sedikit pusing. Sudah beberapa hari ini dia mendiamkan sang istri, lelaki itu ialah gus Abhizar. Ia punya alasan untuk mendiamkan istrinya, sebab ia tak ingin mendengar perkataan sang istri yang menginginkannya untuk menikah lagi. Mungkin laki-laki lain senang ketika mendapatkan istri yang menyuruhnya menikah lagi, tapi Gus Abhizar tidak. Ia justru sangat marah dengan sikap yang diambil oleh istrinya.

Ada banyak cara untuk mendapatkan surga, bukan dengan cara poligami. Ia yakin, bahwa dengan cara lain pun dia akan bisa membimbing istrinya. Dengan cara apapun, selain poligami. Kini, Gus Abhizar menjadi lebih cuek, pendiam dan jarang tersenyum sekarang.

Dia juga masih ingin mencari tahu penyebab kebakaran pesantren At Taqwa, sebab ia merasa ada hal yang janggal. Dari kejadian kebakaran itu, entah mengapa sang istri justru tiba-tiba memberikan izin kepadanya untuk menikah dengan Sakilah. Sepertinya ada yang tidak beres dengan sikap istrinya. Sebelumnya, Ning Saffa tidak seperti itu, bahkan ia sangat takut ketika suaminya menikah lagi. Mereka juga sudah membuat janji untuk selalu bersama dalam keadaan apapun. Ning Saffa yang menginginkan rumah tangganya harmonis, damai dan tentram membuat Gus Abhizar berjanji tidak akan mengkhianati cinta mereka. Lelaki itu berjanji untuk tidak menikah lagi, bahkan setelah kematian itu tiba. Gus Abhizar tidak akan melakukan itu. Namun sekarang ia harus dihadapkan dengan sikap istrinya yang seakan-akan ikhlas berbagi suami.

Gus Abhizar yakin, bahwa istrinya itu tidak benar-benar ikhlas. Mungkin bibirnya bisa berucap ikhlas, namun hatinya belum tentu bisa.

"Dek .., mas cuma nggak mau rumah tangga yang udah kita bina ini hancur hanya karena keinginan kamu," tak terasa air matanya menetes membasahi pipi. Dengan segera Gus Abhizar menghapusnya.

"Maafin mas, yang belum bisa jadi suami yang sempurna, mas masih banyak salahnya, sebenarnya sakit mendiamkan kamu seperti ini, hiks ... Tapi mas nggak punya cara lain selain mendiami kamu,"

Seorang Abhizar menangis terisak sendirian di ruangan kerjanya. Tak ada siapapun yang melihat kecuali Allah. Baru kali ini Gus Abhizar menangis terisak hingga membuat dadanya sesak.

Sungguh, ia bukannya tega yang mendiami istrinya, namun sikap apa yang harus diambil. Untuk menerima semuanya, Gus Abhizar tidak mau dan tidak akan mau.

***

Dalam pernikahan itu mungkin akan ada banyak ujian yang akan di hadapi, dari berbagai ujian itulah Allah menguji keimanan seseorang, apakah dia mampu bersabar atas apa yang Allah berikan, atau justru dia menyerah.

Ada yang diuji dengan harta, ada yang diuji dengan mertua yang tidak menerimanya, ada yang diuji dengan suaminya atau istri, ada yang diuji dengan keluarganya sendiri, semuanya akan ada ujian masing-masing. Allah menaruhmu dalam setiap masalah, bukan tak sayang. Melainkan, itu tanda bahwa Allah sedang memperhatikan kita, Allah menyayangi kita. Dia sedang menguji seberapa besar rasa sabar dan ikhlas kita untuk menerima itu semua.

Keikhlasan Cinta {Slow Update}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang