✩‧₊°mᥲһᥲsіsᥕᥲ ; 005 ngambek 𓂃꙳⋆ ˖

424 24 0
                                    

"kenapa kaka ga ngehubungin aku? Aku khawatir tau ga sih" nada bicara hyunsuk memang datar, tetapi tangan nya tak bisa diam untuk memukuli dada jihoon.

"Ugh, udah dek, sakit ini." Jihoon terbatuk karena ulah sang istri kecilnya itu.

"Ngga mau, minta maaf dulu sama kasih penjelasan" hyunsuk masih memukuli dada bidang milik jihoon itu, "udahan dulu ini mangkanya mukulnya. Kaka minta maaf"hyunsuk mulai berhenti untuk memukuli dada jihoon. "Kenapa?! Alasannya apa!?" Tanya hyunsuk dengan nada tinggi.

"Kaka ga tau hp Kaka di mana, hp Kaka juga ke silent" jelas jihoon, "alasannya bagus ya".

"Kenapa kamu curiga sama kaka?" Jihoon menangkup pipi hyunsuk, "YA IYA LAH PAKE NANYA. LEPASIN GA !?" hyunsuk memberontak, "DIEM" jihoon membentak hyunsuk. "Diem atau Kaka cium!?" Ancam jihoon. "BAJINGANNN" hyunsuk lagi² memberontak.

Chu

Jihoon mencium bibir plum milik hyunsuk, hyunsuk masih saja memberontak bahkan ia enggan menerima ciuman dari jihoon. Jihoon menekan tengkuk hyunsuk yang berguna untuk memperdalam ciumannya itu. Tidak ada gairah sama sekali, hanya ciuman biasa.

Jihoon melepas ciumannya itu, terlihat benang Saliva dari bibir jihoon dan bibir hyunsuk. "Fuck you, park mesum jihoon!!" Hyunsuk mendorong jihoon hingga jihoon terhuyung ke belakang dan terjatuh.

Hyunsuk meninggalkan jihoon sendirian di ruang tengah itu, hyunsuk memasuki kamarnya sendiri dan menguncinya dari dalam. Jihoon tersenyum geli, apa-apaan tadi?.

Di balik pintu kamar hyunsuk, hyunsuk tersenyum-senyum sendiri. "Ahh ternyata jihoon itu good kisser ya?" Bisik pelan hyunsuk.

Pintu putih besar yang memiliki kesan mewah itu di ketuk 3 kali.

"Dek? Maafin Kaka dong" mohon jihoon dari luar kamar, "ga mau" balas hyunsuk, "kamu apa deh biar Kaka beliin" ucap jihoon yang membuat hyunsuk tersenyum lebar. "Mau sepedah motor yang kaya pas aku masi sma" ucap hyunsuk. "Iya, tapi jangan di buat balapan". Tak ada sahutan, yaa jihoon harap hyunsuk mengiyakan.

Sementara di dalam kamar hyunsuk memekik gembira karena jihoon mau membeli kan nya ia sepeda. Sepeda lama hyunsuk telah di buang oleh jihoon, ya karena ia terciduk oleh jihoon tengah melakukan perlombaan kecepatan motor alias balapan.

Hyunsuk tersenyum miring, ia mengambil handphone nya dan membuka salah satu group chat.

Hyunsuk tersenyum miring, ia mengambil handphone nya dan membuka salah satu group chat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hyunsuk merasa senang, akhirnya setelah 2 tahun hyunsuk bisa merasakan jati dirinya yang sebenarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hyunsuk merasa senang, akhirnya setelah 2 tahun hyunsuk bisa merasakan jati dirinya yang sebenarnya. Tetap saja hyunsuk masih merasa kesal dengan hyunsuk. "Ahh laper deh" ucap hyunsuk pelan, "makan dong sayang" "AAAAAAAA".

Bugh

Hyunsuk dengan cepat langsung memukul orang tersebut, "akhh sakit" gaduh orang itu. "Eh maaf ka" sesal hyunsuk.




TBC

22.7.23 :: D/P
6.6.24 :: REVISI




















Mahasiswa • hoonsuk Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang