Flora-Fauna sudah terbit di Firaz Media Publisher. Untuk pembelian, bisa langsung ke Shopee Firaz Media Publisher atau klik link yang ada di bio instagram @wattpad.kamasya
Dalam kisah yang sarat emosi ini, dua saudari kembar, Fauna dan Flora, berjua...
WARNING! 1900+ KATA, BIJAK DALAM MEMBACA. BIASAKAN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMEN KALIAN, KARENA SANGAT BERHARGA BUAT KAMAS, YA!
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN SOSMED DI BIO WP AKU YA, UDAH KU TARUH SEMUA DISANA. SIAP UNTUK PENUHI PARAGRAF? HAPPY READING.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
14. I HOPE YOU OKE, NA!
Pelajaran PJOK sudah menguras waktu dua jam lebih karena banyak murid yang susah diatur oleh Pak Putra. Walau olahraga kali ini cukup membosankan, namun Fauna masih bisa berkeringat dan mengikutinya dengan baik. Pak Putra kembali meniupkan peluitnya hingga terdengar nyaring sampai murid di dekat pagar sekolah.
"Anak-anak, kumpul di sini dulu!" titahnya. Mendengar itu, semua murid segera mempercepat langkah mereka untuk mempersingkat waktu ini.
"Terimakasih untuk pembelajaran PJOK kali ini, untuk murid yang tidak masuk sekarang, nanti coba kalian infokan supaya minggu depan sudah masuk. Masa baru awal kelas gini udah gak hadir aja." jelas beliau.
Pak Putra mulai mencatat beberapa pelajaran yang didapat saat olahraga tadi pada jurnal kelas. Fauna yang berdiri di sebelahnya menerima jurnal tersebut yang sudah diberikan.
"Makasih ya Fauna, udah mau bantuin bapak."
Fauna tersenyum. "Iya Pak, terimakasih kembali. Bisa Fauna balikin langsung ya, Pak?"
Pak Putra mengangguk. "Sekalian bapak bubarin dulu kelas ini, ya. Kamu bisa duduk dulu." Fauna mengiyakan apa yang Pak Putra katakan.
Bunyi peluit Pak Putra terdengar kembali. "Baik anak-anak, karena bapak sudah absen ulang semua murid di dua kelas ini, kalian bapak bubarkan. Ingat! Jangan mengganggu kelas lain yang lagi belajar, siapkan diri kalian untuk mata pelajaran selanjutnya."
Ghea berjalan lebih dulu untuk mengambil botol minumnya yang ada di ujung loker tanpa mengajak Fauna. Ia terlihat sangat buru-buru dan hampir menabrak gadis yang tadi memberikan minum kepada Rendy.
"Tahan Ghe, tahan. Jangan emosi, ini sekolah!" batinnya, ia dapat melihat samar-samar wajah gadis itu tersenyum dengan manis.
"Fauna! Lo ke kamar mandi aja duluan, nanti waktunya gak cukup kalau nungguin gue,gak apa apa, kan?" teriak Ghea yang masih bisa di dengar Fauna.
Awalnya Fauna ragu untuk ke kamar mandi sendirian, biasanya kemana-mana ia selalu bersama dengan Ghea untuk berganti baju. Karena tidak ada pilihan yang lain, untuk kali ini Fauna mengikuti apa yang Ghea tuturkan padanya.
Fauna terlihat sangat buru-buru, karena sebentar lagi akan ada ujian fisika di kelasnya. Melihat beberapa siswi sudah siap dengan baju gantinya, membuat Fauna semakin gugup untuk berganti baju dengan cepat.
Sayangnya, saat Fauna hampir menyentuh gagang kamar mandi bawah itu, tangan kiri Fauna seperti ditahan oleh seseorang dengan kuat. Buru-buru Fauna menolehnya, dan dikejutkan dengan kehadiran Flora di belakangnya.