26. Trophy untuk Mama

222 17 0
                                        

HAI SEMUANYA, MAAF BARU BISA UPDATE YA >> NUNGGUIN ENGGAK?

JANGAN LUPA DIRAMAIIN, SECUIL JEJAK KALIAN MEANS A LOT FOR ME 

HAPPY READING YAA >>>

HAPPY READING YAA >>>

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

26. TROPHY UNTUK MAMA

Hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Sejak semalam, Fauna berdebat dengan Flora kini ia harus mempersiapkan dirinya untuk mengikuti olimpiade fisika ini. Fauna dan Galang sudah tiba di ruang guru lebih awal. Bukan untuk kedua kalinya, namun Fauna sedikit gugup karena yang ia ikuti adalah fisika, bukan kimia.

"Nggak usah tegang kayak gitu,, percaya sama gue. Semua soal yang keluar, itu pernah lo pelajarin, cuman ganti angka doang." kata Galang.

Galang sangat setia untuk menemani Fauna disaat keadaan seperti ini. "Gal? Kalau gue nggak menang gimana?"

Galang mendekati Fauna. Salah satu tangannya merapikan anak rambut Fauna dan menyelipkan ke belakang telinga. "Optimis dulu, Na. Negthinknya dihilangin dulu ya? Jangan kecewain gue, oke? Inget, lo disana enggak sendiri. Gue juga bantu lo buat berjuang nanti, waktu olimpiade udah mulai."

Fauna geming di tempatnya. "Caranya ... gimana Gal?"

Galang mendekati telinga kanan Fauna sambil berbisik, "Lihat aja nanti di penguhujung acara lomba ya? Berangkat sekarang?"

"Jangan kayak gini, di sekolah Galang." ujar Fauna, lalu menjauhkan tubuhnya dari hadapan dirinya.

Dengan rasa gemas, Galang mengacak pelan rambut Fauna dan menarik tangannya penuh kelembutan untuk ia ajak masuk ke dalam mobil sekolah. Mereka sama sama berangkat, karena keduanya sama sama perwakilan sekolah dalam lomba ini.

"Nggak mabuk, kan?"

Fauna menggeleng. "Daritadi gue nggak lihat Bu Fatma sama Miss Nancy, kemana?"

"Udah disana daritadi. Oh ya, Na. Gue juga udah bilang ke Ghea sama Rendy buat nitip ke mereka kalau ada tugas sama absen, jadi lo tenang aja." kata Galang meneduhkan.

"Kenapa sepeduli itu lo sama gue, Gal?"

Galang menatap Fauna. Kini, mereka bisa mengikis jarak yang dekat. "Jawabannya simpel. Na. Karena gue cuman mau lihat lo bahagia, otomatis gue juga seneng lihatnya. Kebahagiaan lo itu nomer satu buat gue," jelas Galang, membuat semua bulu kuduk Fauna berdiri.

Fauna tak kuasa untuk menahan senyumnya. Sepanjang perjalanan, Fauna dengan sengaja untuk mengalihkan pembicaraan ke soal-soal fisika yang pernah mereka bahas. Karena tipikal Fauna adalah gadis yang mudah memerah pipinya. Hingga tak terasa, satu jam berlalu. SMA Pahlawan yang jaraknya tak cukup jauh sudah mereka datangi.

"Pelan-pelan." kata Galang, cowok itu meraih tangan Fauna dan membantunya untuk turun dari mobil.

"Makasih banyak, Gal." jawabnya.

FLORA FAUNA [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang