Warn! bxb | mpreg | angst
Beomgyu ingin Taeyong menyayanginya sama seperti saat ia menyayangi Sungchan.
"Kalau bisa aku mau nuker diri aku sama Sungchan"
"Konyol"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"BEOMGYU!" Mark memanggil Beomgyu yang berjalan dengan cepat didepannya.
"Dek, tunggu" Mark mengejar Beomgyu kemudian menahan lengan adik bungsunya itu
Beomgyu akhirnya membalikkan badannya kearah Mark, matanya merah sudah dipastikan kalau anak ini menangis lagi. Mark kemudian menarik adiknya itu agar masuk kedalam pelukannya.
"Sttt udah udah, ini masih pagi masa udah nangis aja, jelek ntar kamu" ucap Mark berusaha menenangkan Beomgyu
"Sekolah sekolah! Hadehhh pusing gua sama drama keluarga satu ini"
Jeno yang baru keluar dari dalam rumah langsung melengos begitu saja setelah mengucapkan kalimat tadi.
"Udah nangisnya, sekarang kita berangkat sekolah ya? Biar Hyung antar gyu"
Beomgyu mengangguk kemudian mengikuti Mark menuju mobil milik Mark.
Selama perjalanan Beomgyu hanya diam menatap jalanan yang sudah sedikit ramai oleh orang orang yang mungkin juga akan pergi sekolah atau kerja.
Beomgyu menghela nafas kemudian menoleh kearah Mark yang sedang fokus menyetir.
"Hyung.." lirih Beomgyu
Yang dipanggil menoleh kearah Beomgyu
"Hm?" Mark berdehem menjawab panggilan Beomgyu
Beomgyu lagi lagi diam namun kini tangan kirinya ia taruh diatas perutnya.
Mark terkekeh melihat tingkah Beomgyu. Ia tahu apa yang dimaksud Beomgyu.
"Didepan kita sarapan dulu bubur ya?" Ucap Mark dibalas anggukan kepala oleh Beomgyu.
🫀🫀🫀
Brakk
"Makasih ya Hyung" Ucap Beomgyu dari luar mobil milik Mark
Mark mengangguk "Belajar yang rajin. Hyung pergi dulu ya, Dahh!!"
Beomgyu melambaikan tangannya setelahnya mobil Mark pergi meninggalkan sekolah Beomgyu.
Baru saja Beomgyu hendak membalikkan badannya tiba tiba berhenti sebuah mobil didepannya. Dan beomgyu tahu betul mobil siapa ini.
Dua orang dari dalam mobil itu turun kemudian berdiri didekat Beomgyu.
"Kalau ada apa apa telepon bubu ya sayang?" Orang yang dipanggil bubu itu mengecup kening Sungchan didepan mata Beomgyu.
Beomgyu lihat Sungchan hanya mengangguk dengan senyuman tipis, sangat tipis.
"Bekal nya udah didalem tas jangan lupa dimakan oke?"
Lagi lagi Sungchan hanya mengangguk
Beomgyu menghela nafasnya, setelah berfikir panjang akhirnya ia mendekat pada dua orang itu.
"Bubu" panggil Beomgyu
Keduanya menoleh.
"Loh? Beomgyu, bukannya udah pergi dari tadi kenapa masih disini?" Tanya taeyong bingung.
"Iya, tadi beli bubur dulu"
"Sama Mark?"
Beomgyu mengangguk.
"Kamu ini ya, nyusahin teruss. Kamu gatau kalau hyungmu itu ada kelas pagi setau bubu juga dia ada quiz pagi ini. Bisa bisa dia telat gara gara anter kamu sekolah mana pake beli bubur dulu, dirumah bubu udah siapin roti buat sarapan kalian. Itu harusnya dimakan bukannya malah beli makanan dari luar, kamu in-"
Omelan taeyong terhenti saat Sungchan menggenggam tangan taeyong, kemudian ia kecup punggung tangan taeyong. Hal itu membuat taeyong tersenyum.
Kemudian Sungchan hendak masuk kedalam gedung sekolah sebelum pandangannya bertemu dengan Beomgyu. Mata itu, terlihat lelah.
Setelahnya Sungchan pergi begitu saja, masuk ke gedung sekolah.
"Beomgyu," Taeyong mencengkram lengan Beomgyu "Jaga Sungchan ya! Kalau ada apa apa sama dia telepon bubu, pastiin juga dia makan bekalnya"
Beomgyu diam, ia melihat taeyong masuk kembali kedalam mobilnya. Beomgyu mengangguk, mengiyakan omongan taeyong.
🫀🫀🫀
Beomgyu baru saja keluar dari ruang guru. Pikirannya benar benar dilanda kebingungan saat ini.
'Ibu mau kamu ikut olimpiade ini karena ibu tau kalau kamu bisa'
Beomgyu juga tau, sebenarnya ia pasti bisa namun ini terlalu mendadak. Lombanya tiga hari lagi dan ia belum mempersiapkan apa apa, ia juga baru pertama kali mendapatkan tawaran untuk mengikuti olimpiade seperti ini.
'kalau gyu ikut kira kira itu bisa buat bubu bangga ga ya sama gyu?' batinnya tiba tiba senyuman muncul di wajah manisnya
Setelah itu ia pergi menuju kelasnya. Ia sudah memikirkan matang matang dan mungkin akan menerima tawaran itu namun ia akan memberitahu kan pada wali kelasnya nanti saat istirahat kedua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.