Warn! bxb | mpreg | angst
Beomgyu ingin Taeyong menyayanginya sama seperti saat ia menyayangi Sungchan.
"Kalau bisa aku mau nuker diri aku sama Sungchan"
"Konyol"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa tahun yang lalu.. 📍 kediaman keluarga Lee
"Pagi pagi ganggu waktu tidur, wanginya nyampe kamar pasti mama lagi buatin bekel untuk taeyong kan?"
Wanita itu tak menjawab ucapan taeyong, ia sibuk dengan apa yang ia kerjakan saat ini hingga kedatangan seseorang mengalihkan perhatiannya
'Sudah siap sayang?'
Taeyong melihat ibunya berkomunikasi dengan saudaranya dengan menggunakan bahasa isyarat
Lee Taeyang, Kembaran taeyong. dia lahir lebih dulu beberapa menit sebelum taeyong, namun ia tak sesempurna taeyong, sejak kecil ia tak bisa mendengar apapun hal itu juga mengakibatkan dirinya kesulitan dalam berbicara.
Semua orang di rumah harus bisa berbahasa isyarat agar memudahkan untuk berkomunikasi dengan Taeyang.
Kini taeyong melihat ibunya mengemas satu kotak bekal makan dan memasukkannya kedalam tas milik saudaranya itu
"Kenapa cuman satu?" tanya taeyong
"Kmu kenapa sih? daritadi ganggu mama Mulu, kmu kan bisa buat bekal sendiri taeyong jangan terus terusan harus disiapkan sma mama"
Sudah terlalu kesal dengan ucapan mamanya yang pasti selalu lebih mementingkan Taeyang daripada dirinya. Hingga pada akhirnya ia pergi ke sekolah tanpa membawa bekal makan dari rumah.
🫀🫀🫀
"Yu pah, taeyong udah siap"
"Hari ini kamu sama pak Harto dulu ya nak, papa ada meeting mendadak gak akan sempat kalau harus antar dulu ke sekolah"
Taeyong memakluminya, lagian juga papa kan kerja cari uang untuk dirinya juga.
Taeyong pun akhirnya pergi diantar sopir pribadi keluarga Lee. Taeyong dan Taeyang tidak pernah berangkat atau pulang sekolah bersama, satu hal karna Taeyang pasti selalu diantar jemput oleh Mama. sementara jumlah jika taeyong ikut dengan mereka, mama pasti selalu bersikap ketus dan tidak suka kalau ada seseorang yang dirasa mengganggu keduanya.
"Kenapa pak?" Taeyong bertanya pada pak Harto yang tiba tiba menghentikan mobilnya
"Gatau tuan, sebentar ya bapak cek dulu keluar"
Karena ingin tau ada apa taeyong pun ikut mengecek keluar namun ia tak sengaja melihat mobil ayahnya melewat didepannya dan dapat ia lihat didalamnya ada mama juga Taeyang.. tawa mereka dan kedekatan mereka seperti biasa biasa saja seola oleh tak ada satu orang lagi yang terlupakan
🫀🫀🫀
Taeyong datang terlambat ke sekolah karena insiden mobilnya mogok alhasil sekarang dia harus diam dengan posisi hormat didepan tiang bendera sampai jam istirahat kedua
Kring.. Kringg...
itu baru bel istirahat pertama, Sekarang taeyong malu karena banyak siswa siswi berlalu lalang sembari melihat kearahnya bahkan ada beberapa yang terlihat bisik bisik, apalagi coba kalau bukan ngomongin dia
Dari kejauhan taeyong melihat Taeyang tengah memakan bekal yang dibuat oleh mama, sesekali Taeyang melirik kearah taeyong namun saat kedua mata mereka bertemu Taeyang cepat cepat membuang muka dan membereskan alat alat makannya seperti tengah bersiap untuk pergi
Taeyong mengerutkan keningnya, Taeyang beranjak dari tempat duduknya namun tak lama beberapa orang datang dan mengerumuninya.
Dada taeyong naik turun, wajahnya memerah, emosinya tidak stabil apalagi saat dirinya melihat saudara kembarnya itu ditonjok hingga tersungkur dan makanannya yang berserakan dimana mana, semua orang yang melihat hanya tertawa seperti mereka tak punya rasa empati sedikitpun.
Taeyong dengan cepat berlari kearah kerumunan itu dan dengan cepat kembali menonjok orang yang telah menonjok Taeyang
"BERANI LO PUKUL DIA HAH?" Tanya taeyong menarik kerah orang itu
"Pukul gua juga kalau berani, anjing lo" Kata taeyong
Orang itu hendak melayangkan pukulannya namun segera ditahan oleh taeyong kemudian ia memelintirkan tangan orang itu
"ARGHHH ANJING SAKIT GILA"
"PERGI LO DARI SINI DAN JANGAN LAGI GANGGU SAUDARA GUA ANJING"
Setelah itu para perundung pergi meninggalkan keduanya
"NGAPAIN KALIAN MASIH NGELIATIN?"
Semua orang pun pergi karena takut dengan taeyong yang masih memiliki emosi yang tidak stabil
Taeyong kemudian menghampiri Taeyang yang sudah tergeletak pingsan di lantai
"Aduh Taeyang kok Lo pake pingsan segala sih??"
🫀🫀🫀
"Taeyang tidak apa apa kok Bu, hanya sedikit memar diarea wajah dan mungkin shock karena kejadian tadi"
"Syukurlah, Terima kasih ya dokter"
Dokter itu mengangguk, Tadi Taeyang segera dibawa ke UKS dan pihak sekolah segera menghubungi wali dari Taeyang dan taeyong. Wanita itu begitu panik saat mengetahui apa yang terjadi pada anaknya itu, ia lngsung cepat cepat datang ke sekolah. sebelum masuk kedalam UKS ia melihat taeyong tengah diam didepan UKS, tatapan ibu dn anak itu bertemu namun pada akhirnya wanita itu mengabaikan taeyong dan masuk kedalam UKS
Taeyong berdiri saat seseorang keluar dari dalam UKS
"Gimana ma?"
Taeyong menunggu jawaban dari sang ibu namun..
PLAKK
Kepalanya terpaksa harus menoleh kesebelah kiri karena tamparan kuat dari tangan sang ibu
"Sebegitu gak sukanya kmu sama Taeyang sampai kamu ga bisa jagain dia? kamu biarin dia sampai seperti ini? JAHAT KAMU TAEYONG!"
Mata taeyong merah dan berkaca kaca, pipi kanannya juga memerah karena tamparan keras tadi
"Aku udah jagain Taeyang ma"
"JAGAIN APA SAMPAI DIA PINGSAN BEGITU HAH? KAMU KALAU GAK SUKA SAMA MAMA BILANG JANGAN SAMPAI BAWA BAWA TAEYANG"
"Mah jangan teriak teriak, malu mah"
"BIARIN! BIAR SEMUA ORANG TAU KALAU KAMU ITU SEBENARNYA JAHAT, KAMU IRI KAN SAMA TAEYANG KARENA SELALU DAPET PERHATIAN MAMA? MAMA KAYA GINI KARENA DIA ITU BEDA SAMA KAMU! MAM-"
"UDAH MAH CUKUP!"
Taeyong tak dapat lagi menahan emosinya, begini rasanya dipermalukan oleh ibunya sendiri didepan teman teman dn guru guru disekolahnya.
"Yang semua mama bilang itu gak bener, AKU BAHKAN GAK PERNAH KEPIKIRAN BUAT KAYA GITU KE TAEYANG, SELAMA INI AKU PENDEM SENDIRI SEMUA KEKESALAN AKU, mama tega buat aku malu ma. mulai sekarang aku benci sama mama, sama papa, juga sama Taeyang. AKU BENCI KALIAN BERTIGA!"
Setelahnya taeyong pergi meninggalkan sang ibu yang kemudian menangis tersedu sedu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.