Warn! bxb | mpreg | angst
Beomgyu ingin Taeyong menyayanginya sama seperti saat ia menyayangi Sungchan.
"Kalau bisa aku mau nuker diri aku sama Sungchan"
"Konyol"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cklek
Pintu berwarna putih itu perlahan terbuka, cahaya matahari dan udara pagi masuk kedalam kamar saat seseorang membukakan hordeng dan jendela kamar.
"Hyung, Bangun!"
Badan yang masih terbungkus selimut itu diguncangkan pelan. Perlahan mata terpejam itu terbuka, dihadapannya berdiri seseorang yang kini tengah membangunkannya.
"Bangun Hyung, bubu bawel banget ke gyu suruh bangunin Hyung" Katanya
Sungchan bangun dari tidurnya, kini ia duduk sambil meregangkan tubuhnya yang terasa pegal.
"Bajunya perlu gyu siapin gak?"
Sungchan menggeleng kemudian beranjak dan masuk ke kamar mandi.
Melihatnya Beomgyu hanya menghela nafas kemudian ia turun lagi kebawah untuk sarapan.
🫀🫀🫀
Didapur Beomgyu melihat Taeyong tengah menyiapkan bekal makan. Ia tersenyum tipis namun setelahnya senyuman itu hilang saat ia lihat Taeyong tengah menyiapkan satu bekal.
"Pagi sayang"
Beomgyu terkejut saat pucuk rambutnya diacak acak kemudian dicium singkat.
"Pagi ayah"
"Ko diem disini hm? Kenapa ga sarapan?"
"Tunggu ayah!"
Jaehyun terkekeh mendengar jawaban Beomgyu, lalu keduanya menuju ke meja makan.
Dimeja makan hanya ada roti dengan beberapa selai yang memiliki banyak rasa. Beomgyu senang saat dihadapannya sudah ada segelas air putih. Pasti bubu yang nyiapin.
"Gyu mau rasa apa? Biar ayah ambilin" Tanya Jaehyun pada Beomgyu
"Strawbery yah" jawab Beomgyu dengan semangat
Jaehyun terlihat telaten mengoleskan selai strawberry pada roti milik Beomgyu.
"SELAMAT PAGI KELUARGAKU TERCINTA"
Mark yang baru saja turun dari kamarnya langsung duduk di depan Beomgyu. Ia mengambil roti dari tangan Jaehyun yang sudah diolesi selai strawberry
"IHHH HYUNG! ITU YANG GYU!"
"Oh?" Mark terlihat diam sebentar, mengamati bagian roti yang tinggal setengah kemudian ia serahkan pada Beomgyu
"Nih"
"Mark.." Tegur Jaehyun pada anak keduanya ini
"Aelah, yaudah buat Hyung aja yang ini. Punya Gyu biar Hyung buatin lagi"
Beomgyu tersenyum dan mengangguk cepat mendengar ucapan Mark. Mark kemudian mengambil roti yang baru dan mengoleskan selai strawberry
Saat Beomgyu tengah memperhatikan Mark mengoleskan selai pada roti miliknya tiba tiba Taeyong datang dengan sepiring nasi goreng dan segelas susu.
Taeyong menaruh makanan itu di meja yang biasa menjadi tempat Sungchan. Bukan hanya Beomgyu yang memperhatikan Taeyong sekarang namun Jaehyun dan Mark juga sama.
"Apa? Ko pada liatin bubu?" Tanya Taeyong agak ketus merasa risih saat dirinya diperhatikan
"Kok cuman satu Bu? Buat Mark mana?" Tanya Mark sambil bercanda terkadang matanya melirik pada Beomgyu.
"Kamu mau? Ambil di wajan masih ada ko dikit lagi, cukup kalau buat porsi kamu"
Beomgyu beranjak dari duduknya, lalu memakai tas miliknya.
"Kemana sayang?" Tanya Jaehyun
"Ayah, Gyu lupa hari ini jadwal gyu piket, jadi Gyu pergi dulu ya takut terlambat"
Kemudian Beomgyu pergi begitu saja meninggalkan ketiga orang disana tanpa berpamitan pada Taeyong.
"Gak sopan banget, orang tua disini bukannya pamitan dulu minimal salam ini malah pergi gitu aja" ucap Taeyong pelan
"Mark, kejar adiknya" Suruh Jaehyun
Mark mengangguk kemudian memakai tasnya lalu pergi menyusul Beomgyu.
Melihat Taeyong yang masih sibuk dengan sarapan yang ia buatkan untuk Sungchan, kemudian Jaehyun membuka suaranya
"Taeyong"
"Kenapa?"
"Kamu ini kenapa sih? Anakmu ada 4 loh kenapa cuman Sungchan aja yang kamu buatin sarapan kaya gini?"
"Sungchan itu beda mas"
"Beda apanya?"
"Dia beda dari anak anakku yang lain, aku harus lebih sayang sama dia"
"Apa yang buat kamu mikir kaya gitu?"
"Dia gak sesempurna anak anakku yang lain mas"
Jaehyun sudah benar benar emosi mendengar ucapan Taeyong akhirnya ia bangkit dari duduknya kemudian mengambil jas dan tas kantor nya lalu pergi begitu saja meninggalkan Taeyong yang sekarang diam diam meneteskan airmata nya.
Dirinya tak sadar jika ada seseorang yang tengah memperhatikan keduanya berdebat seperti tadi.
'Dia gak sesempurna anak anakku yang lain mas'
Ia menundukkan kepalanya dalam, diam diam menangis. Hari ini dirinya lagi lagi menyakiti hati kembarannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.