Warn! bxb | mpreg | angst
Beomgyu ingin Taeyong menyayanginya sama seperti saat ia menyayangi Sungchan.
"Kalau bisa aku mau nuker diri aku sama Sungchan"
"Konyol"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beomgyu kini tengah melamun diatas kasurnya, ia menatap langit langit kamarnya digelapnya suasana kamar saat ini.
Setelah mendengar cerita nenek tadi ternyata apa yang ia rasakan selama ini juga dirasakan taeyong dulu, kalau begitu itu artinya taeyong sengaja melakukan hal ini kepadanya? tapi apa tujuannya.
"Mama juga gak pernah perduliin aku-"
Tunggu! ucapan bubu saat itu, artinya dia sedang membandingkan Beomgyu dengan dirinya dimasa lalu? dan..
"setelah aku sama sungchan lahir bubu seperti melihat masa lalu bubu, bubu lihat aku ini seolah olah jadi bubu dimasa lalu. dan mungkin bu- arghhh"
Beomgyu langsung bangkit dari tidurnya, ia mendudukkan dirinya dan menyandarkan punggungnya. Ia meremat kuat dadanya yang terasa sangat sakit.
"aduh ini kenapa, kok sakit banget" lirihnya.
Beomgyu mencoba untuk mengambil handphonenya diatas nakas namun badannya terasa lemas duluan, pandangannya juga mengabur, kepalanya pusing bukan main hingga akhirnya ia tak sadarkan diri
🫀🫀🫀
Pintu kamar Beomgyu terbuka, seseorang masuk kedalam dan membuka gorden menyebabkan cahaya masuk menerangi seluruh penjuru kamar.
Orang itu tersenyum tipis kemudian naik keatas kasur, ia menatap wajah tenang yang tengah tertidur itu, namun senyumannya perlahan luntur saat menyadari wajah yang tengah ditatap itu begitu pucat pagi ini.
"Hey prince, good morning. wake up! hari ini ayah mau ajak kamu jalan jalan, Gyu mau kemana hm? kita pergi dari pagi sampai malem atau kita mau nginep dimana gitu? just ayah and you"
Jaehyun menepuk pelan pipi Beomgyu yang terasa dingin, kini terasa sedikit rasa khawatir dan panik dlm diri Jaehyun namun ia masih mencoba untuk biasa saja
"Beomgyu, hey boy, let's wake up! gamau bangun hm? atau mau ayah kelitikin?"
Masih belum ada respon apapun dari beomgyu bahkan bergerak saja tidak. Saat ini kekhawatiran Jaehyun bertambah ia mulai menggoyang goyangkan tubuh Beomgyu namun tetap tidak ada respon.
"Astaga, MARK! JENO!" Jaehyun berteriak memanggil kedua anak tertuanya itu
"Ayah? kenapa?" Mark datang dan terkejut saat Beomgyu sudah berada di gendongan Jaehyun juga dengan raut wajah Jaehyun yang terlihat panik
"Mark, siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang"
Tanpa bertanya tanya lagi Mark segera pergi keluar dan memanaskan mobil digarasi.
Jaehyun menggendong Beomgyu dengan nafas yang memburu, sejujurnya Jaehyun tidak bisa kalau tidak panik.
"Mas" Taeyong datang menghampiri Jaehyun, terlihat raut wajahnya yang juga ikut khawatir dan panik
"Taeyong, aku gabisa banyak ngomong sama kamu sekarang, kalau kamu mau ikut ayo tapi kalau engga diam saja" Ucap Jaehyun
"Aku ikut, sebentar aku matiin dulu kompor" Kata taeyong
Taeyong berlari kedapur dan segera mematikan kompor, kemudian ia menyusul Jaehyun keluar dan masuk kedalam mobil.
Semua orang yang berada didalam mobil khawatir bukan main pada Beomgyu,
"Mark fokus nyetir kamu gausah ikutan panik" Kata Jaehyun disebelah Mark
Taeyong? Ya dia duduk dibelakang, menjadikan pahanya sebagai bantalan untuk kepala Beomgyu. Bisa dilihat taeyong menangis sekarang dan mungkin ini pertama kalinya ia menangis untuk Beomgyu(?)
🫀🫀🫀
"Halo?"
"Jen Lo dimana"
"Hyung, Lo habis nangis?" Jeno sedikit tertawa saat mendengar suara Mark yang seperti orang habis nangis
"Beomgyu Jen"
".."
"Jen?"
"Kenapa adek gua Hyung?"
Perasaan tak enak tiba tiba saja muncul dalam diri Jeno, wajahnya tiba tiba berubah menjadi datar namun bisa dilihat ada raut kekhawatiran
"Masuk RS, dari pagi dia gak bangun bangun"
"Astaga Hyung, gua kesana. sharelock"
Tuttt
Jeno dengan buru buru pergi dari rumah temannya itu, semalam ia habis dari bar dan mabuk. kalau pulang kerumah pasti dimarahi Jaehyun alhasil dia menginap dirumah temannya dengan izin karena ada tugas.
Sesampainya di rumah sakit Jeno langsung pergi menghampiri keluarganya diruang UGD. Bisa ia lihat betapa hancurnya bubu dalam pelukan ayah yang sama sama hancur, keduanya bahkan menangis. Mark juga sama, ia terduduk sendiri disebrang dengan memijat keningnya.
Jeno terlonjak kaget saat seseorang menepuk pundaknya. saat menoleh ia menemukan sungchan dengan mata yang memerah.
Jeno tak kuat lagi untuk terus menahan tangisannya, akhirnya ia mendekap erat tubuh sungchan, tangisan keduanya pecah mengingat apa yang akan terjadi selanjutnya pada Beomgyu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.