bertaut'18

4.1K 227 4
                                        

Jeno yang baru tiba di rumah sakit langsung menuju ke ruangan ICU tempat dimana Sungchan berada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeno yang baru tiba di rumah sakit langsung menuju ke ruangan ICU tempat dimana Sungchan berada. Dan disana ada Jaehyun yang tengah mendekap erat tubuh Taeyong yang sedang menangis. Disebrangnya, Mark terlihat menundukkan kepalanya dengan bahu yang bergetar.

Jeno terus bertanya tanya dalam dirinya ada apa ini?

Akhirnya Jeno memutuskan untuk mendekat pada keluarganya. ia berjalan kearah Mark kemudian memegang pundak Mark.

"Hyung?"

Mark yang merasa terpanggil mendongakkan kepalanya, dengan cepat ia memeluk tubuh Jeno. Sejujurnya Jeno merasa sesak karena Mark memeluknya dengan kencang sekali.

"Kenapa Hyung??" Tanya Jeno, saat pertanyaan itu keluar dari mulut Jeno, tangisan Mark malah semakin kencang.

Jeno langsung mendorong tubuh Mark agak menjauh, karena emosi yang tak stabil Jeno menarik kerah Mark dan mencengkeramnya

"KENAPA ANJING? GUA TANYA KENAPA BUKAN MALAH NANGIS KAYA GITU!"

"JENO!"

Jaehyun yang melihat Jeno tengah memojokkan Mark langsung melerai keduanya.

"Kamu apa apaan? dia Hyung kamu!"

Jeno tak menjawab, ia hanya menunduk dirinya pun kini ikut menangis. Ia tersadar apa yang telah ia lakukan barusan?

"Jen, adikmu.." Ucap Jaehyun, Jeno kini mendongakkan kepalanya dan menatap kearah jaehyun

"Sungchan?" Tanya Jeno dibalas anggukan oleh jaehyun "Kenapa Sungchan yah?"

Sulit rasanya bagi jaehyun untuk menjelaskan, lidahnya kelu.

"SUNGCHAN KENAPA YAH? KENAPA GAK ADA YANG JAWAB AKU DARITADI?"

"JANGAN BENTAK AYAH KAYA GITU JEN! SUNGCHAN? DIA UDAH GAK ADA HARAPAN LAGI UNTUK SEMBUH, HIDUP DIA SEKARANG CUMAN BERGANTUNG SAMA ALAT ALAT DIDALAM.."

Jeno lemas

"..Dokter bilang, kalau semua alat alat rumah sakit itu dilepas Sungchan bakal pergi selama lamanya Jen"

"Terus?" tanya Jeno

"Kita gak ada pilihan lain, kita gamau Sungchan kesakitan terus kaya gitu"

"Jadi kalian semua mau ngebunuh Sungchan?"

"Maksud lu?"

"Dengan kalian lepas semua alat alat itu dari Sungchan sama aja klian udah ngebunuh dia, karena dia mati setelah alat alat itu dilepas"

"Itu bukan ngebunuh Jen"

"TERUS APA??? ADIK GUA ITU HYUNG YANG DIDALEM"

"TERUS LU PIKIR DIA BUKAN ADIK GUA? DIA JUGA ADIK GUA JEN!"

"KALO DIA ADIK LU, LU GABAKAL BIARIN DIA MATI!"

Jeno dengan cepat menghantamkan tonjokan pada wajah Mark, hal itu membuat jaehyun kembali melerai keduanya. Begitu pun Taeyong yang melihatnya langsung berlari kearah Jeno

"Ajennnn" Taeyong memeluk tubuh Jeno dari belakang. Perlahan keduanya jatuh terduduk, tubuh Jeno benar benar lemas bahkan kakinya sudah terasa seperti jelly

"Jen.. jangan gitu sayang"

"Sungchan adik ajen buu.. ajen udh gagal jadi Hyung, harusnya ajen aja yang donorin hatinya, ajen egois Bu ajen egois" Ucap Jeno sembari memukul mukul kepalanya namun hal tersebut dicegah oleh Taeyong

"Denger sayang, please dengerin bubu dulu.. ajen gak salah, itu semua kemauan Chan.. ajen kita disini bukan mau ngebunuh Chan justru kita disini sayang sekali sama dia, kita gamau dia kesakitan terus kaya gitu dengan banyaknya alat alat rumah sakit yang ada ditubuhnya, ajen memangnya tega ngeliat adik ajen selamanya harus kaya gitu?"

Jeno menggelengkan kepalanya pelan

"Sayang, kamu gak gagal jadi Hyung. kamu berhasil, kamu bahkan perduli sama gyu saat bubu terus kasih perhatian ke Chan. bubu bangga sama kamu nak"

Taeyong kembali memeluk tubuh Jeno dengan erat.

"Jadi kamu setuju kan kalau kita buat Chan bahagia sekarang? kasian Chan sayang.."

Sempat terdiam sebentar sebelum pada akhirnya Jeno menganggukkan kepalanya setuju.

🫀🫀🫀

Saat ini keluarga Jung tengah berada di pemakaman, tepat setelah semua alat alat alat rumah sakit itu dilepas Sungchan pergi untuk selama lamanya.

"Chan, gua harap kita bisa ketemu lagi in next life. Sorry kalau selama ini gua gaada sedikit pun rasa perhatian buat lu, lu udah lakuin yang terbaik Chan. we proud of you!"

Mark mengusap pundak Jeno berusaha menguatkan Jeno padahal dirinya sendiri pun sama hancurnya.

Ia yang paling tua, ia juga yang harus paling bersikap dewasa.

Dering ponsel jaehyun agak mengalihkan perhatian satu keluarga tersebut

"Dari rumah sakit" Ucap Jaehyun

"Siang?"

".."

"Iya, bagaimana sus?"

"..."

"Astaga, baik sus kita kerumah sakit secepatnya. terimakasih" Jaehyun menutup telepon tersebut

"Kenapa mas??"

"Kenapa mas??"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bertaut | JungFams ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang