extra part | Bertaut'25

5.5K 199 11
                                        

Jaehyun, Taeyong dan Beomgyu saat ini sedang dalam perjalanan menuju tempat pemakaman. Mark dan jeno tidak ikut karena ada alasan tertentu.

Selama perjalanan beomgyu hanya menatap keluar kaca mobil, medali masih terpasang pada lehernya begitupun sebuah bunga cantik yang berada dalam genggamannya.

🫀🫀🫀

[beberapa flashback moment beomgyu dan sungchan]

"Hyung, Bangun!" Karna sungchan yang tak kunjung bangun dari tidurnya, maka terlintas ide licik di pikiran beomgyu. Beomgyu menampilkan senyum licik, beberapa detik kemudian ia menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh sungchan, Karna merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhnya, akhirnya sungchan membuka kedua matanya.

"Hehehhehe berat ya hyung?" tanya beomgyu dibalas anggukan oleh sungchan

"IH KO DI IYAIN??" Mendengar pertanyaan beomgyu barudan sungchan mengerutkan keningnya

"JADI MAKSUD HYUNG AKU GENDUT MAKANNYA PAS NIMPA HYUNG BERAT IYA KAN???" Beomgyu mengambil bantal kemudian memukul sungchan dengan bantal tersebut. Sungchan kadang meringis kesakitan karena pukulan beomgyu sangat amat keras namun kadang juga tertawa melihat betapa gemas adiknya itu.

🫀🫀🫀

"Hyung kan tadi Gyu udah bilang tunggu aja disini, gimana kalau tadi Jeno Hyung bangun?"

Sungchan hanya tersenyum tipis, sejujurnya ia gemas melihat kembarannya yang mengomelinya seperti ini.

"Nih, sekarang kita ngobrol pake ini"

Beomgyu menyimpan kertas dan pulpen yang ia bawa tadi dihadapan Sungchan.

"Kita ngobrol aja disini tapi jangan bersuara takutnya nanti pada kebangun jadi Gyu bawa ini"

Sungchan terkekeh ia mengusak rambut Beomgyu namun Beomgyu menepisnya karena merasa terganggu.

🫀🫀🫀

"Selamat Hyung" ucap Beomgyu tiba tiba

Sungchan menoleh saat Beomgyu mengucapkan selamat pada dirinya

"Bubu pasti bangga kalau Hyung ikut olimpiade apalagi kalau sampai hyung menang"

Sungchan tersenyum tipis kemudian menangkup kedua pipi kembarannya yang lebih muda 10 menit darinya.

Mata mereka saling menatap. Sungchan menarik Beomgyu kedalam pelukannya, tangan kanannya mengusap kepala Beomgyu sedangkan tangan kirinya mengusap punggung Beomgyu yang terhalang tas. Dirinya beberapa kali juga mengecup pucuk kepala beomgyu.

Beomgyu hanya bisa menangis dalam dekapan orang itu, entah mengapa rasanya nyaman dan semua beban mampu hilang secara perlahan karena hangatnya pelukan tersebut.

[Flashback off]

🫀🫀🫀

Namun sekarang, gyu tidak bisa lagi merasakan pelukan itu. Kalaupun bisa mungkin dikehidupan selanjutnya gyu yang akan lebih dulu memeluk tubuh sungchan dengan erat seperti tak akan ada lagi hari esok.

Beberapa saat kemudian sampai ditempat tujuan mereka pun turun dari mobil kemudian menuju ke tempat peristirahatan terakhir orang yang sangat amat mereka cintai.

Beomgyu menatap batu nisan yang bertuliskan nama kembarannya disana. Ia berjongkok kemudian menaruh bunga yang dibawanya pada kuburan didepannya

Setelah itu beomgyu melepaskan medali yang masih terpasang dilehernya, ia memasangkan medali tersebut pada batu nisan milik kembarannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah itu beomgyu melepaskan medali yang masih terpasang dilehernya, ia memasangkan medali tersebut pada batu nisan milik kembarannya.

"Kalau hyung masih ada mungkin sekarang kita punya dua medali ini dirumah."

Taeyong yang melihat hal tersebut ikut berjongkok disebelah beomgyu, ia sesekali mengusap punggung beomgyu karena suara beomgyu saat berbicara terdengar bergetar.

"Hyung, gyu minta maaf karna sudah ambil nyawa hyung padahal gyu gak minta hyung buat selamatin nyawa gyu waktu itu."

Isakan isakan kecil mulai terdengar.

"Kalau saat itu gyu sadar mungkin gyu bakal nolak habis habisan apa yang mau hyung lakuin buat gyu."

Beomgyu menundukkan kepalanya, tangan kirinya berada pada nisan sang kembaran sedangkan tangan kanannya meremat kuat gundukan tanah yang ada dibadapannya.

"Hyung kemengangan ini buat hyung.. bukan buat gyu. Hyung udah bantu gyu dalam lomba ini, terimakasih hyung terimakasih hikss"

Hening beberapa saat, bahu beomgyu kini bergetar, kepalanya masih tertunduk. Dengan lembut taeyong terus mengusap punggung anak bungsunya itu.

"Gyu rindu hyung, rindu sekali.. tolong sering sering datang ke mimpi gyu mulai saat ini ya hyung, gyu sayang banget banget banget sama hyung" Katanya seraya mengusap batu nisan Sungchan dan air matanya yang tak berhenti mengalir menuruni pipi mulusnya.

Isakan kecil itu kini berubah menjadi tangisan, maka dengan cepat taeyong membawa tubuhnya kedalam pelukannya

"Sudah sayang sudah.. chan sudah tenang disana bubu yakin chan itu sayang sekali sama kamu, kalau dia tau kamu menangis seperti ini dia pasti akan sedih"

Melihat taeyong yang tengah mendekap tubuh beomgyu, jaehyun pun ikut bergabung. Ia pun akhirnya memeluk dua orang kesayangannya tersebut.

Sejujurnya beomgyu senang, beomgyu bahagia, dari dulu ini yang ia inginkan. Dapatkan kasih sayang dari bubu dan ayah dengan tulus namun, bukan cara ini yang sebenarnya ia mau untuk dapatkan semuanya.

Kalau tau pada akhirnya sungchan yang harus pergi agar ia bisa mendapatkan semua kasih sayang ini, harusnya dari dulu ia tak minta agar bubu bisa menyayanginya seperti sekarang.

"Ayah, Bubu, Mark hyung, Jeno hyung dan Adik kembaran kesayangan sungchan.. Beomgyu, tolong sehat dan bahagia selalu.. Aku, sungchan sudah jauh lebih bahagia disini, aku lebih bahagia melihat beomgyu mendapatkan apa yang ia mau dan aku lebih bahagia karna pada akhirnya tak akan mendengar ucapan ucapan buruk lagi tentangku.. Terimakasih."

Selesai...
.
.
.
.
.
.
.
.
10 BULAN AKU BUAT CERITA INI SAMPE END YAAMPUN MAAF YA LAMA BANGETT 😣😣😣 MAKASIII BUAT KALIAN YANG UDAH SELALU NUNGGU CERITA INIII Walaupun sebenernya agak gak jelas kalau menurutku.. sorry kalo ada kesalahan penulisan, informasi atau apapun yang buat kalian ga nyaman ummhhhh 🤭🤭🤭 ilyyyy semuaaa ❤️❤️❤️

Oiyaa temen temen kalian bosen ga sih angst terussss jadiii kira kira aku pake genre apa yaa buat cerita selanjutnya 🤔🤔

Bertaut | JungFams ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang