bertaut'21

4.3K 238 5
                                        

Disini taeyong berada sekarang, menatap lurus pada taman rumah sakit hingga beberapa saat dirinya disadarkan oleh seseorang yang juga mendudukkan tubuhnya disamping taeyong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Disini taeyong berada sekarang, menatap lurus pada taman rumah sakit hingga beberapa saat dirinya disadarkan oleh seseorang yang juga mendudukkan tubuhnya disamping taeyong.

"Makan dulu bu" Ucap mark disebelah taeyong. Taeyong menatap kantung plastik yang dibawa oleh mark

"Apa itu?" Tanya taeyong

"Mark juga gatau, tapi ini dari ayah"

"Ayah udah balik lagi kesini?"

Mark mengangguk, ia mengambil apa yang ada didalam kantung plastik.

"Ayah suruh mark bawain ini buat bubu soalnya dari pagi belum makan" Mark mulai menyiapkan satu sendok nasi untuk dimasukkan kedalam mulut taeyong

"Mark suapin ya, aaaa"

Taeyong terkekeh, ia kemudian membuka mulutnya membiarkan si sulung menyuapinya.

"Dulu bubu yang suapin mark, nah sekarang gantian" Ucap mark

"Padahal bubu bisa makan sendiri"

Mark hanya tersenyum tipis mendengar ucapan taeyong.

"Beomgyu udah bangun?" Tanya taeyong

"Belum, dokter bilang obat biusnya bisa sampai 8 jam kedepan" Taeyong mengangguk paham

"Bubu sekarang jangan sedih lagi. Bener apa kata jeno, kita bisa mulai semuanya dari awal lagi. ada ayah, ada mark, ada jeno, ada beomgyu dan sungchan. raganya mungkin emang udah gabisa kita liat tapi mark yakin dia bakal selalu ada terus bareng kita. Bubu.. Sungchan udah bahagia diatas sana, makannya disini kita juga harus bahagia" Kata mark panjang lebar, dirinya masih terus menyuapi taeyong jika makanan didalam mulut taeyong sudah habis.

Taeyong menunduk, cukup sulit untuk mengikhlaskan sungchan namun ia harus.

"Dan kalau bubu takut gyu bakal benci sama bubu, mark yakin itu gaakan terjadi. mark tau beomgyu itu bukan pendendam, justru dia bakal seneng kalau pada akhirnya bubu mau berubah dan lebih banyak kasih perhatian sama dia"

Taeyong mendongakkan kepalanya pada mark, ia menatap mata anak tertuanya itu. Apa yang dikatan mark barusan sama dengan apa yang dikatakan oleh jaehyun. Sekarang sudah ada dua orang yang meyakinkan dirinya untuk tidak usah takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan beomgyu.

Taeyong menghela nafasnya, ia mengusap pelan pipi mark.

"Thankyou" Lirihnya dan hanya dibalas anggukan oleh mark.

🫀🫀🫀

Taeyong berjalan sendiri menuju ruangan beomgyu, mark dia pergi ke toilet terlebih dahulu.

Saat masuk kedalam taeyong melihat jeno tertidur di sofa, jaehyun juga tertidur namun disebelah ranjang beomgyu. Tangannya masih setia memegang tangan beomgyu.

Taeyong mendekat pada jaehyun dan mencoba mengusap pelan kepala jaehyun namun hal itu justru malah membuat jaehyun terusik dan terbangun dari tidurnya.

"Loh sayang? kamu mau duduk disini hm?" Tanya jaehyun

Baru saja taeyong hendak menjawab namun jaehyun lebih dulu beranjak dan menarik tubuh taeyong agar duduk ditempat yang sebelumnya ia duduki

"Makanan yang aku beli udah dimakan?"

"Udah.. makasih ya sayang"

"My pleasure, aku minta maaf karna tadi udah marahin kamu"

"Sama, aku juga minta maaf"

Keduanya saling melempar senyuman.

"Oh iya aku tadi pulang dulu kerumah bawa baju ganti buat kamu, siapa tau kamu udah ga enak pake baju ini dari pagi"

"Huum, lengkett.. makasi sekali lagi ya mass" Mendengar itu jaehyun hanya mengangguk kemudian mengecup pucuk kepala taeyong.

🫀🫀🫀

Saat tengah malam, perlahan mata beomgyu terbuka. ia menatap pada langit langit putih kemudian ia mengedarkan pandangannya, ia melihat mark tengah tertidur pada sofa kecil untuk satu orang. Ia juga melibat jaehyun yang tertidur dalam posisi duduk dan terdapat jeno yang juga tertidur dengan menjadikan paha jaehyun sebagai bantalannya.

"Mark hyung" Beomgyu menunjuk mark

"Jeno hyung" Kemudian jeno

"Sungchan hyung.. dimana?" Tanya nya

Mark dan jeno saling menatap satu sama lain, mereka bingung harus berkata apa.

"Sungchan ada diluar, kenapa hm?" Tanya mark

"Gyu mau semua hyung ada disini"

Jeno sedih, permintaan pertama beomgyu setelah bangun dari koma apa bisa dikabulkan?

"Hyung kenapa diem?"

"Gyu,"

"Hyung.. Waktu itu gyu ketemu sungchan hyung, dia pergi ke cahaya terang. gyu mau ikut tapi dia bilang gyu harus pulang"

Deg!

Mark dan jeno kembali saling menatap, lambat laun beomgyu pasti akan tau tentang hal ini walaupun mereka mencoba untuk menutupinya.

"Gyu? sungchan.. mulai sekarang, ada disini" Jeno berucap sambil menempelkan telapak tangannya didada beomgyu

Beomgyu pening bukan main, ia kan habis operasi donor hati. TUNGGU?

"AAARKKKKKKK"

Beomgyu teringat kembali kejadian tadi pagi. Setelahnya beomgyu melirik kesamping kanan. 'Bubu' Beomgyu melirik kesamping kiri 'Sungchan hyung?' Matanya melotot terkejut, ada sungchan disampingnya namun seluruh anggota tubuhnya tidak dapat digerakkan.

"Gyu.." Panggil sungchan

"Jangan salahin diri kamu sendiri mulai sekarang, aku lakuin ini karena aku sayang sama kamu. Bubu juga sudah ikhlas, semua sudah ikhlas. mulai sekarang kasih sayang bubu akan lebih banyak kamu yang dapat.. kalau kamu disayang bubu, aku juga merasa begitu karena mulai sekarang aku selalu ada dalam diri kamu. jangan takut sendiri gyu karena sampai kapanpun kita akan selalu bersama kapan dan dimanapun. love you twin"

Setelahnya sungchan menghilang perlahan. Barulah setelah itu beomgyu dapat menggerakkan seluruh anggota tubuhnya.

'Mimpi apa barusan? kenapa semuanya seperti nyata?'


yaampun aku ngantuk banget tapi pengen update 😭😭 belom sempet aku revisi mmf kalo banyak typo, besok pagi aku revisi deh 😔

Bertaut | JungFams ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang