Warn! bxb | mpreg | angst
Beomgyu ingin Taeyong menyayanginya sama seperti saat ia menyayangi Sungchan.
"Kalau bisa aku mau nuker diri aku sama Sungchan"
"Konyol"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taeyong terbangun saat merasa ada yang menyentuh tangannya.
"Beomgyu?" Melihat beomgyu yang sudah membuka kedua matanya, taeyong langsung menegakkan tubuhnya
"Haus sayang?" Tanya taeyong, beomgyu menggeleng
"Bubu maaf.." lirih beomgyu
Taeyong tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya "Bubu yang harusnya minta maaf sayang" tangannya mengusap pipi kanan beomgyu
Keduanya sempat terdiam selama beberapa menit sampai pada akhirnya taeyong kembali membuka suara
"Bobo lagi ya? ini masih tengah malam"
"Tapi gyu mau bobo sama bubu"
"Iyaa, bubu disini. disebelah gyu" ia kembali mendudukkan tubuhnya pada kursi disebelah ranjang beomgyu
"Engga, bukan disitu.." Beomgyu agak menggeserkan tubuhnya kesebalah kiri dan memberi sedikit ruang agar dapat diisi oleh taeyong "..disini bubu" lanjutnya
Taeyong terkekeh, ia mngucapkan kata 'yasudah' tanpa suara, kemudian ia mulai membaringkan tubuhnya disebelah beomgyu. ranjangnya cukup untuk menampung keduanya, hal tersebut juga karena tubuh beomgyu yang mungil membuat ranjang terlihat lebih besar.
"Bubu jangan tinggalin gyu ya, gyu sangat sangat minta maaf sama sungchan hyung.. gyu bakal jaga semua yang udah sunhchan hyung kasih buat gyu, nanti tolong antar gyu ke tempat sungchan hyung ya bubu?" Ucap beomgyu dalam dekapan taeyong. Tanpa sadar setetes air mata turun, menuruni pipi taeyong. Ia mengangguk, mengiyakan apa yang diucapkan oleh putra bungsunya itu.
🫀🫀🫀
Pagi harinya, orang pertama yang membuka mata didalam ruangan beomgyu adalah jeno. Pandangannya langsung menghadap pada jendela yang menyilaukan mata. Ia bangkit dari tidurnya dan melihat Taeyong beomgyu yang tidur pada satu tempat tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
Jeno tersenyum miris. jujur, dirinya juga ingin dipeluk seperti itu tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya, ia beranjak kemudian pergi keluar dari kamar.
Tak lama setelah jeno keluar, jaehyun pun terbangun dari tidurnya. Ia menatap kearah mark, kemudian kearah dua orang diatas ranjang rumah sakit. Jaehyun mendekat, ia menatap lamat kedua orang tersayang dihadapannya.
"Yah?" Jaehyun menoleh saat mark memanggilnya.
"Mark"
"Wahhh, nyaman banget tuh kayanya"
Kedua orang itu terkekeh
"Ayah seneng mark, bubu akhirnya udah mau lakuin hal ini sama beomgyu" Ucap jaehyun
"Mark juga, tapi gyu kuat yah dia bisa bertahan sampe sekarang"
Jaehyun mengangguk menanggapi ucapan mark
"Hfff, yaudah mark mau cari sarapan dulu, mau titip apa yah?"
"Apa aja, dua sama bubu"
"Oke"
🫀🫀🫀
Mark akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin rumah sakit, namun sesampainya disana ia melihat jeno seorang diri tengah duduk di pojok di salah satu kursi disana. Sebelum menghampiri sang adik, mark lebih dulu memesan bubur untuk sarapan nanti, setelahnya ia menghampiri jeno.
Lamunan jeno tersadar saat merasa ada seseorang yang duduk disampingnya. ia tersenyum tipis melirik kearah mark sekilas
"Udah sarapan?" tanya mark
"Belom" jawabnya singkat
"Lah terus ngapain disini? lu dari tadi disini?"
"Diem aja sih, gak nafsu makan gua"
"Gua lagi pesen bubur, mau juga?" Jeno tak menjawab melainkan ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sih jen? muka lu daritadi kaga enak gua liat"
"Makanan kali gua kaga enak"
Keduanya terkekeh
"Maaf, mas yang tadi pesan bubur ya?" seorang perempuan datang menghampiri mark dan jeno dengan nampan yang berisi tiga buah piring bubur ditangannya
"Ah iya, maaf kalau saya bawa mangkuknya ke kamar pasien tidak apa apa? nanti saya kembalikan kesini kalau sudah" tanya mark
"Oh iya tak apa mas"
Setelah itu, perempuan tersebut pergi.
"Jen lu masih mau disini apa ngikut gua?"
"Ngikut"
Keduanya pun pergi kembali ke kamar beomgyu.
🫀🫀🫀
Sesampainya didepan ruangan beomgyu, jeno membukakan pintu untuk mark yang kesusahan karna membawa nampan ditangannya.
Dilihat taeyong dan beomgyu juga sudah bangun dari tidurnya, dan beomgyu tengah memakan sarapannya disuapi oleh taeyong.
"Pakettt" Kata mark, ia menaruh nampan dimeja, mengambil satu mangkuk bubur kemudian menyimpannya dinakas dekat taeyong duduk.
Semuanya pun menyantap sarapannya kecuali taeyong yang masih menyuapi beomgyu dan jeno yang memang tidak beli.
"Jen" Panggil taeyong saat melihat jeno fokus pada ponselnya
Jeno tak menjawab, ia mendongak dan menatap taeyong
"Udah sarapan?" Tanya taeyong
"Belom"
"Why?"
"Gapapa"
"Makan aja tuh bubur punya bubu"
Semua pandangan disana tertuju pada jeno. Tiba tiba saja terlintas sesuatu dipikiran jeno, ia beranjak dari duduknya kemudian duduk dipinggir ranjang beomgyu
"Suapinnnnnn" Katanya sedikit merengek, Semua orang yang ada disana tertawa melihat tingkah jeno. Karena gemas akhirnya taeyong pun menyuapi jeno dan beomgyu secara bergantian
'Nih liat, gua juga bisa kali cil' Batin jeno
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.