~Keindahannya menjerumuskan mu, kembalilah!~
Bells dan Nichol saat ini sedang dimabuk asmara, , mereka sering kali melakukan hal di luar batas. Bells sudah diterima di Universitas Adi Guna, saat ini ia sudah memasuki semester 1 di dalam kegiatan perkuliahan, namun karena sedang pandemi perkuliahan Bells dilakukan secara online, sedangkan Nichol sedang memperisapkan diri untuk menjadi seorang polisi.
"Yah.. Bells izin pergi ke kota ya, mau bermain dengan Rani, boleh ya yah Bells tidur di rumah Rani" Bells sedang membujuk Ayahnya.
"Kamu dan Rani memangnya tidak kuliah Bells? Rumah Rani di kota memangnya dimana? Disana tinggal sama siapa?' Ayah memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada Bells.
"Kuliah yah, tapi kan yah, Bells dan Rani kuliahnya daring. Rumah Rani di kota itu di Jalan Beringin, Komplek Merpati 3 yah, nanti kalua diizinkan Bells dan Rani berdua di rumah itu, hanya bermain kok yah, hitung-hitung refreshing"
"Baiklah, berteman jangan berlebihan nanti menyesal, baik baik disana jangan macam-macam!" Akhirnya Ayah mengizinkan Bells untuk pergi ke kota, karena Ayah memang sangat lemah dengan permintaan putri bungsunya itu.
"Okay dokay! Terimakasih Ayah" Bells kembali ke kamar dengan senyuman lebar.
Di sisi lain Iris yang sedang menonton drama Korea di kamar penasaran dengan senyuman lebar Bells.
"Apa yang membuat mu begitu Bahagia Bells?"
"Tidak ada, Aku hanya diizinkan untuk ke kota dan bermalam di rumah Rani"
"Bukannya belajar yang baik agar IPK mu tinggi, malah asyik bermain saja" Tukas Rani
"Bilang saja kalau mau asyik bermain seperti ku" Bells mencemeeh Kakaknya.
"Mohon maaf nona Bells, saat ini Aku sedang mati-matian bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga kita, tidak ada waktu untuk bermain-main seperti mu!" Iris menjawab Bells dengan sinis.
Pagi pun tiba,Bells sudah siap dengan ransel di punggungnya. Bolak-balik ia melihat jam di HandPhonenya, hari sudah menunjukkan Pukul 09.00 WIB tapi Rani belum kunjung nampak dengan motor jadul andalannya, padahal mereka janji untuk berangkat Pukul 08.00 WIB agar tidak bertemu banyak truck yang sering menyemburkan asap hitam di jalanan. Bells sangat tidak suka asap dari truck-truck itu, bau dan membuat wajah yang sudah diriasnya menjadi kusam.
Tin..Tin...
Akhirnya setelah 1 jam lebih Bells menunggu Rani datang juga, Rani dengan motor jadul andalannya merupakan motor dinas milik Ibunya yang merupakan seorang Bidan. Rani bukanlah anak yang tumbuh dalam keluarga yang ekonominya pas-pasan seperti Bells, bahkan Ayah Rani adalah seorang Polisi, hanya saja Rani selalu diajarkan hidup hemat dan disiplin oleh keluarganya. Saat masih SMA dulu orang orang banyak sekali yang salah sangka mengira Rani adalah anak yang kurang mampu karena berjualan es gabus yang ia buat sendiri di rumah.
"Bluebells yang paling cantik maaf ya Aku terlambat" Rayu Rani kepada Bells
"Dasar si tukang ngaret, ngaretnya 1 jam lebih lagi, kalau bukan karena kita mau bermalam di rumah mu sudah aku batalkan saja janji kita hari ini" Bells menggerutu kepada Rani.
"Maaf maaf.. tadi Ibu ku menyuruh ku menyapu, mengepel, mencuci, dan menjemur pakaian dulu, kalau tidak Aku tidak diizinkan pergi ke rumah yang di Kota" Jelas Rani kepada Bells
Mendemgar hal itu Bells tidak jadi marah dan malah prihatin kepada Rani. Bells langsung pamit kepada Bundanya yang sedang mengerjakan jahitan, sedangkan Ayah dan Iris sedang bekerja di tempat mereka masing-masing. Bells dan Rani berangkat menggunakan motor jadul melewati jalan yang panas dan penuh dengan asap truck, membuat mereka berdua menjadi badmood karena asap asap tersebut, belum lagi jalan daerah yang benar-benar tidak rata seperti muka Bells saat break out. Tidak jarang motor yang Rani kendarai masuk ke lobang besar karena penglihatannya yang sudah buruk sejak SMP, bayangkan saja mata Rani itu minus 4 kiri dan kanan! Kalau tidak pakai kacamata katanya dia tidak bisa melihat dunia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bluebells
General FictionSelama ini Lily of the Valley dikenal sebagai bunga yang melambangkan hal-hal yang berbau kesedihan, Bunga Bakung Gunung begitu orang awam menyebutnya. Lily of the Valley tumbuh di pegununungan yang sulit untuk dilihat oleh orang-orang, warna putih...
