Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dinginnya permukaan lantai menjadi hal pertama yang ia rasakan, membuat dirinya tersadar. Dua kelopak matanya perlahan terbuka, sesekali berkedip, mencoba menyesuaikan cahaya tempat ia berpijak.
Tanpa aba-aba sebuah tangan mencengkram rambutnya, membuat sang empu mendongak dengan terpaksa.
Dirinya merintih. Seekor makhluk..? Menjadi apa yang ia lihat pertama kali.
Dua eksistensi itu kini saling menatap, tak ada yang berbicara tak ada yang bergerak. Seakan waktu benar-benar terhenti pada saat itu juga.
“Menyedihkan."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* * *
Gangler itu mendongak, melihat kearah sang lawan dengan gigih dan penuh akan percaya diri,
"Aku adalah Gangler yang sudah hidup selama 500 tahun!"
Kata-kata itu keluar dengan lantang.
Gadis itu diam, hanya diam tak mengeluarkan suara. Membuat Gangler itu mengira bahwa gadis itu ketakutan dan sedikit menciut.
Namun, nyatanya
"Dan aku adalah pengembara yang telah hidup selama beribu-ribu tahun."
Tamatlah dirimu.
* * *
"Ah? Haruka, ya?"
Ia memiringkan kepalanya sedikit, mengelus dagunya seraya berpikir.
"Perempuan yang tak sengaja aku temui saat aku mengembara dulu, 'kan?"
* * *
Perempuan yang baru beberapa bulan datang ke Jepang itu kini sedang mengintai pertarungan dari balkon sebuah gedung.
Gadis dengan pakaian serba hitam dan topeng Masquerade hitam hanya mengintai, larut dalam diam.
"Jadi, mereka Lupinranger yang selalu orang-orang bicarakan?" Gadis itu meletakkan kedua tangannya di pagar balkon dan menopang dagunya.
Melihat pertarungan antara Lupinranger dan mungkin polisi yang sedang bertarung.
"Lalu, satunya lagi apa? Mereka bukan seperti Lupinranger atau apa ..."
Suara datar nan lembut dari gadis itu Keluar dari bibir pucat miliknya.
Kini, gadis itu terlihat tak tertarik sama sekali. Gadis yang mengenakan dress serba hitam itu berbalik, pergi menggunakan pengait miliknya.
...
"(Name), kau akan berjanji padaku untuk melindungi Koleksi milikku."
"Dan melindungi dia yang sudah kau anggap keluarga."
...
"Saya berjanji, Arsène-sama."
.
.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.