Chapter ²⁶

1.1K 127 110
                                        


(warning! Gtw, ini ketikan ku rada ambigu(?) Takut aja ga nyaman klo di baca 😞🙏🏻)


* * *

   Keiichiro menarik dan membuka sedikit bagian penutup jendela, melihat pemandangan kota Tokyo dengan musik sedih dan keyakinan sebagai latar belakang.

(Gtw namanya, yang kek nutup jendela yang celah celah itu, ada talinya, kalo ditarik itu nanti kebuka :v)

"Aku akan pergi," ujar Keiichiro, memulai aktingnya dengan serius.

"ke markas musuh, sendirian." ucapnya dengan yakin dan masih dengan ekspresi serius nan tegas di wajahnya yang menyebalkan itu.

Sakuya yang mendengar itu jelas menolak, ia membuka mulutnya hendak berbicara. "Jangan lakukan itu!" protes Sakuya dengan nada suara yang cukup tinggi.

Kamera terus ditarik mundur, berusaha menetapkan angle yang bagus itu.

Terlihat Sakuya dengan seriusnya kembali mengoceh tak terima. "Terlalu berbahaya jika pergi sendirian!"

Tsukasa terlihat tak terima. Hendak membenarkan apa yang di ucapkan oleh Sakuya. "Dia benar, Kami akan pergi bersamamu!"

Keiichiro yang mendengar temannya yang mencoba menahannya dan ingin mengikutinya hanya bisa sedikit menundukkan kepalanya, diam sambil memikirkan keadaan. Musik di latar belakang-pun semakin terdengar dramatis.

"Tapi ... Aku tidak bisa melibatkan kalian berdua dalam masalah ini." Keiichiro berucap dengan suara yang lirih.

Sakuya yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Keiichiro pun nampak semakin tak terima. Ia segara berdiri dari kursinya, bersiap untuk kembali melanjutkan aktingnya itu.

"Keiichiro-senpai!" panggil Sakuya dengan ekspresi marah yang tercetak jelas diwajahnya.

Masih dengan ekspresi marahnya Sakuya melangkah maju, hendak mendekati Keiichiro. "Aku kira kita adalah tim!"

Belum sempat adegan dan akting berlanjut, tiba-tiba suara sutradara menggelar di ruangan itu.

"CUT!" sutradara berteriak sambil memukul meja dengan buku naskah yang digulung.

Sutradara itu melangkah mendekati Sakuya. Oh, Sakuya ternyata Sakuya, toh ... "Bukan begitu!" komen Sutradara itu dengan kesal.

"Ntahlah..."

Sutradara itu terlihat pasrah dan putus asa, mengacak-acak rambut miliknya dengan frustasi. "Sepertinya kau kekurangan sesuatu!"

Sutradara berkata demikian. Walaupun ia mengatakan itu, ia pun tak tau ntah apa yang kurang. Pak sutradaranya saja tidak tahu, apalgi Sakuya dkk.

Pak sutradara itupun menirukan sebuah gerakan yang membulat dari atas dada ke atas perut(bawah dada).

Oh.

Sakuya melihat heran Pak sutradara, paan ni pak tua? Perasaan Sakuya sudah tidak enak. Dengan eskpresi bingung dan herannya, Sakuya menirukan gerakan yang dilakukan dan ditunjukkan oleh pak sutradara sebelumnya.

"Apa, ya ...?" pak sutradara kebingungan ntah apa yang kurang dimatanya dari Sakuya.

Sakuya, Keiichiro, maupun Tsukasa ikut bingung. Perasaan mereka benar-benar tidak enak.

┆𝗟𝗨𝗣𝗜𝗡𝗥𝗔𝗡𝗚𝗘𝗥 𝗩𝗦 𝗣𝗔𝗧𝗥𝗔𝗡𝗚𝗘𝗥: 𝗟𝗨𝗣𝗜𝗡 𝗕𝗟𝗔𝗖𝗞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang