Sekarang Seungmin dan kawan-kawan sedang berada di area kantin yang berudara panas, sumpek, berdesakan dan sangat bising.
Tapi anehnya hal itu tidak membuat oknum bernama Hyunjin ini lelah dalam hal menggombali Lee Eunchae, adik dari salah satu sahabatnya itu dengan gombalan-gombalan retceh, garing dan murahan.
Felix yang melihatnya seketika menukik kan kedua alisnya tajam, menatap horor Hyunjin yang semakin hari tampaknya semakin bulol terhadap adiknya.
Untuk urusan makanan mereka serahkan saja kepada Jisung, lelaki mirip tupai itu sangat pandai berdesakan dan menyela antrean orang.
Bahkan dapat Felix lihat dari tempat ia duduk, di depan sana ada Jisung yang sedang berteriak-teriak sambil mangap-mangap berniat cosplay jadi aing maung biar murid-murid lain pada minggir.
Yang Felix khawatirkan malah murid disekitar cowok tupai itu yang mungkin udah ada yang kena semburan suci yang berbau jigong punya Jisung.
Sedangkan Seungmin sendiri malah sibuk menghitung banyaknya semut yang berjalan melewati kakinya. Iya, segabut itu seorang Kim Seungmin yang berhasil membuat Felix lagi-lagi bergidik ngeri.
"Jadi, neng Eunchae pengen es apa? Biar babang Unjin yang pesenin." Tanya Hyunjin seraya menepuk dada nya bangga.
"Udin?" Beo Eunchae yang tidak terlalu mendengar.
Seketika Hyunjin menepuk jidatnya lelah.
"Unjin, cantik. Bukan Udin." Balas nya dengan senyum tabah saat namanya malah disamakan dengan satpam sekolah oleh gebetan nya sendiri.
"Oh." Eunchae mengangguk-angguk mengerti, kemudian memberi pose berpikir.
"Pengen jasjus jambu, kak!"
"Asiap! Laksanakan tuan putri!" Hyunjin memberi gestur hormat pada gadis di hadapan nya itu.
Sejurus kemudian cowok dengan rambut yang dikucir itu sudah berada di depan stan minuman untuk memesankan pesanan Eunchae.
Namun sepertinya tak akan mudah karena saat ia hendak mengambil jasjus jambu yang berada dalam gelas cup itu bersamaan dengan tangan orang lain.
"Gue dulu!"
"Gue lah! Gue kan pesen duluan!"
"Tapi gue bayar duluan!"
"Bodoamat, pokoknya ini punya gue!" Seru cowok itu, Junkyu, dengan menarik minuman jambu itu pada depan dada nya.
"Dih! Mana bisa begitu?!" Kesal Hyunjin tak terima. Dan ikut menarik minuman itu kearahnya.
Enak saja, untuk mendapatkan satu cup ini saja membutuhkan kekuatan tenaga ekstra dan kesabaran setebel dompet Felix, mana bisa ia serahkan begitu saja pada siluman koala mangap kek Junkyu ini?!
Dan terjadi lah aksi tarik-menarik antara Junkyu dan Hyunjin yang sama-sama tak mau mengalah.
Byurr
Baik Hyunjin maupun Junkyu sama-sama mangap menatap lelaki dari geng sebelah itu yang sekarang sudah bermandikan jasjus jambu seharga 5k itu dengan gratis.
"Yah... lima rebu gue." Celetuk Junkyu tak rela.
Hyunjin melirik cowok mirip koala itu dengan sinis. "Yaudah sih, tinggal beli gitu aja susah amat."
Junkyu memutar bola matanya malas. "Loh kok kayak ada yang ngomong tapi gak ada wujudnya ya? Ah nyamuk kali." Ujarnya santai sembari menangkap satu nyamuk dengan kedua telapak tangan nya.
"Lo--
"WOY! INI TRUS GUE GIMANA?! UDAH PAKE MINYAK WANGI SATU GALON ANJIR! TAIK LO BERDUA! KAGAK JADI NGAPEL KAN GUE!" Teriak Jaemin frustasi.
"Salah sendiri ngapel kok di kantin yang hawa nya banyak setan kek gini, gagal pdkt kan jadinya." Sinis Junkyu.
"Pdkt tuh di bioskop kek, atau di menara monas biar estetik, lah ini pdkt kok di kantin padahal udara aja tipis." Sambung Hyunjin tidak sadar diri.
Junkyu ikut membenarkan. Namun sedetik kemudian keduanya tersadar dan saling pandang dengan wajah julid, "lo ikutin gue ya?!" Tuding keduanya.
Melihat itu membuat emosi Jaemin semakin berada di ujung.
"GUE SUMPAHIN LU BEDUA NIH YE, BUAT YANG LAGI PEPETIN CEWEK MOGA KAGAK DAPET CEWEKNYA!"
"HEH!" - Hyunjin.
Tebece.
Maap kalo garing, soal nya aku sendiri gak pinter ngelawak hehehe.
Plisss votment yaaa, gak ngerugiin kok, bisa nambahin semangat aku buat nulis jugaaaa.
Dadaahhh <33
KAMU SEDANG MEMBACA
The Big Three | 00 Line
General Fictionɴᴇᴏ, ꜱᴛᴀᴠɪᴏɴ ᴅᴀɴ ᴍᴀɢɴᴜᴍ ᴀᴅᴀʟᴀʜ ᴛɪɢᴀ ɢᴇɴɢ ᴘᴏᴘᴜʟᴀʀ ʏᴀɴɢ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴘᴇʀɴᴀʜ ᴀᴋᴜʀ ᴅᴀʀɪ ꜱᴇᴋᴏʟᴀʜ ᴍᴇɴᴇɴɢᴀʜ ᴘᴇʀᴛᴀᴍᴀ ʜɪɴɢɢᴀ ꜱᴇᴋᴏʟᴀʜ ᴍᴇɴᴇɴɢᴀʜ ᴀᴛᴀꜱ. ʙᴇʀᴀᴡᴀʟ ᴅᴀʀɪ ᴘᴇʀᴛᴇᴍᴜᴀɴ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴊᴇʟᴀꜱ ʏᴀɴɢ ʙᴇʀᴀᴋʜɪʀ ᴘᴀᴅᴀ ᴛᴇʀᴜɴɢᴋᴀᴘɴʏᴀ ꜱᴜᴀᴛᴜ ꜰᴀᴋᴛᴀ ʏᴀɴɢ ᴛᴇʟᴀʜ ᴛᴇʀᴋᴜʙᴜʀ ʟᴀᴍᴀ ᴅɪ ᴀɴᴛᴀʀᴀ ᴍᴇ...
