frustasi

138 16 0
                                        

Sekarang ini yang berada di ruang inap Junkyu hanyalah Yoshi, sedangkan Jihoon dan Yoonbin tadi sudah berpamitan pergi ke kantin membeli makan untuk mereka.

Yoshi hanya diam mengamati salah satu kawan satwa nya yang kini sedang tidur setelah berteriak-teriak tidak jelas pada Yoonbin karena kucing nya yang diberi makan mie goreng.

Takut nya si miaw kena usus buntu;(

Lelaki yang sebenarnya berkebangsaan Jepang itu mengalihkan pandangan nya menatap selang infus Junkyu yang terdapat bercak darah di ujungnya karena anak itu selalu bergerak.

Awalnya Yoshi hanya biasa saja, namun entah kenapa lama-kelamaan darah nya semakin naik dan merembes hingga menetes dari punggung tangan Junkyu yang masih senantiasa tertidur.

Melihat itu, seketika panik menyerang Yoshi. Jantung lelaki itu berdegub kencang dengan bulir-bulir keringat yang menetes dari pelipis nya.

Ia merasa kalut, kala darah Junkyu menetes mengotori lantai karena tangan lelaki itu berada di tepi brankar. Ia ingin meminta bantuan, tapi entah mengapa otak pintar nya tiba-tiba seperti tidak berfungsi.

Yoshi meremat dada kiri nya yang terasa sesak sembari berjalan mundur hingga menabrak barang-barang yang berada di belakang nya. Kedua tangan nya beralih memukuli kepala nya dengan posisi jongkok di pojok ruangan.

Ia merasa kepala nya akan pecah, kala mendengar suara-suara teriakan yang menggema dan bunyi nyaring yang membuat kedua telinga nya berdengung

Aaaaaaaa tolong!

"Diam! Kumohon diam!"

Kakak! Selamatkan aku!

"Tidak! Maafkan aku!"

Jahat! Kamu jahat!

"ARGHHHH!"

"YOSHI!"




























Jeno melepas helm yang tadi ia kenakan, lalu menyugar rambut nya ke belakang sebelum bergerak menuruni motor ninja yang kini sudah terparkir rapi di garasi rumah nya.

Cowo taurus itu menggendong tas sekolah nya di satu bahu. Kemudian berjalan ke arah pintu utama rumah nya. Begitu Jeno membuka pintu nya, ia langsung disuguhkan pemandangan yang tidak senonoh.

Di sofa, terdapat lelaki paruh baya yang berstatus sebagai ayah Jeno sedang bercumbu dengan seorang wanita asing yang sering ayah nya bawa ke rumah setiap pulang kerja.

Dengan kedua tangan yang mengepal menahan amarah, Jeno memilih untuk melanjutkan langkah nya menuju ruang kamar nya yang berada di lantai atas, bahkan lelaki itu sengaja menutup pintu kamar nya dengan keras sehingga menghasilkan suara yang berhasil mengejutkan dua sejoli yang berada di bawah.

"Sayang, itu Jeno nya udah pulang."

Ayah Jeno hanya terkekeh, "emang nya kenapa hm? Biarkan saja anak berandal itu, mau dia pulang atau tidak bukan urusan kita. Lebih baik kita melanjutkan kegiatan kita tadi."

Sedangkan Jeno yang berada di dalam kamar, dapat dengan jelas mendengar suara-suara menjijikkan dari bawah sana. Ia mendesis marah.

Selalu saja seperti ini. Ia muak, ia marah, tidak terima dan membenci mereka berdua. Karena tingkah bejat mereka, Jeno harus kehilangan keluarga yang bahagia sejak usia yang masih sangat kecil.

Itu yang Jeno tahu dari Bi Ratih, membantu di rumah nya yang sudah puluhan tahun mengabdi untuk keluarga nya.

"Kenapa gue gak bisa inget bunda sih, anjing?!"

Marah nya kepada diri nya sendiri sembari membenturkan kepala nya ke dinding. Ia tampak frustasi karena tak bisa mengingat masa kecil nya yang bahagia, semenjak kecelakaan yang ia alami ketika berumur tujuh tahun.

"Ayo Jeno! Inget! Inget-inget! ARGHHH!!"

Iya, Jeno mengalami amnesia, dan melupakan seluruh kenangan masa kecil nya.

Tbc.

The Big Three | 00 LineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang