25. (Terungkap)

6.7K 577 118
                                        

Bacanya pelan-pelan aja ya, santai😌

𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜 🏃‍♀️

(⚠ Typo bertebaran!)






Deg!

Detak jantung Gama bertalu cepat, matanya membelalak saat rahasia yang selama ini ia kubur dalam-dalam kini diketahui oleh kedua orang tuannya.

"Apa ini alasanmu memilih belajar di luar negri? Karena kau mencintai adikmu! Jawab! Sejak kapan perasaan haram itu ada dalam dirimu Gama!" Stefano menunjuk-nunjuk wajah Gama dengan rahang mengetat memamerkan otot kekesalannya mencuat.

Gama mengusap darah dari sudut bibirnya, munafik jika pria itu tidak takut dengan amarah sang Daddy.
"Sejak insiden itu."

Flashback...

"Gama kamu jaga adik kamu dan jangan berantem lagi, ingat. Harus jadi Kaka yang bertanggung jawab!" peringat Amber yang tengah bercermin merapihkan rambutnya pada pria berumur 17 tahun yang tengah berkutat dimeja belajarnya.

"Mommy sama Daddy mau kemana?" sahutnya masih fokus pada tulisan.

Amber mendekat dan mengecup rambut hitam Gama.
"Mommy sama Daddy mau nge hadirin acara makan malam temen Daddy kamu, Tuan Andara. Dia juga punya anak laki-laki yang baru masuk kelas 1 SMA loh, Mommy bakal ngenalin kamu ke dia biar bisa jadi temen mau gak?"

Putranya itu terdiam mengetuk dagu dengan pena seolah berfikir, ia lalu mengedik.
"Terserah, Gama gabutuh temen."

Amber menghela nafas sembari mengelus rambut hitam Gama, putranya ini memang tipe pria yang dingin dan sulit berkomunikasi kecuali dengan sang adik.
"Yasudah Mommy pergi dulu, inget jangan berantem!"

"Iya Mom, Have a nice day," jawabnya setelah mendengar pintu ditutup senyum Gama merekah.

Menutup bukunya lalu berjalan cepat ke arah lemari, begitu membukanya ia bisa menghela nafas lega melihat adiknya yang berumur 13 tahun tengah berdiri seraya membekap mulut sejak tadi.

"Kaka!" riangnya merentangkan lengan dengan gembira ke atas.

"Mommy sama Daddy udah pergi, ayo main!" ya, meskipun umurnya sudah dewasa tapi tetap saja Gama adalah seorang remaja labil yang masih suka bermain-main apalagi dengan adik imutnya.

Menarik lengan Clarissa menuju balkon, keduanya melirik mobil sang Daddy yang sudah meninggalkan halaman Mension, Clarissa mendonggak diiringi senyuman lebarnya.

"KITA BEBAS!!!" jeritnya naik ke atas pangkuan Gama, beruntung pria itu sigap menahan kedua kaki Clarissa yang nemplok ditubuhnya ini. "Kaka ayo buat istana! Ayo!"

"Oke!" Gama memutar tubuh Clarissa, gelak tawa gadis itu mengudara yang mana semakin membuat Gama senang.

Hari ini adalah hari terbahagia bagi Clarissa, karena setiap kepergian kedua orang tuannya itulah waktu bermain mereka semakin banyak.

Keduanya menumpuk bantal, saling memukul dengan benda lembut tersebut, loncat-loncat dikasur lalu dengan jail Clarissa menindih dengan kuat tubuh tertidur Gama agar bangun.

"Ihhh! Jangan tidur! Bangun! Bangun!" Clarissa berguling guling diatas tubuh Gama, alhasil pria itu terbangun dengan ringisan lalu menggelitik tubuh Clarissa.

Keduanya lanjut memainkan balok bersusun dibawah lantai berbulu tak memperdulikan kasurnya yang sudah mirip kapal pecah dengan selimut, dan bantal yang berserakan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 14, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

I'm Not AntagonisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang