Bacanya pelan-pelan aja ya, santai😌
𝙃𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜 🏃♀️
(⚠ Typo bertebaran!)
Setelah beranjak dari air dengan kondisi tubuh basah dari ujung rambut sampai kaki kini ini Clarissa tiduran di atas rumput dengan berbantalkan lengan Raziel yang juga tiduran di sana menatap langit biru.
"Gila," gumamnya membuat Clarissa menoleh, pria itu juga beralih menatapnya dengan senyuman tipis. "Kita kaya orang gila."
Kalau dipikir-pikir oleh Clarissa ucapan Raziel memang benar, tapi entah kenapa gadis itu malah tertawa.
"Gila-gilaan bareng lo asik juga ya? Gue ngerasa jadi diri gue sendiri."
Gadis itu mengalihkan tatapannya ke langit luas dengan mata terpejam, Raziel tidak puas melihat pahatan indah dari samping wajah gadis itu.
"Mau yang lebih gila?"
Melirikan mata dengan bingung Clarissa menjawab.
"Apa?"
Saat itu juga dirinya tersentak kala Raziel bangkit sedikit lalu menindih nya dengan mendekatkan wajah ke arah Clarissa yang kini membelalak kaget.
Sial jantungnya berdisko ria didalam sana apalagi mencium bau maskulin dari pria itu yang seakan melekat alami.
"Ri..." lengannya mengusap rambut Clarissa yang mulai kering dari wajah gadis itu. "Jangan ngulangin hal kaya tadi lagi, jangan sampai gue nguras airnya cuman buat nemuin lo."
Clarissa mengerjap kaget, dia memang sempat melihat wajah khawatir Raziel tadi.
"Iya, lo juga jangan lakuin hal kaya tadi. Gue takut sama air."
Raziel terkekeh mengejek dengan memiringkan sedikit wajahnya.
"Iyakah? Oke, lain kali gue ceburin lo di danau toba."
"Heh!" hardik Clarissa membuat pria itu tertawa melihat wajah penik serta mata melotot Clarissa, berbeda dengan gadis itu yang terdiam terpesona menatap tawa lepas pria yang ditakuti se sekolahnya ini. "Ziel... Katawa terus kaya gini, jangan ditahan. Itu bisa ngurangin aura lo yang serem."
Berhenti tertawa Raziel menunduk membiarkan hidung keduanya bersentuhan, Raziel tersenyum hingga mata sipitnya membentuk bulan sabit.
"Gue... Bakal ketawa dan tersenyum, cuman sama lo."
Mengalihkan tatapannya dengan pipi memerah Clarissa menahan dada Raziel.
"Minggir sana! Omongan lo udah kaya Bram!"
Menaikan alisnya menuntut ucapan Clarissa yang membawa-bawa nama pria lain itu.
"Bram?"
Clarissa berdecak kesal, dia mendorong tubuh Raziel kemudian bangkit terduduk diikuti pria itu.
"Iya, cowo modus yang ngomong kaya gitu seolah-olah cuman ke satu cewe doang, nyatanya. Seratus cewe dia gombalin pake kata-kata yang sama, lo juga. Lo... Udah punya cewek kan?"
Tubuh Clarissa meremang saat lengan Raziel mengapit dagu nya agar menoleh ke arah pria itu, bisa dilihat wajah Raziel mendatar juga mulai memunculkan aura dinginnya.
"Gue emang punya cewek..."
Lengan Raziel ditepis Clarissa dengan wajah cemberut kesal, gadis itu beranjak hendak pergi sebelum Clarissa tersentak kala lengannya ditarik kembali hingga terjatuh diatas pangkuan Raziel.
"Lo belum denger ucapan gue selanjutnya, Ri... Gue emang punya cewek, dan ceweknya yang ada dihadapan gue saat ini."
Jantung Clarissa kembali berdetak cepat, gadis itu menggigit bibir bawahnya meringis berharap suaranya tidak didengar Raziel.
"M-modus lo! Minggir!" melihat senyum miring Raziel sepertinya pria itu menyadari kegugupannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Not Antagonis
Genç Kurgu🄹🄰🄽🄶🄰🄽 🄻🅄🄿🄰 🄵🄾🄻🄻🄾🅆 🅃🄴🅁🄻🄴🄱🄸🄷 🄳🄰🄷🅄🄻🅄!!! ___________ 𝘉𝘭𝘶𝘳𝘣... Lisa tak pernah menyangka jika ucapan spontan yang diucapkannya kala dikuasai amarah dikabulkan oleh Tuhan. Perceraian antar kedua orang tuanya dikarena...
